PENDIDIKAN FORMAL ASURANSI

By On Wednesday, August 5th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Apabila kita memperhatikan jumlah penduduk yang berlatar belakang pendidikan tinggi dilihat dari jumlah polis yang terjual belum mencerminkannya. Jumlah penduduk yang berpendidikan tinggi jumlahnya sudah di atas 2 juta orang atau kurang lebih 10 juta orang dengan keluarganya (Kuliah Umum Menaker di Wnkris, 31 Oktober 1992). Jumlah penduduk yang telah memiliki tingkat pendidikan yang demikian, seharusnya telah menyadari peranan asuransi dalam kehidupannya. Tetapi jumlah tersebut belum tercermin dalam hasil penjualan polis yang jumlahnya baru sekitar 8 juta lembar. Ini berarti bahwa tenaga terdidik Indonesia yang telah membeli polis jumlahnya masih sedikit sekali.

Semua jenjang pendidikan formal dimulai dari tingkat SD sampai dengan tingkat SLTA belum menyajikan pengetahuan asuransi ke-pada anak didiknya. Apakah itu asuransi seba-gai ilmu pengetahuan yang merupakan mata pelajaran wajib ataupun sebagai mata pelajar-an pilihan misalnya. Kondisi yang demikian menyebabkan semua tamatan SD, SLTP dan SLTA yang tidak melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi tidak akan menge-nal dan mengerti peranan asuransi dalam kehidupan. Apalagi kalau mereka itu kelak menjadi pemimpin di masyarakat atau di sektor usaha maka kesadaran untuk berasuransi tentunya akan tipis kalau tidak boleh dikatakan tidak ada sama sekali.

Begitu juga yang terjadi dengan dunia pendidikan tinggi. Tidak semua jurusan yang ada di setiap Fakultas menyajikan pengetahu-an asuransi sebagai mata kuliahnya apalagi sebagai mata kuliah ujian negara. Hal ini dapat dilihat dari 126 jumlah jurusan yang ada di luar Bidang Ilmu Esakta yang dikoordinir oleh Kopertis Wilayah III hanya ada 4 jurusan yang menyajikan asuransi sebagai salah satu mata kuliah ujian negaranya (SK. Dirjen DIKTI No. 71/Dikti/Kep/1988, tanggal 3, Desember 1988). Data tersebut menggambarkan bahwa para sarjana yang mengerti peranan asuransi jumlahnya sedikit sekali bila dibandingkan dengan jumlah seluruh sarjana yang berasal dari semua disiplin ilmu yang ada. Apalagi kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia tentu jumlah tersebut akan semakin kecil nilainya.

Dari apa yang telah diuraikan diatas terlihat bahwa kurangnya jumlah polis yang terjual salah satunya disebabkan oleh karena bagian berbesar dari masyarakat kurang mengenal asuransi. Kekurang-kenalan tersebut menyebabkan kekurang-mengertian akan pentingnya peranan asuransi dalam kehidupan. Semuanya ini ditandai dengan jumlah penjualan polis yang masih rendah prosentasenya bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

Meperhatikan apa yang telah diuraikan di atas tersebut dimana mayarakat Indonesia yang sudah mengerti peranan asuransi sebagai hasil dari pendidikan formal dibandingkan dengan penduduk Indonesia jumlahnya kecil sekali. Akibatnya jumlah polis yang mampu dijual oleh perushaan asuransi jiwa juga kecil. Oleh karena itu adanya usaha untuk memasyarakatkan asuransi akan menjadi landasan yang kokoh dalam rangka memacu perkembangan dunia usaha perasuransian. Memasyarakatkan asuransi berarti merubah pandangan yang sudah berakar dalam masyarakat bahwa setiap kecelakaan yang terjadi adalah nasib. Merubah pandangan tersebut tidak mungkin dapat dilaksanakan dalam waktu yang sirigkat tetapi memerlukan waktu yang panjang dan harus dimulai pada usia yang sedini mungkin. Jalur pendidikan formal merupakan wadah yang memenuhi persyaratan dalam rangka memasyarakatkan asuransi tersebut. Melalui jenjang pendidikan SLP atau SLTA misalnya dapat disajikan pengetahuan asuransi sebagai salah satu mata pelajarannya. Sedangkan di Perguruan Tinggi termasuk Jurusannya dapat disajikan pula Pengetahuan Asuransi sebagai salah satu mata kuliahnya. Diharapkan dengan adanya pola ini anggauta masyarakat yang mengerti asuransi jumlahnya akan semaian meningkat. Sehingga dengan demikian asuransi pada umumnya, asuransi jiwa khususnya akan dapat memasyarakat dan ini menantinya akan dapat menjadi potensi bagi pengembangan dunia usaha asuransi di negara kita untuk masa mendatang.

PENDIDIKAN FORMAL ASURANSI | ADP | 4.5