Pendekatan Historis Sosiologi

89 views

Menurut Bottomore, pendekatan historis ini mempunyai dua bentuk. Pertama, para pendahulu sosiologi dipengaruhi oleh filosofi sejarah dan kemudian oleh teori evolusi biologis. Pendekatan ini meliputi suatu order yang pusat perhatiannya ditujukan terhadap penelitian dan teori; mengkonsentrasikan dirinya pada persoalan asal mula, perkembangan dan tranformasi dari institusi sosial, masyarakat dan sivilisasi atau peradaban. Hal itu menyangkut tentang keseluruhan masa dari sejarah manusia (“human history”) dan meliputi semua institusi dalam masyarakat. Pendekatan historis dengan pola menganalisa masyarakat secara umum ini, dapat ditemui pada karya-karya dari Comte, Spencer dan Hobhouse. Karya dari E. Westermarcks “History of Human Marriage”, dapat digolongkan dalam pendekatan historis bentuk ini, oleh karena mempersoalkan perkembangan institusi sosial, tetapi bedanya adalah bahwa E. Wester-marcks hanya melakukan penelaahan terhadap institusi tertentu saja, yaitu mengenai institusi perkawinan.

Bentuk lain dari penelaahan atau pendekatan historis ini, adalah karakteristik dari karya Max Weber dan beberapa sosiolog sesudahnya, yang terpengaruh olehnya. Pendekatan dari Weber ditujukan secara khusus dalam studinya terhadap soal asal mula kapitalisme, perkembangan dari birokrasi modern dan pengaruh ekonomi terhadap agama. Keistimewaan metodologi dari studi ini adalah bahwa dalam menelaah secara khusus perubahan historis dari struktur sosial dan tipe masyarakat yang diteliti (dan diperbandingkan dalam aspek tertentu dengan tipe perubahan lain dari suatu masyarakat) dan kemudian diterangkan sebab dan interpretasi historis mengenai penemuannya pada tempat tertentu itu. Dalam sosiologi yang baru, pendekatan historis ini juga berlangsung dalam karya C. Wright Mills dan Raymond Aron di mana keduanya mengikuti metodologi yang digunakan oleh Weber. Bottomore, mencatat bahwa pertumbuhan perhatian dalam perubahan sosial dari masyarakat industri dan dalam industrialisasi dari masyarakat yang se-dang berkembang sangat mendorong untuk menerima metoda yang dikembangkan oleh Weber, baik dalam formulasi problema, bentuk ideal dari definisi konsep- konsep dan tujuan, juga menyangkut penetapan pengujian sebab-akibat (causal) dan penafsiran atau interpretasi historis.

Dengan demikian kita melihat bahwa pendekatan ini melakukan penelaahan terhadap obyek suatu ilmu dalam hal ini sosiologi — mengenai asal mula, perkembangan atau perubahan dengan melakukan penafsiran secara historis. Kelihatannya, dalam menetapkan luas dan batas telaah atau ruang lingkup digunakan pula pendekatan makro dan mikro. Walaupun pendekatan ini mempunyai kekurangan — terbukti ada kritik-kritik yang dilontarkan – pendekatan historis masih relevan dan penting digunakan, apabila tujuannya adalah menelaah perkembangan. Apalagi perhatian sekarang ini yang selalu tertuju pada per-kembangan sosial, khususnya dengan fokus pada in-dustrialisasi dan perkembangan ekonomi.

Incoming search terms:

  • pendekatan historis
  • pengertian pendekatan historis
  • pendekatan historis adalah
  • pengertian sosio historis
  • sosio historis
  • pengertian historis
  • pendekatan sosio historis
  • contoh pendekatan historis
  • pengertian pendekatan sosio historis
  • pengertian sosiohistoris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *