PENGERTIAN BUDAYA ORGANISASI

By On Saturday, September 19th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Bahasa Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “budhayah” merupakan bentuk jamak dari kata budhi yang berarti budi atau akal.
Budaya adalah daya dari budi yang berupa:
1. Cipta : Keingintahuan Manusia yang diperoleh dari pengalamanpenyalaniannya, seperti pengalaman lahir dan batin, sehingga timbullah bermacam-macam ilmu pengetahuan, baik secara teoritis maupun secara praktis.
2. Karsa : Bagaimana cajjanya dapat hidup dengan sempurna, sehingga menghasilkan aturan-aturan hidup, tata cara hidup yang baik.
3. Rasa : Dorongan bagi Manusia untuk menikmati keindahan dan menolak keburukan-keburukan, sehingga timbullah berbagai macam seni.
Sedangkan kebudayaan adalah hasil dari Cipta, Karsa dan Rasa. E.B. Taylor yang menulis dalam bukunya yang terkenal “Primitive Culture”, bahwa kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan yang lain, serta kebiasaan yang didapat Manusia sebagai Anggota Masyarakat. (Hartono dkk, ilmu Budaya Dasar 1986 hal. 9-10).
Sidi Gazalba : Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan Manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu. Sehingga kebudayaan adalah hasil buah budi Manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. (Hartono dkk, Ilmu Budaya Dasar 1986, hal 11).
Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. (Stephen P. Robbins, Teori Organisasi Edisi 3, 1995, hal 4). Dimana Organisasi keberadaannya dibentuk oleh Manusia guna mencapai sasaran kehidupan yang diinginkannya. Oleh karena itu di dalam suatu organisasi ada yang berperan sebagai pemimpin dan ada pula berperan sebagai yang dipimpin.
Dan tak perlu dipungkiri bahwa Organisasi itu erat kaitannya dengan Manajemen, yaitu orang-orang/kelompok-kelompok yang menggerakkan Organisasi agar berpose secara terus menerus. Layaklah kiranya bahwa Organisasi merupakan mesin sosial yang memiliki potensi untuk mencapai hasil lebih besar/bernilai daya guna dari pada dicapai hanya satu orang saja. Penghayatan yang dapat ditelusuri atas kehadiran suatu Organisasi yang dikenal dengan “Sosial Responsibility” dengan perkataan lain adalah tanggung jawab sosial.
Makin banyak organisasi yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat, maka tanggung jawab sosialnya semakin besar. Tidak jarang anggota-anggota suatu organisasi dapat bersedia mengeluarkan sejumlah biaya atau melakukan tindakan investasi guna mengembangkan organisasinya, termasuk pengorbanan-pengorbanan tenaga dan buah pikiran.
Di atas telah dikatakan bahwasanya Organisasi merupakan kesatuan sosial, maka pola intefaksinya dari para anggota harus diseimbangkan dan diselaraskan, sehingga diperlukan suatu bentuk koordinasi untuk mempolakan interaksi manusia satu dengan manusia lainnya pada organisasi tersebut. Untuk Organisasi sosial atau sukarela, para anggota memberi kontribusi dengan imbalan prestise, interaksi sosial atau kepuasan guna membantu orang lain. Setiap Organisasi mempunyai batasan yang membedakan antara siapa saja yang menjadi bagian dan siapa saja yang tidak menjadi bagian dari Organisasi tersebut. Orang-orang yang berkumpul dalam suatu organisasi sudah jelas kiranya punya suatu keterikatan yang terus menerus. Rasa keterikatan itu bukan berarti dia menjadi keanggotaan seumur hidup.
Akan tetapi sebaliknya, Organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang didalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur. (Stephen P. Robbins, Teori Organisasi Edisi 3, 1995 hal 5).
Akhirnya Organisasi memiliki tujuan yang diharapkan dari seluruh anggotanya, melalui suatu kesepakatan yang secara umum telah disepakati atas tanggung jawab bersama atas dasar misi Organisasi. Sebagai imbalan dari prestasi kerja itulah setiap anggota akan menerima imbalan/kompensasi baik yang dirasakan langsung maupun tidk langsung. Dengan perhatian yang begitu tinggi dapatlah kiranya kehidupan dari organisasi lebih panjang dari pada ke-hidupan para anggota, yang dapat dilanjutkan oleh anggota-anggota penerus dikemudian hari.
Setiap Organisasi yang didirikan baik itu organisasi yang bersifat sosial maupun bisnis mempunyai kepribadian/ciri khas tertentu dan tidak dapat disamakan bentuk kepribadiannya dengan organisasi lain. Hal ini yang menjadi ukuran bahwa organisasi itu berbudaya, atau lebih lazim dikatakan Budaya Organisasi. Yakni nlai-nilai dominan yang didukung oleh organisasi, berdimensi sebagai alat ukur sampai sejauh mana berperannya terhadap efekHfitas suatu organisasi. Budaya organisasi merujuk pada suatu sistim pengertian yang diterima secara bersama. (Stephen P. Robbins, 1995, hal 479). Maka perilaku anggota-anggotanya terhadap pola kepercayaan yang dianut oleh organisasi itu termasuk praktek-praktek perkembangan yang dilakukan oleh organisasi tersebut.

PENGERTIAN BUDAYA ORGANISASI | ADP | 4.5