PENGERTIAN FETUS

By On Sunday, March 16th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Suatu stadium perkembangan janin manu­sia dari minggu ke-8 sampai dilahirkan. Pada stadium fetus ini kebanyakan sistem organ telah berkembang sehingga mencapai bentuknya yang sempurna. Per­tumbuhan badan bertambah dengan cepat, terutama pada umur kehamilan bulan ketiga dan keempat, serta pada bulan terakhir kehamilan. Perubahan dari sta­dium embrio sebelumnya ke stadium fetus tidaklah mendadak, tetapi jelas ada perubahan bentuk janin dari segumpal sel tanpa bentuk (stadium embrio) men­jadi fetus yang menyerupai manusia. Banyak jaring­an dan organ yang sudah berkembang sejak stadium embrio akan mencapai bentuk sempurnanya pada sta­dium fetus. Hanya sedikit saja organ tubuh yang ba­ru mulai berkembang pada stadium fetus ini. Lihat Embrio.

Pada fetus, jantung telah berdenyut dan dengan bantuan stetoskop bunyi jantung dapat didengar dari luar. Paru-paru belum berkembang karena fetus ma­sih berada di dalam cairan ketuban. Ginjal dan sa­luran pencernaan sudah mulai bekerja, sehingga fe­tus di dalam kandungan sudah dapat mengeluarkan air seni. Didalam saluran pencernaan terdapat juga isi yang disebut mekonium. Bila mekonium ini keluar, fetus berada dalam keadaan bahaya. Terhadap pe­ngaruh teratogen seperti obat-obatan, virus, dan ra­diasi, fetus lebih tahan daripada stadium embrio, ka­rena pembentukan organ sudah hampir tidak ada la­gi dan pertumbuhan organ juga tidak terlalu cepat.

Stadium fetus hanya sampai saat kelahiran. Sete­lah lahir, fetus disebut bayi. Perkiraan tanggal lahir fetus secara kasar ditetapkan 266 hari setelah terjadi­nya fertilisasi atau 280 hari setelah hari pertama mens­truasi terakhir. Kebanyakan fetus dilahirkan 10—15 hari sebelum tanggal yang diperkirakan tadi, tetapi adakalanya terjadi keterlambatan 10—20 hari dari waktu yang diperkirakan.

Pertumbuhan fetus dipengaruhi oleh beberapa fak­tor, misalnya:

(a) Glukosa, insulin, dan asam amino. Glukosa me­rupakan sumber energi utama untuk metabolisme dan pertumbuhan fetus di samping asam amino. Kedua zat ini berasal dari ibu dan didapat melalui plasenta Insulin yang diperlukan untuk metabolisme glukosa disekresikan oleh kelenjar pankreas fetus. Fetus dari ibu yang menderita diabetes mellitus akan cenderung memiliki berat badan yang lebih besar daripada fetus dari ibu yang bebas dari penyakit itu. Hal ini disebab­kan oleh keadaan hiperglikemia (kadar glukosa da­rah yang tinggi) pada ibu diabetik yang diteruskan ke­pada fetus, sehingga kelenjar pankreas fetus men- sekresikan insulin yang berlebihan. Menurut para ilmuwan, insulin adalah hormon pengatur pertumbuh­an primer pada fetus.

(b)Gizi ibu. Ibu yang hamil dengan malnutrisi be­rat disertai kualitas makanan yang buruk selama ke­hamilannya akan menyebabkan berat badan fetus ber­kurang.

(c)  Merokok. Pada ibu hamil yang perokok, per­tumbuhan fetus akan terhambat terutama pada ming­gu ke-8 sampai ke-10. Jika selain merokok ibu itu ju­ga kurang makan, kedua faktor ini akan lebih me­ngurangi pertumbuhan fetus selama kehamilan.

(d)Hamil kembar. Bayi yang lahir kembar dua atau tiga, dan seterusnya, akan mempunyai berat badan yang jauh lebih ringan daripada bayi pada kehamil­an satu bayi, karena plasenta tidak mampu menye­diakan makanan yang cukup bagi semua fetus ter­utama pada trimester ketiga.

(e)  Berkurangnya sirkulasi darah uterus, seperti yang ditemukan pada ibu hamil dengan hipotensi atau ibu hamil yang menderita penyakit ginjal, akan me­ngurangi berat badan fetus.

(f)  Gangguan fungsi plasenta. Jika terjadi kerusak­an plasenta seperti payah plasenta, atau penyumbatan pembuluh plasenta, pertumbuhan fetus dapat tergang­gu pula.

(g) Faktor genetika dan kelaikan kromosom. Gen resesif, kelainan struktur kromosom, jumlah kromo­som, atau kelainan lain yang menyebabkan cacat ba­waan, dapat menyebabkan terjadinya gangguan per­tumbuhan fetus. Contohnya sindroma Down, sin­droma trisomi 18 dan sindroma kromosom E.

Dalam ilmu kedokteran dikenal ilmu fetologi yang mempelajari fetus dalam kandungan. Dengan meng­gunakan endoskop (teropong untuk melihat ke dalam rongga tubuh), fetus dapat diamati sehingga jika perlu dapat dilakukan tindakan pembedahan atau transfusi darah pada fetus. Pemeriksaan cairan amnion (air ke­tuban) melalui amniosentesis, atau pengambilan air ketuban dengan menggunakan jarum, juga dapat di­lakukan. Dari cairan amnion itu dapat dilaksanakan berbagai pemeriksaan, seperti pemeriksaan kromosom dan enzim fetus. Dengan demikian, atas dapat dila­kukan diagnosis atas kelainan fetus dalam kandung­an seperti sindroma Down (kelainan kromosom), eri- trobiastosis fetalis (kelainan darah) serta pemeriksaan kromatin seks fetus guna penentuan kelamin fetus.

Incoming search terms:

  • pengertian fetus
  • fetus adalah
  • apa itu fetus
  • arti fetus
  • apa yang dimaksud dengan fetus
  • definisi fetus
  • fetus artinya
  • apa yang dimaksud fetus
  • pengertian fetus atau janin
  • istilah fetus
PENGERTIAN FETUS | ADP | 4.5