PENGERTIAN DEVIASI SOSIAL

35 views

Sehubungan dengan isi dari norma-norma sosial, maka pada dasarnya norma-norma sosial itu sendiri di dalamnya mengandung “harapan-harapan tertentu. Keseragaman perilaku dalam kehidupan bersama dapat dipandang sebagai hasil dari keterikatan mereka terhadap norma-norma sosial itu. Akan tetapi, Horton dan Hunt menyatakan bahwa tidak ada suatu masyarakat yang benar-benar secara sukses dapat mempraktekkan atau mengelaborasikan norma-norma sosial di dalam perilaku merekaT25′ Hal ini memberi pertanda bahwa di dalam masyarakat akan terdapat perilaku yang tidak sesuai atau tidak conform dengan norma- norma yang berlaku pada masyarakat yang bersangkutan dalam frekuensi sedikit atau banyak. Pernyataan tersebut ini memberikan suatu konklusi, bahwa penyimpangan dari norma-norma sosial (walaupun pada masyarakat tradisional) dapat terjadi dan penyimpangan tersebut mungkin dapat dikukuhkan menjadi standard perilaku yang dibenarkan dan boleh dilakukan. Contoh yang mungkin dapat menjelaskan dengan tepat konsepsi ini adalah konsep masyarakat mengenai apa yang disebut kawin lari. Di beberapa masyarakat di Indonesia, dikenal kawin lari (Lampung: sebambangan, Ambon: laribini, Batak: mangalua, Bali: ngerorod). Mengingat adanya ketentuan khusus yang merupakan sanksi (di Lampung misalnya, ada acara ngantaksalah), maka kawin lari pada dasarnya merupakan deviasi dari norma pelamaran.

Kadang-kadang individu dihadapkan pada tun- tutantuntutan normatif yang bertentangan. Dalam beberapa hal, pertentangan norma seperti itu dapat diselesaikan melalui suatu prinsip di mana dinyatakan bahwa norma-norma tertentu harus didahulukan daripada yang lain. Seorang mahasiswa yang berteriak pada waktu kuliah misalnya, akan dimaafkan oleh dosennya apabila teriakan itu dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada dosen bahwa telah terjadi sesuatu yang genting atau gawat. Contoh di atas menunjukkan keadaan terjadinya deviasi (“penyimpangan”) karena sebab tuntutan normatif yang bertentangan. Menurut Horton dan Hunt, titik perhatian utama dari sosiologi terhadap deviasi, adalah deviasi dari perilaku terhadap norma-norma sosial yang dihasilkan oleh kebudayaan. Hal ini berbeda dengan titik perhatian dari psikologi, yaitu terutama menelaah penyimpangan yang bersumber secara psikologis, seperti neurotic, psychotic dan sebagainya. Contoh dari deviasi adalah misalnya, kenakalan remaja (juvenile delinquent), orang yang melakukan pertapaan (bertapa).

Incoming search terms:

  • deviasi sosial
  • pengertian deviasi sosial
  • deviasi sosial adalah
  • pengertian deviasi
  • arti deviasi sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *