PENGERTIAN ASUMSI BEHAVIORISTIK

By On Thursday, November 13th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Model sifat dasar manusia dengan pendekatan behavioristik ini berasal dari beberapa pakar psikolog, terutama John Watson, Clark Hull, dan B.F. Skinner. Asumsi dasarnya timbul dari hasrat untuk menjadikan studi behavioristik sebagai ilmu murni. Tujuan mereka adalah untuk mengembangkan teori perilaku manusia yang sederhana dan berdiri sendiri.

Dalii yang muncul dari upaya tersebut adalah stimulus response (rangsangan-tanggapan) yang menyatakan bahwa objek (termasuk manusia) hanya memberikan response terhadap stimulus dari luar dan response tersebut tergolong dalam jenis perilaku tertentu yang disebut norma. Apabila kita dapat mengendalikan stimulus dan mengukur response, maka kita akan dapat mengetahui perilaku normatif seseorang. Oleh karena itu perilaku akan dapat diprediksi pada saat stimulus terjadi. Kaum behavioris menjadikan manusia sebagai objek dengan menunjuknya tidak sebagai manusia atau individu, melainkan sebagai organisme.

Model sifat dasar dari kaum behavioris pada dasarnya merupakan model teori belajar (learning theory model) yang menganggap bahwa melalui peneguhan perilaku yang dapat diterima, anda dapat mengetahui struktur masyarakat. Ada tiga asumsi pokok mengenai sifat dasar manusia :

  1. a) Asumsi yang menyatakan bahwa perilaku dipelajari dengan membentuk asosiasi. Asosiasi ini dapat disebut kebiasaan, refleksi, atau hubungan antara response dengan peneguhan hal-hal yang memungkinkan dalam lingkungan. Apapun jenis asosiasi tersebut, ia merupakan jenis hubungan internal antara stimulus dari luar dengan response yang ditimbulkan. Asosiasi ini dianggap akumulatif, yakni suatu perubahan besar dalam perilaku dapat disempurnakan melalui realisasi dari berbagai perubahan kecil. Perilaku manusia dianggap seperti suatu mesin yang terdiri dari bagian-bagian yang saling bergantung satu sama lain sehingga stimulus dari satu bagian akan menimbulkan response dari bagian lainnya.
  2. b) Asumsi yang menyatakan bahwa manusia pada dasarnya bersifat hedonistik, berupaya mencari kesenangan dan menghindari kesulitan. Pada dasarnya asumsi tersebut merupakan suatu model yang menyampingkan perilaku tertentu seperti derma, cinta, atau altruis- me (sifat mementingkan orang lain), la bekerja atas dasar peneguhan; semakin diperoleh umpan balik yang diharapkan, semakin mudah untuk melanjutkan perilaku. Orang berusaha untuk memperbanyak pendapatannya dan mengurangi kekurangannya suatu model ekonomi yang sangat sederhana (apabila saya bersikap baik kepada orang lain, mereka akan memberikan apa yang saya inginkan).
  3. c) Asumsi yang menyatakan bahwa perilaku pada dasarnya ditentukan oleh lingkungan. Oleh karena perilaku merupakan fungsi asosiasi antara tindakan dengan peneguhan, dan semua peneguhan berasal dari lingkungan, maka dengan menggunakan lingkungan, orang pada akhirnya dapat menghasilkan perilaku yang diinginkan. Oleh sebab itu asumsi tersebut menyatakan bahwa karena perilaku dapat dipelajari dan dapat dihasilkan, maka ia dapat dikendalikan. “Perkembangan seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya.
PENGERTIAN ASUMSI BEHAVIORISTIK | ADP | 4.5