NILAI SOSIAL SEBAGAI DINAMIKA MASYARAKAT

By On Tuesday, November 18th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Kembali kepada pengertian struktur sosial. Para ahli sosiologi melihat struktur sosial sebagai sesuatu yang statis, seakan-akan tidak dapat diubah. Bila orang mengharapkan kemajuan dan perkembangan, harus dicari kekuatan dinamika di sudut lain dari masyarakat yang merupakan tempat kekuatan yang sanggup menggerakkan individu dan kesatuan-kesatuan yang berada di dalam struktur itu. Masyarakat harus hidup, bergerak. Dalam istilah sosiologi dikatakan bahwa di dalam masyarakat harus ada proses sosial, harus ada perubahan sosial yang menghasilkan pembaharuan. Bilamana secara faktual terjadi, hal itu harus tampak dalam mobilitas sosial. Adanya mobilitas sosial harus tampak nyata dalam kenaikan kedudukan sosial, dari tingkat sosial rendah dan terbelakang ke tingkat sosial yang lebih tinggi, lebih maju dalam sektor-sektor kehidupan umumnya. Demikianlah indikator-indikator serta kriteria yang lazim dipakai untuk mengukur lajukemajuan, atau intensitas dinamika sosial suatu masyarakat. Indikator-indikator itu harus nyata, bukan teoretis atau fiktif.

Yang dimaksud “sudut lain” dari masyarakat, atau “tempat kekuatan” adalah sudut “dinamika” masyarakat. Berpikir dalam “waktu dan ruang” itulah yang dinamakan “tempat kekuatan” yang mempunyai daya menggerakkan. Jikalau dinamika itu digambarkan seperti suatu garis yang memanjang dan sejajar dengan itu ditempatkan rangkaian kemajuan tersebut di atas dapat dipertanyakan, kekuatan apa yang terdapat pada ujung yang pertama dan yang mendorong proses kemajuan kepada tahap-tahap berikutnya? Jawabnya tidak lain ialah nilai-nilai sosial. Nilai-nilai sosial itulah yang menjadi sumber dinamika masyarakat. Kalau nilai-nilai sosial itu lenyap dari masyarakat, seluruh kekuatan akan hilang, dan derap perkembangan akan berhenti.

Seluruh jalinan relasi yang mengatur semua jenjang kedudukan (status) sosial baik ke atas maupun ke bawah, akan lumpuh dan macet total apabila seluruh warga masyarakat membuang seluruh sistem nilai sosial yang telah disetujui bersama, karena dengan demikian masya-rakat tidak tahu lagi ke arah mana harus berbuat sesuatu. Masyarakat tidak hanya kehilangan arah, tetapi juga kehilangan pendorong yang merangsangnya bertindak. Lebih buruk lagi, masyarakat tidak dapat bertindak secara sosial dan manusiawi karena kaidah-kaidah dan patokan-patokan berperilaku yang mereka kenal tidak ada. Hancurnya sistem nilai sosial yang baik membuat masyarakat dalam keadaan tanpa hukum (anomi) dan kekacauan tidak dapat dibendung lagi.

Incoming search terms:

  • mengapa nilai sosial menjadi sumber dinamika masyarakat
NILAI SOSIAL SEBAGAI DINAMIKA MASYARAKAT | ADP | 4.5