PENGERTIAN FILSAFAT SEBAGAI ILMU

By On Saturday, June 27th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Filsafat sebagai ilmu, sama seperti ilmu-ilmu yang lain yaitu harus memenuhi syarat ilmiah : mempunyai obyek, bermetode, disusun secara sistematis, dan bersifat universal. Obyek filsafat dapat dilihat pada obyek materialnya dan obyek formal. Obyek material filsafat adalah sangat luas yaitu yang mencakup segala sesuatu yang ada. Obyek formal filsafat yaitu sudut , pandangan yang menyeluruh, secara umum, sehingga dapat mencapai hakekat dari pada obyek materialnya.

Metode filsafat sebenarnya sangat banyak, hampir sama dengan definisi dari para ahli dan filsuf sendiri. Karena metode ini adalah suatu alat pendekatan untuk mencapai hakekat sesuai dengan corak pandangan filsuf itu sendiri. Lantaran banyaknya metode filsafat, sedikitnya ada 10 metode filsafati yang banyak dipergunakan, artinya mempengaruhi para filsuf sesudahnya. Runes, dalam Dictionary of Philosophy menyusun menurut garis historis seperti yang ditulis oleh Anton Bakker (1984) sebagai berikut : Motode Kritis, Intuitif, Skolastik, Matematis, Empiris, Transendental, Fenomenologis, Dialektis, Neo-Positivisme, dan Analitika Bahasa.

Masalah sistematis filsafat dapat dilihat adanya kesatuan yang menyeluruh dari unsur-unsur yang membentuknya dan mempunyai hubungan serta tersusun dalam suatu tata tertib yang mempunyai perkembangan (perubahan) ke arah kesempurnaan secara dinamis sehingga dapat tercapai pengetahuan kebenaran atas kenyataan. Unsur dari pengetahuan filsafat, adalah pengetahuan yang berupa hasil kegiatan manusia dalam menghadapi segala realita. Dalam rangka ini maka sebenarnya kegiatan manusia pada permulaan kalinya selalu berhubungan dengan dirinya, ini pada suatu saat akan berupa pengetahuan. Pengetahuan ini ialah pengetahuan manusia atau dengan kata lain filsafat manusia.

Kemudian manusia, setelah sadar terhadap dirinya, ia sadar bahwa ia juga selalu berhadapan dengan alamnya. Dengan penyadaran terhadap alam ini timbul pengetahuan kosmologi. Dan ia juga sadar bahwa ia dituntut untuk mempunyai suatu pengertian terhadap yang diketahuinya itu, ini yang biasa disebut filsafat pengetahuan (epistemoiogi) yang sekaligus juga sadar dengan cara dan alat berpikirnya, maka timbul logika. Tidak sampai di sini saja, manusia sadar terhadap alam sekelilingnya itu ia pun sadar adanya hubungan antara dirinya dengan manusia lain dan benda lain, baik hasil kegiatannya sendiri maupun jadian dari pada alam sendiri yang terkandung rasa indah. Pengetahuan ini disebut filsafat sosial, termasuk etika dan filsafat keindahan. Pengetahuan lain hasil penyadaran terhadap hubungan ini juga pengetahuan-pengetahuan filsafat ; hukum, politik, ekonomi, dan sebagainya (yang merupakan filsafat khusus). Di samping itu manusia menyadari terhadap seluruh kenyataan yang ada yang tidak saja dirinya, orang lain, bendabenda lain dan alam semesta, maka dari penyadaran ini timbullah pengetahuan metafisika. Karena manusia itu selalu disertai dengan rasa ketidakpuasan, maka pada saatnya ia sadar segalanya, maka dalam tarap ini timbullah pengetahuan Ketuhanan (filsafat Ke tuhanan), dari ini dapat dikatakan sebagai suatu persoalan yang paling akhir dalam pemikiran dan penyadaran manusia terhadap kenyataan seluruhnya ini (Abbas Hamami M, 1976)

Sifat universal filsafat berarti kebenaran yang dicapai oleh filsafat beserta rumusannya harus bersifat umum dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu, berlaku di mana saja dan kapan saja, sehingga dapat dipakai sebagai pedoman. Kalau dilihat mengenai tingkat-tingkat ilmu pengetahuan, yaitu; ilmu pengetahuan deskriptif, ilmu pengetahuan normatif, ilmu pengetahuan kausal dan ilmu pengetahu’ an esensi, maka filsafat sebagai ilmu meirupakan ilmu pengetahuan esensi atau ilmu pengetahuan hakiki.

Dalam filsafat walaupun hal yang dituju berupa kenyataan kodrati, sifat dasar atau hekekat telah tercapai, tetapi para ahli filsafat dan filsuf kemudian belum tentu mengikutinya. Malahan sama sekali menentangnya. Hal ini tidak berpandangan sempit dan ‘absurd’, melainkan kebenarannya diakui, hanya perbedaan penglihatannya atau tinjauan saja artinya titik tumpu yang berupa dasar tinjauan dan alat untuk melihat dan meninjaunya serta meresapi dan memutuskannya juga berbeda.

 

Incoming search terms:

  • filsafat sebagai ilmu
  • pengertian filsafat sebagai ilmu
  • filsafat sebagai ilmu pengetahuan
  • jelaskan filsafat sebagai ilmu
PENGERTIAN FILSAFAT SEBAGAI ILMU | ADP | 4.5