PENGAWASAN SOSIAL SECARA INTENSIF

By On Sunday, November 23rd, 2014 Categories : Bikers Pintar

Pengawasan sosial resmi yang didukung oleh aparatur negara (angkatan bersenjata) umumnya, dapat mencegah timbulnya gerakan separatis. Sekurang-kurangnya dengan jalan ini suatu integrasi lahiriah dapat dipertahankan. Untuk mencapai integrasi batiniah yang muncul dari konsensus yang jujur tidak digunakan kekuatan senjata, melainkan persuasi. Dengan cara ini para anggota menyadari nilai-nilai integrasi dan karena keyakinan itu mereka tetap bersedia tinggal dalam kesatuan itu. Bahkan jika perlu mereka bersedia memperjuangkan keutuhannya. Tugas pengontrolan secara persuasif itu adalah tugas yang sangat sesuai untuk golongan intelektual dan para pemimpin agama ya^gbeijiwaoikumenis. Golongan ini bukan hanya mengontrol masyarakat dan umat beragama, tetapi juga berkewajiban mengontrol pejabat-pejabat pemerintahan, agar mereka tetap setia pada peraturan hukum yang telah disepakati bersama. Sepanjang sejarah terbukti bahwa ulah oknum-oknum pemerintah yang ditugaskan di daerah sering menyebabkan timbulnya rasa tidak senang untuk bergabung terus dalam wadah kesatuan yang pernah disepakati. Tekanan dari luar ialah kekuatan-kekuatan asing yang merupakan lawan dan ancaman bagi kesatuan dan persatuan. Tekanan macam itu tidak diinginkan oleh anggota kesatuan, namun apabila ancaman itu muncul dan mau merusakkan kesatuan yang telah ada, dalam keadaan tertentu, misalnya dalam waktu perang, suku-suku dan golongan yang sebelumnya mempunyai kesatuan yang lemah, justru pada waktu itu mereka merapat bersatu untuk membela kepentingan bersama. Perbedaan yang ada dilupakan. Penyelewengan dari persatuan tidak diizinkan. Orang atau kelompok yang bertindak sendiri di luar persatuan yang sudah ada, akan disingkirkan. Ambillah sebagai contoh bangsa Indonesia semasa perang melawan penjajahan Jepang, dan kembalinya penjajahan Belanda. Rasapersatiianyangtebal sebagai bangsa yangha- rus menentukan nasibnya sendiri, menghilangkan rasa perbedaan suku dan agama.

Selain unsur-unsur di atas dapat ditambahkan beberapa unsur pendukung lain, yang dapat mempercepat proses integrasi sosial, yaitu:

1) Bahasa Kesatuan

Integrasi mengandaikan juga komunikasi, termasuk bahasa yang dapat dimengerti para komunikan yangbersangkutan. Perbedaan bahasa daerah yang tidak dapat saling dimengerti tidak memungkinkan komunikasi yang baik. Kesulitan itu dapat diatasi dengan bahasa kesatuan. Misalnya: untuk suku-suku di Amerika Serikat dipakai bahasa Inggris, untuk suku-suku di Indonesia dipakai bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan.

2) Lambang Kesatuan

Baik dari segi kognitif maupun sensitif sejumlah orang lebih mudah dipersatukan dengan lambang yang sama daripada dengan motivasi rasional. Sebagai syarat lambang yang baik untuk semua suku ialah apabila setiap suku merasa dapat menemukan identitasnya di dalam lambang yang sama. Misalnya untuk bangsa Indonesia: Garuda Pancasila.

PENGAWASAN SOSIAL SECARA INTENSIF | ADP | 4.5