PENGERTIAN BAHAYA DARI PEMBARUAN SEMU

20 views

Satu perangkap lain yang harus dihadapi dengan hati-hati oleh seorang pelaksana pembaruan kebudayaan, ialah memperkenalkan pembaruan palsu, yaitu teknik untuk proses baru yang nampaknya seolah-olah meningkatkan mutu hidup penduduk, tetapi dalam kenyataannya tidak membawa perbaikan. Misalnya pada tahun-tahun belakangan ini dalam rangka program perbaikan rumah di beberapa daerah di Rodesia Utara diperkenalkan kompor yang alat pembakarnya adalah kayu. Dari dahulu, kaum wanita setempat memasak di luar rumah, di atas tungku tanah liat yang ditinggalkan. Setelah kompor yang diperbaiki itu dibangun, ternyata kaum wanita di Rodesia tidak menyukainya.

Walaupun kompor baru itu kelihatan modern dan karena itu seolah-olah lebih efisien, kenyataannya bukanlah begitu. Dengan tungku corak lama panasnya gampang diatur, dan potongan kayu dari berbagai ukuran dapat dipergunakan. Sebaliknya, kompor baru itu memerlukan kayu yang telah dipotong-potong menurut ukuran yang tertentu, dan panasnya sukar diatur. Selanjutnya, yang memasak terpaksa tinggal sendirian dalam rumah, dan tidak lagi seperti biasa sambil masak berhubungan dengan wanita lain di luar, di udara bebas, di sekitar api tungkunya. Jelas, bahwa tungku baru itu benar-benar tidak merupakan perbaikan, dan, kiranya tak usah diulangi di sini, umur kompor baru itu tidaklah lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *