PENGERTIAN COMMUNITY (KOMUNITAS) ADALAH

By On Tuesday, March 9th, 2021 Categories : Bikers Pintar

Memiliki rasa interpedensi.

Pengertian community (komunitas) adalah Salah satu kon­sep yang paling banyak dipakai dalam ilmu sosial, tetapi juga merupakan konsep yang paling samar dan sulit, dan karenanya defi­nisi yang pasti atas istilah ini belum per­nah ada. Sebagian dari problemnya berasal dari keragaman maknanya dan kandungan emotif yang dimunculkannya. Komunitas menjadi kata yang meliputi banyak hal yang dipakai untuk mendeskripsikan unit sosial yang bervariasi dalam skala dan muatannya, mulai dari pedesaan, peruma­han, lingkungan, kelompok etnis, bangsa, dan organisasi internasional. Pada tingkat minimum, komunitas biasanya merujuk pada sekelompok orang dalam area geo­grafi tertentu yang berinteraksi dalam in­stitusi bersama, dan yang memiliki rasa interpedensi dan rasa memiliki yang sama. Namun, sekumpulan individu yang ting­gal dan berinteraksi dalam teritori yang sama,dalam dirinya sendiri, bukan komu­nitas—khususnya jika individu-individu itu tidak memandang diri mereka sebagai komunitas. Yang mengikat komunitas bukan struktur, tetapi keadaan pikiran; se­buah kesadaran atau semacam perasaan solidaritas. Dimensi subjektif ini membuat komunitas menjadi problematik sebagai alat untuk analisis sosiologi karena batas­batas dari identitas kelompok, dari pers­pektif mereka sendiri, biasanya cair dan tidak terlihat, tidak tetap atau pasti.

Merepresentasikan komunitas. Pengertian community (komunitas) adalah

Studi empiris atas komunitas sering kali dikacaukan dengan asumsi sosial ten­tang seperti apa komunitas itu seharusnya (Bell dan Newby, 1971, h. 2). Kekacauan lain berasal dari penggabungan komu­nitas sebagai unit sosial atau kumpulan (klub, pedusunan, pinggiran kota, kota) dengan komunitas sebagai relasi sosial (di­dasarkan pada sentimen atau ekonomi). Kekacauan ini dapat dilihat pada karya Tonnies (1887) dan konsepnya tentang Gemeinschaft, yang merepresentasikan komunitas skala kecil praindustrial yang terintegrasi berdasarkan kekerabatan, per­temanan dan pertetanggaan, di mana relasi sosialnya begitu dekat, lama, dan berva­riasi. Dalam rumusan Tonnies, komunitas dikontraskan densan nonkomunitas atau Gesellschaft (“asosiasi”)—melambangkan ikatan impersonal, anonim, kontraktual, dan amoral yang menjadi karakter masya­rakat modern. Mengikuti Weber dan Tonnies, para sosiolog Amerika, terutama Talcott Par­sons, Robert Park, Louis Wirth dan Robert Redfield, menggunakan komunitas sebagai tipe ideal pada kontinum antara dua kutub seperti tradisi-modernitas, rural-urban, dan sakral-sekuler. Yang tersirat dalam pendekatan ini adalah pandangan nostal­gik atau romantik tentang masa lampau: asumsi kohesi emosi dan “kehidupan yang baik” di komunitas pedesaan tradisional dipakai untuk melakukan perbandingan dengan anonimitas, isolasi, dan alienasi MASS SOCIETY modern.

Konstruk sim­bolis. Pengertian community (komunitas) adalah

Walaupun kemudian muncul banyak studi komunitas di dalam sosiologi dar; antropologi (Franskenberg, 1966), pen­dekatan empiris ini “tetap sepenuhnya steril pada level teoretis” (Elias, 1974, h.xvi). l’ada 1960-an dilakukan usaha untuk mcngcmbangkan pendekatan interaksionis yang lebih dinamis dengan penekanan pada jaringan sosial, faksi, cliques, dan kelom­pok informal atau nonteritorial (Boisevain, 1968). Akan tetapi, pendekatan antropo­logi yang lebih baru, yang dicontohkan oleh Cohen (1985), menghindari problem definisi untuk merumuskan model struk­tural dari komunikasi dengan cara me­ngonsentrasikan diri pada makna. Menurut Cohen, komunitas adalah konstruk sim­bolis tanpa parameter yang- tetap (fixed) yang hanya eksis dalam relasi dan oposisi dengan komunitas lain; sistem VALUES dan kode moral yang memberi rasa IDENTITY dan ikatan moral bagi anggotanya. Ide ko­munitas sebagai entitas “yang dibayang­kan” dan “ide-kekuatan” simbolis juga dipakai dalam karya Anderson (1983; 1998) tentang NATIONALISM dan transna­sionalisme. Dalam kaitannya dengan per­temanan, inklusi, dan rasa memiliki, ko­munitas telah menjadi konsep kunci dalam pemikiran politik dan religius. Ia diberi perhatian khusus dalam tradisi sosialis dan anarkis. Dikotomi komunitas-asosiasi dapat dihubungkan dengan konsep masya­rakat politik yang berbeda—sebagai aso­siasi longgar dari individu yang saling ber­saing (liberal/pandangan Hobbesian), atau sebagai kelompok yang lebih dari sekadar penjumlahan dari bagian-bagiannya, se­buah agen moral yang dapat mewujud­kan kewarganegaraan sejati (pandangan sosialis/Rousseauian). Sebagai sebuah konsep analitis, ko­munikasi tidak banyak manfaatnya, meski punya arti pentingnya sebagai realitas yang dibayangkan dalam kehidupan ke­banyakan orang. Ia adalah semboyan yang mengandung arti keseluruhan, kohesi, ko­muni, kepentingan publik, dan semua hal yang baik-baik. Seperti diamati oleh Ray­mond Williams (1976, h. 76), “berbeda dengan semua bentuk istilah organisasi sosial lain (negara, bangsa, masyarakat, dsb.), ia tampaknya tidak pernah dipakai dengan cara buruk.” Akihatnya, komu­nitas muncul sebagai tambahan untuk se­kumpulan institusi yang mengandung hu- bungan dekat yang mendalam, hori•ontal dan natural (perawatan komunitas, semangat komunitas, komunitas lokal, European Community), meski hubungan itu lemah. Ia juga dipakai oleh politisi, perencana, dan arsitek untuk melegitimasi kcbijakan atas nama kepentingan publik, meski ke­nyataannya berkata lain. Pengertian community (komunitas) adalah

PENGERTIAN COMMUNITY (KOMUNITAS) ADALAH | ADP | 4.5