PENGERTIAN FAKTOR HOMOPHILY-HETEROPHILY-EMPATHY

By On Sunday, November 9th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Berbicara mengenai efektivitas komunikasi antarpribadi, Mc.Crosky, Larson, dan Knapp dalam bukunya “An Introduction to Interpersonal Communication” mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap situasi.

Ketiga pengarang tersebut memilih istilah “ketepatan yang lebih besar” (greater accuracy) daripada “ketepatan yang menyeluruh” (total accuracy), karena memperoleh ketepatan 100% antara komunikator dan komunikan tidaklah mungkin, dan tidak akan pernah terjadi. Total accuracy dalam komunikasi menghendaki komunikator dan komunikan mempunyai pengalaman yang benar-benar sama dalam semua hal yang dibicarakan. Hanya kalau demikianlah, mereka akan mempunyai pengertian yang benar-benar sama mengenai suatu pesan; dan hanya jika demikianlah mereka akan mempunyai ketepatan yang menyeluruh, pengertian yang menyeluruh atau komunikasi yang sempurna. Selama orang-orang berbeda tidak akan pernah bisa membangkitkan idea yang benar-benar sama dalam benak komunikan sebagai yang dikontribusi- kan dalam benak komunikator. Komunikasi yang efektif menurut Mc.Crosky, Larson, dan Knapp, dapat dicapai dengan mengusahakan accuracy yang paling tinggi derajatnya dalam setiap situasi.

Untuk kesamaan dan ketidaksamaan dalam derajat pasangan komunikator dan komunikan dalam proses komunikasi, Everett M.Rogers mengetengahkan istilah homophily dan heterophily yang dapat memper-jelas hubungan komunikator dan komunikan dalam proses komunikasi antarpribadi. Homophily adalah sebuah istilah yang menggambarkan derajat pasangan perorangan yang berinteraksi yang memiliki kesamaan dalam sifatnya (attribute), seperti kepercayaan, nilai, pendidikan, status sosial, dan sebagainya. (Istilah homophily berasal dari perkataan Yunani “homoios” yang berarti “sama”. Jadi secara harfiah, homophily berarti komunikasi dengan orang yang sama.

Heterophily, sebagai kebalikan dari homophily, didefinisikan sebagai derajat pasangan orang-orang yang berinteraksi yang berada dalam sifat-sifat tertentu. Dalam situasi bebas memilih, di mana komunikator dapat berinteraksi dengan salah seorang dari sejumlah komunikan yang satu sama lain berbeda, di situ terdapat kecenderungan yang kuat untuk memilih komunikan yang lebih menyamai dia.

Homans setelah melakukan penelitian berpendapat bahwa “lebih dekat kesamaannya sejumlah orang dalam tingkatan sosial, lebih sering mereka berinteraksi satu sama lain”.

Kenapa homophily terjadi? Orang-orang yang sama lebih mungkin termasuk kelompok yang sama, berdiam lebih berdekatan satu sama lain, dan tertarik oleh kepentingan yang sama. Kesamaan secara sosial ini menjurus ke homophily. Selanjutnya komunikasi yang lebih efektif terjadi apabila komunikator dan komunikan berada dalam keadaan homophily. Jika antara komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa, maka komunikasi di antara mereka itu akan lebih efektif. Kesamaan antara orang-orang itu menimbulkan kemungkinan untuk berkomunikasi, dan pada gilirannya lebih besar kemungkinan komunikasi menjadi lebih berarti. Kebanyakan orang menyenangi interaksi dengan orang yang benar-benar sama dalam status sosial, pendidikan, kepercayaan, dan sebagainya.

Homophily dan komunikasi efektif saling memperkuat satu sama lain. Lebih sering berkomunikasi, lebih besar kemungkinan untuk menjadi homophily. Lebih bersifat homophily, lebih besar kemungkinan untuk ber-komunikasi secara efektif.

Menurut Lazarsfeld dan Merton, homophily dapat merupakan hasil dari interaksi atau merupakan dasar bagi pemilihan untuk berinteraksi.

Salah satu dari kesimpulan dari penelitian mengenai pemilihan Presiden Amerika Serikat pada tahun 1940 ialah bahwa “perubahan dalam tujuan memilih telah mempertinggi homogenitas kelompo Mayoritas pemilih yang sama sekali berubah ternyata telah berubah menuju arah pilihan kelompok sosial mereka. Orang yang mengingkari homophily dan berusaha untuk berkomunikasi dengan orang yang berbeda dengannya dikecewakan oleh komunikasi yang tidak efektif. Umpamanya, change agent pada penduduk petani di negara-negara yang sedang berkembang, menjumpai masalah- masalah disebabkan komunikasi dengan penduduk yang jauh berbeda dengannya. Perbedaan dalam kemampuan teknik, status sosial, sikap, dan kepercayaan, kesemuanya itu menyebabkan adanya heterophily dalam bahasa dan pengertian, yang selanjutnya menyebabkan pesan yang disampaikan kepada mereka diabaikan.

Heterophily seperti itu seringkali menjurus ke komunikasi yang tidak efektif antara change agent dengan penduduk, dan juga menyebabkan gagalnya kampanye penyebaran inovasi. Salah satu akibat dari heterophily yang tinggi derajatnya dalam penyebaran ialah, bahwa change agent cenderung untuk berinteraksi paling efektif dengan penduduk yang secara relatif sangat menyamai change agent dalam day^ pembaharuan, status sosial, dan kepercayaan. Tetapi untuk penduduk yang lebih bersifat homophily ini, bagi change agent hanya sedikit saja usaha yang diperlukan dibandingkan dengan untuk penduduk yang terbelakang dan yang statusnya lebih rendah.

Dukungan terhadap hal itu timbul dari analisis penelitian yang luas mengenai penyebaran inovasi, yang menyatakan dengan tegas, bahwa penduduk yang mengadakan kontak dengan change agent yang relatif bertingkat tinggi, mempunyai status sosial yang lebih tinggi, berpendidikan lebih tinggi, dan berdaya-inovasi yang lebih besar daripada rata-rata penduduk.

Selanjutnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa change agents yang sukses ialah mereka yang hampir menyamai rata-rata penduduk. Seoagai misal, berdasarkan penelitian Institut Pertanian Allahabad di India, change agent tingkat desa dengan pendidikan sekolah rendah lebih efektif dalam mencapai penduduk (yang kebanyakan tahu membaca dan menulis) daripada change agents yang berpendidikan SLA atau universitas. Untuk menjembatani jurang heterophily antara change agent dan penduduk, maka change agent mengkonsentrasikan usahanya pada pemuka pendapat (opinion leader). Tetapi, jika pemuka pendapat terlalu berdaya-inovasi daripada penduduk umumnya, heterophily (dan komunikasi efektif yang mengikutinya) yang terdapat sejak semula antara change agent dengan penduduk, kini terdapat antarpemuka pendapat dengan penduduk.

Dalam suatu sistem, homophily dapat menjadi rintangan bagi lajunya pembaharuan yang cepat. Idea-idea baru biasanya masuk melalui anggota-anggota masyarakat yang statusnya lebih tinggi dan lebih berdaya inovasi. Jika terdapat homophily yang bertaraf tinggi,-orang-orang elite ini terutama berinteraksi dengan sesamanya; hanya sedikit saja penemuan baru yang sampai pada penduduk yang non elite. Roggers dan Svenning berkesimpulan bahwa desa-desa tradisional di Columbia ditandai oleh homophily dalam penyebaran antarpribadi (interpersonal diffusion) yang bertaraf lebih tinggi. Hanya bila norma-norma desa menjadi lebih modern, penyebaran menjadi lebih heterophilous. Santi Prya Bose setelah mengadakan penelitian pada tahun 1967 menjumpai adanya homophily yang bertaraf sangat tinggi pada penduduk desa di India berdasarkan tingkat kasta, pendidikan, dan ukuran kebun yang dimiliki. Tetapi dekat Calcutta, kasta tidak begitu penting bagi interaksi; sebaliknya pendapatan (upah, gajih) yang sangat penting. Dengan demikian, ciri yang pasti dalam hubungan dengan homophily ini bervariasi dengan sifat sistem masyarakat dan dengan sifat inovasi. Di Indonesia, penelitian mengenai komunikasi antarpribadi belumlah dilakukan secara intensif. Akan tetapi pendapat Everett M. Rogers dan Dilip K. Bhowmik dalam karyanya “Homophily Heterophily: Rational Concepts for Communication Research”, yang menyatakan bahwa “sistem yang lebih tradisional ditandai oleh derajat homophily yang lebih tinggi dalam komunikasi antarpribadi” dan “kalau norma-norma desa yang menjadi lebih modern menjadi lebih bersifat heterophily”, dapatlah kiranya dijadikan pedoman dalam menggiatkan komunikasi antarpribadi untuk menggerakkan pembangunan di Indonesia.

Pemerintah Indonesia – dalam hal ini Departemen Penerangan – mengakui pentingnya komunikasi anjarpribadi untuk mempercepat pembangunan dan modernisasi ini terbukti dengan gerakan anjangsana yang dilakukan oleh para petugas penerangan terutama di desa-desa. Anjangsana adalah komunikasi antarpribadi antara petugas penerangan dengan penduduk, bertempat di rumah, dan bersifat tidak resmi dan relaks. Meskipun demikian di situ terdapat tujuan tertentu. Tujuannya atau memberikan penerangan atau mengubah sikap penduduk sesuai dengan policy pemerintah.

Dalam komunikasi antarpribadi terdapat pengaruh-mempengaruhi antara kedua pihak, dan lebih merupakan proses yang terus berlangsung daripada merupakan peristiwa yang statis. Seorang penduduk yang menerima informasi atau opini mungkin pula menyampaikan informasi dan opini. Ini berarti, bahwa anjangsana sesungguhnya adalah proses penyampaian informasi (information-sharing process), bukan hanya sekadar perjumpaan antara dua orang. Tetapi, karena fungsi petugas penerangan adalah change agent, maka dia harus mendominir komunikasi; dengan perkataan lain ia harus lebih menjadi pembicara daripada pendengar. Lebih-lebih dia juga adalah pemuka pendapat yang bertugas membimbing opini penduduk ke arah yang ditentukan pemerintah. Meskipun penelitian mengenai komunikasi antarpribadi belum banyak dilakukan di Indonesia, hasil penelitian di negara lain untuk sementara dapat dipergunakan sebagai pola. Seperti telah dijelaskan, kebanyakan komunikasi yang bersifat heterophily adalah komunikasi yang tidak efektif. Tetapi beberapa guru di pedesaan penduduk miskin di Amerika Serikat telah sukses dalam komunikasinya. Dalam pada itu beberapa change agents dapat berkomunikasi dengan penduduk dengan sangat efektif pula. Kenapa? Salah satu sebab ialah kemampuan emphatic pihak komunikator, sebagaimana telah disinggung di muka.

Rogers dan Bhownik mendefinisikan empathy sebagai kemampuan seseorang untuk memproyeksikan dirinya kepada peranan orang lain. Apabila komunikator atau komunikan atau kedua-duanya (dalam situasi heterophily) mempunyai kemampuan untuk melakukan empathy satu sama lain, kemungkinan besar akan terdapat komunikasi yang efektif. Jika mungkin diketahui bagaimana perasaan orang lain dalam suatu situasi dan bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain itu, maka mungkin sekali dapat menyampaikan pesan yang tepat kepada komunikan.

Jika seorang komunikator mempunyai empathy yang mendalam dengan komunikan yang heterophilous, maka komunikator dan komunikan benar-benar berada dalam situasi homphilous dalam pengertian sosio-psikologis. Dengan demikian, penjelasan kita terdahulu mengenai heterophily dan komunikasi tidak efektif menghendaki modifikasi sebagai berikut: komunikasi heterophilous kurang efektif dibandingkan dengan komunikasi homophilous, kecuali kalau komunikator mempunyai derajat empathy yang tinggi dengan komunikan.

Incoming search terms:

  • pengertian homophily dan heterophily
  • Accuracy mempunyai pengertian
PENGERTIAN FAKTOR HOMOPHILY-HETEROPHILY-EMPATHY | ADP | 4.5