PENGERTIAN FATALISME

By On Monday, March 10th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Dari kata Latin fatum, adalah suatu paham yang beranggapan bahwa segala kejadian alam dan hidup manusia berada di luar kuasa manusia un­tuk mengubahnya, dan berada dalam kuasa penuh suatu prinsip atau sebab mutlak dan punya kesadaran. Prinsip atau sebab mutlak itu disebut nasib. Walaupun fatalisme kerap kali dianggap salah sa­tu bentuk determinisme, ada perbedaan antara kedua­nya. Determinisme menerangkan suatu fakta tunggal dengan mengaitkannya dengan fakta tunggal lainnya, baik yang mendahului maupun yang menyusul. Fa­talisme tidak hanya menerangkan fakta tunggal, te­tapi seluruh peristiwa dan mengaitkannya dengan sa­tu sebab yang bersifat unik. Fatalisme harus’di beda­kan dari determinisme kausal. Dalam determinisme Icausal tersedia kemungkinan bahwa tindakan manu­sia secara kausal bisa mengubah atau! mempengaruhi ap; >ang akan terjadi. Dalam fatalisme, satu-satunya sikap yang mungkin adalah menyerah dan menerima apa yang akan terjadi. Sebagai sikap hidup atau ke­cenderungan, fatalisme terdapat dalam berbagai ke­budayaan, pemikiran, jaman dan agama, serta meng­andaikan berbagai aspek dan makna. Fatalisme ada beberapa macam, yaitu fatalisme mitologis, fatalisme filsafat, fatalisme astrologis, dan fatalisme teologis.

Fatalisme Mitologis bentuk pertama fatalisme yang dij npai dalam pemikiran Yunani. Paham ini me- nga.akan bahwa di atas berbagai bentuk ilahi yang di­kenal manusia, misalnya dewa-dewi, ada suatu ke­kuatan yang mendominasi seluruh kehidupan manu­sia, dunia, bahkan bentuk ilahi sendiri. Bentuk dasar fatalisme ini mungkin dari refleksi awal benda-benda luar angkasa yang tampak teratur dan tak dapat di­campuri manusia. Refleksi semacam ini biasanya di­landaskan pada kepercayaan rakyat yang sederhana. Jika benar begitu, fatalisme tidak mempunyai asal- usul religius, dan semata-mata hanya merupakan un­gkapan primitif dari minat spekulatif.

Fatalisme Astrologis. Karya Claudius Ptolemeus Quadripartitum dianggap sebagai karya klasik fata­lisme astrolcgis yang berusaha menyatakan dengan je­las adanya hubungan antara keadaan seseorang dan posisi bintang ketika ia dilahirkan. Berdasarkan pa­ham ini ada hubungan antara posisi bintang dan se­gala aspek hidup manusia: keadaan jasmaninya, wak­tu moral, bahkan perasaannya. Manusia diletakkan dalam kuasa penuh benda luar angkasa. Dalam ben­tuk modern, horoskop dan ramalan bintang didasari pah m ini. Jika seorang astrolog masih mengakui se­gi kebebasan dan tanggung jawab pada diri manusia, ia akan berpendapat bahwa pengaruh bintang hanya mengenai segi jasmani orang itu, sedang kehendak dan jiwa mempunyai kebebasan tersendiri.

 

Fatalisme Filsafat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan fatalisme astrologis, hanya lebih rasional dan sistematik. Peranan bintang diganti oleh konsep ter­tentu, misalnya waktu siklis. Pada masa setelah Pla­to dan Aristoteles, paham ini menampakkan diri pa­ling jelas dalam Stoisisme. Stoisisme menjelaskan ke­jadian dengan irama waktu siklis yang tak dapat di- campurtangani manusia. Dengan begitu aliran ini mengorbankan segala kekhasan pribadi yang beraneka ragam ke dalam monoisme naturalistik.

 

Fatalisme Teologis sebenarnya terdapat dalam hampir semua agama. Namun ini tidak berarti bah­wa semua agama bersifat fatalistik. Paham ini secara ekstrem menekankan kehendak Tuhan di atas segala- galanya dan mendahului segala-galanya. Yang dapat dilakukan manusia adalah mengikuti kehendak itu. Kerap kali kehendak Tuhan sudah dirumuskan seca­ra jelas, sehingga menjadi aturan yang disertai sanksi. Manusia tak mempunyai pilihan kecuali yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan demikian, paham ini menyingkirkan kebebasan dan tanggung jawab mo­ral individu. Segi akal budi manusia, yang memung­kinkan manusia bisa memilih, juga tidak dihargai.

Incoming search terms:

  • fatalisme
  • pengertian fatalisme
  • paham fatalisme
  • fatalisme adalah
  • pengertian paham fatalisme
  • faham fatalisme
  • fatalistik
  • paham fatalisme adalah
  • sikap fatalisme
  • apa itu fatalisme
PENGERTIAN FATALISME | ADP | 4.5