MENGEVALUASI PARADIGMA PSIKOANALISIS

151 views

MENGEVALUASI PARADIGMA PSIKOANALISIS – Mungkin tidak ada peneliti perilaku manusia yang sangat dihormati dan dikritik seperti Freud. Pengaruh Freud terhadap pandangan psikoanalisis gangguan mental sangat besar, namun sebagaimana kita ketahui, teori-teorinya mendapatkan banyak kritikan. Salah satu kritik utama juga berlaku bagi teori-teori psikoanalisis lainnya: karena teori-teori tersebut dilandasi bukti-bukti subjektif yang diperoleh dalam sesi-sesi terapi, teori-teori tersebut tidak didasarkan pada objektivitas sehingga dapat dikatakan tidak ilmiah. Tidak seperti mereka yang bekerja dalam paradigma biologis dan paradigma belajar serta kognitif yang akan dibahas nanti, Freud tidak melakukan penelitian resmi terhadap sebab-sebab dan penanganan perilaku abnormal; narnun lebih percaya bahwa informasi yang diperoleh melalui sesi-sesi terapi cukup untuk memvalidasi teorinya dan menunjukkan efektivitas terapi.  Lebih jauh lagi, para pasien Freud bukan hanya suatu sampel kecil; mereka adalah orang-orang yang sangat kaya dan berpendidikan serta tinggal di Wina. Mudah dipercaya bahwa teori perkembangan kepribadian dan struktur pikiran yang didasarkan pada kelompok individu bermasalah yang terbatas seperti demikian tidak dapat diterapkan secara umum.

Laporan-laporan kasus yang digunakan Freud (dan para pengikutnya) juga dapat dikritisi berdasarkan reliabilitas persepsi Freud dalam sesi-sesi terapi tersebut dan kemampuannya untuk mengingatnya secara akurat karena dia tidak mencatat dengan teliti. Selain itu, minat Freud sendiri terhadap topik-topik tertentu, seperti kemungkinan pengalaman seksual awal pasien, dapat memengaruhi apa yang disampaikan pasien, menyebabkan mereka terfokus pada pengalaman-pengalaman tertentu dan mengabaikan lainnya tidak berdasarkan pertimbangan mereka sendiri mengenai hal-hal yang menjadi kepentingan utama dalam kehidupan mereka, namun berdasarkan pandangan yang dikembangkan Freud. Juga penting untuk diingat bahwa konsep-konsep psikodinamika, seperti id, ego dan, ketidaksadaran, walaupun dimaksudkan sebagai metafora untuk menggambarkan fungsi-fungsi psikis, kadangkala digambarkan seolah-olah ketiganya memiliki eksistensi dan kekuatan tersendiri untuk bertindak dan berpikir. Sebagai contoh, Freud berbicara tentang “pemuasan insting langsung dan tanpa pengawasan, seperti kehendak id….Id tidak memiliki kecemasan tentang memastikan daya tahan hidup” ,,1937)

Sekali lagi, walaupun banyak keraguan yang beralasan mengenai validitas dan manfaat hasil kerja Freud, namun merupakan suatu kesalahan besar untuk meminimalkan peran pentingnya dalam psikopatologi atau, untuk hal itu, dalam sejarah intelektual peradaban Barat. Hasil kerjanya telah memicu reaksi kritis yang membantu meningka tkan ilmu penge tahuan. Dia merupakan figur penting yang membuat orang mempertimbangkan penjelasan nonbiologis bagi gangguan perilaku, dan gambarannya tentang perilaku abnormal sering kali sangat penuh pemahaman. Adalah mustahil untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang bidang psikologi abnormal tanpa memahami dengan baik beberapa tulisan Freud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *