PENGERTIAN FRASA KATA BENDA

By On Wednesday, September 30th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Dalam membaca sebuah wacana atau membaca buku teks biasanya orang tidak dapat menghindarkan diri dari frasa kata benda. Frase diberi batasan sebagai sekelompok kata yang belum mempunyai subyek dan tidak dapat berdiri sendiri serta merupakan bagian dari kalimat (Thompson and Keithley, 1991). Apabila kata pokok (headword) dari frasa ini adalah kata benda maka dia dinamakan sebagai frasa kata benda. Frasa kata benda dalam kalimat dapat berfungsi sebagai subyek, obyek, pelengkap dari sebuah klausa (clause), atau sebagai pelengkap dari sebuah preposisi (Hooper, 1980).
Sebuah kata benda sebagai kata pokok (headword) merupakan bagian terpenting dalam frasa itu. Kata pokok ini biasanya didahului oleh sebuah atau lebih kata yang menerangkannya (modifier) dan modifier inilah yang disebut kata sifat. Dalam bahasa Inggris setiap kata yang menerangkan kata benda atau kata ganti benda di-sebut sebagai kata sifat (Stewart, Zimmer and Clark, 1984). Kata sifat ini menjawab pertanyaan jenis apa?, yang mana? berapa banyak? dan siapa?. Kata Sifat biasanya ditempatkan mendahului kata yang diterangkan/disifatinya, walaupun demikian, kata sifat dapat juga ditempatkan setelah kata yang diterangkannya dan fungsinya di sini adalah untuk memberikan kejelasan atau penekanan (Vadrey, Stoddard and Bell, 1993). Kata sifat setelah kata benda ini ditempatkan diantara dua tanda sengkang, misalnya “Report punctual and detailed are required weekly”.
Kata sifat itu dapat berupa kata sandang, dan kata sandang ini mendahului kata benda yang di-terangkannya, misalnya “a hailaway”, “an accountant”, atau “the instructor brought the projetor to the classroom”. Kata sifat dapat berfungsi untuk mendeskripsikan umpamanya “famous manager”, “an interesting presentation”. Kata sifat juga dapat menyatakan punya seperti “my accounting book”, “manager’s approval”, dapat juga untuk memberikan pembatasan, yaitu untuk menyatakan berapa banyaknya sesuatu, misalnya “one representative”, “four metal containers”. Seperti dijelaskan di atas, kata benda dapat juga berfungsi sebagai kata sifat misalnya “A European cruise”, “A New York hotel”. Di samping itu kata kerja yang ditambah “+ing” (present participle), misalnya “starting capital”, “borrowing funds”, “existing circumtance”, dan kata kerja bentuk ketiga (past participle) dapat berfungsi sebagai kata sifat, misalnya “underlined words” dan “informed statement” dan Iain-Iain.
Oleh karena frasa kata benda ini merupakan jenis frasa yang banyak muncul dalam wacana/ buku, maka sapantasnyalah dikuasai dengan baik dan benar. Berikut ini kita akan membicarakan beberapa frasa kata benda dengan contoh-contoh diambil dari buku pegangan untuk mata kuliah bahasa Inggris di beberapa Fakultas Ekonomi dan Sekolah Tinggi llmu Ekonomi di Indonesia, (lihat Dowling and McDougal, 1982).
1. Each one plays a vital role in the success or failure of the marketing mix.
Frasa a vital role terdiri dari kata sandang “a”, yang berfungsi sebagai kata sifat pembatas (limiting adjective) kata sifat “vital”, dan kata benda “role”. Dalam mengartikan frasa ini harus dimulai dari kata sandang “a”, kemudian kata benda “role”, dan terakhir kata sifat “vital”. Secara lengkap frasa ini dapat diartikan dengan “suatu peran yang viral”. Kalimat di atas dapat diartikan dengan “Masingmasing memainkan suatu ptran yang vital dalam keberhasilan dan kegagalan kegiatan pemasaran”. Dalam mengartikan frasa ini sama saja polanya dengan frasa seperti “many rich students”, “some natural resources” atau “a successful student” dan Iain-Iain.
2. Careful planning will help in choosing a suitable and successful career in business.
Frasa kata benda “a suitable and successful career” terdiri dari kata sandang “a”, dua buah kata sifat “suitable” dan “successful” yang keduanya dihubungkan oleh kata penghubung “and”, dan kemudian kata benda “career”. Dalam mengartikan frasa ini tidaklah terlalu berbeda degnan pola pada 1 di atas, bedanya terletak pada jumlah kata sifat, kedua kata sifat di sini mensifati kata benda yang sama. Jadi frasa ini dapat diartikan dengan “suatu karir yang berhasil dan sesuai”. Pola ini sama dengan frasa seperti “an effective and efficient activities”, “a cheap and comportable room”, a slim and beautiful girl”.
3. The sale of goods and services is not restricted to local, regional, or national markets.
Frase ini terdiri dari tiga buah kata sifat yakni “local”, “regional”, dan “national” serta sebuah kata benda jamak “markets”. Dalam memahami frasa ini juga tidak terlalu berbeda dengan frasa pada 2, cuma di atas ada dua kata sifat, sedangkan di sini ada tiga kata sifat. Jadi frasa ini dapat diartikan dengan “pasar-pasar lokal, regional atau nasional”. Pola ini tetap juga berlaku pada frasa yang kata sifatnya lebih dari pada tiga, umpamanya dalam kalimat “cultural, social, economic, political, and technological systems vary from country to country”. “Cultural, social, economic, political, and technological systems” adalah sebuah frasa kata benda, dan sebetulnya frasa ini terdiri dari lima frasa, yakni; “cultural system”, “social system”, “economic system”, “political system” dan “technological system”. Tetapi untuk menghindari pengulangan berkali-kali kata yang sama maka “systems” ctelam bentuk jamak ditulis. Jadi cara memahaminya tidaklah berbeda dengan “technical and natural resources” atau dengan frasa “deligent”, rich, clever, and fair students.
4. An effecctive accounting system, therefore, must include accurate collecting, recording, clasifying, summerizing, interpreting, and reporting of information on the financial status of an organization. Pada 3 di atas terlihat bahwa kata sifatnya lebih dari satu yang mensifati sebuah kata benda, sedangkan di sini kebalikannya, di mana kata bendanya banyak dan disifati oleh sebuah kata kata sifat. Jadi, pada kalimat ini, mulai dari kata “accurate” sampai kata “reporting” terdiri dari enam frasa kata benda yaitu; “accurate collecting”, accurate recording”, accurate classifying”, “accurate summarizing”, “accurate interpreting”, dan “accurate reporting”, tetapi untuk menghindari pengulangan berkalikali kata yang sama, maka kata sifat “accurate” hanya ditulis sekali saja dan mendahului semua kata benda yang disifatinya. Dengan demikian dapat diartikan “pengumpulan, pencatatan, pengelompokkan, pengikhtisaran, penafsiran, dan pelaporan yang akurat. Andaikata tidak ada usaha untuk menghemat, dan menghindari pengulangan berkali-kali kata yang sama maka dapat diartikan dengan “pengumpulan yang akurat, pen-catatan yang akurat, pengelompokkan yang akurat, pengikhtisaran yang akurat, penafsiran yang akurat, dan pelaporan yang akurat”.
5. Creating an econmic surplus or profit is, therefore, a primary goal of business activities.
7. The accounting process follow accounting principles and rules. Frasa ini dapat dibaca dalam bahasa Indonesia sebagai “prinsipprinsip dan kaidah-kaidah akuntansi”. Pada frasa ini kata pokoknya terdiri dari dua kata benda, yakni “principles” dan “rules”, sedangkan kata benda “accounting” berfungsi sebagai kata sifat. Apabila tidak ada penghematan pemakaian kata, maka frasa ini sebenarnya terdiri dari dua buah frasa kata benda yakni “accounting principles” dan accounting rules”. Pola ini sama juga dengan frasa “marketing innovators and enterpreneurs”, “food processing and packaging”.
8. Distribution can take place through slightly modified channels. Frasa kata benda “slightly modified channels” terdiri dari tiga jenis kata yaitu kata keterangan (adverb) “slightly”, kata sifat “modified” dan kata benda “channels”. Kata benda “channels” adalah kata pokok dan kata sifat “modified” mensifati kata “channels”, sedangkan kata keterangan “slightly menerangkan kata sifat “modified”. Frasa ini dapat dipahami dalam bahasa Indonesia dengan arti, “saluran-saluran yang dimodifikasi sedikit”. Pola ini sama dengan frasa seperti “commonly accepjfed systems”, “increasingly important activity” atau “commonly used language”.
9. One of theym6st important and least understood aspects of manager is proper utilization of people. Frasa kata benda “the most important and least understood aspects” terdiri dari dua kata sifat dengan menggunakan bentuk “paling” (superlative) yaitu “most important” dan “least understood”, serta sebuah kata benda yakni “aspects” sebagai kata pokoknya. Sebenarnya frasa ini sama saja dengan pc!a yang telah diterangkan pada 2 di atas, seperti “a suitable and successful career” atau “natural and technical resources” yang membedakannya adalah kat’a sifat yang dipakai di sini untuk menyatakan paling (superlative). 10. Computers perform numerous routine data processing tasks in business. Frasa pada kalimat ini terdiri dari dua buah kata sifat, yaitu “numerous” dan routine” dan tiga buah kata benda, yaitu “data”, “processing” dan “tasks”. Kata pokok pada frasa ini adalah “tasks, sedangkan “processing”, “data”, “routine” dan “numerous” berfungsi sebagai kata sifat. Walaupun demikian frasa ini biasanya diartikan dalam bahasa Indonesia “sejumlah/ beberapa tugas pemrosesan data yang rutin”. Kata “numerous” adalah kata sifat pembatas (limiting adjective) dan dia harus paling dahulu diartikan pada frasa yang dimasukinya. Sebetulnya frasa seperti ini sama saja dengan “some troublesome agreement problems” seperti pada kalimat “Understanding some troublesome agreement problems will help you avoid falling into trap as you write”.
Dari uraian di atas terlihat betapa beragamnya kata yang dapat berfungsi sebagai kata sifat. Begitu pula kata sifat bisa hanya satu buah pada sebuah frasa kata benda sedangkan pada frasa yang lain terdapat dua buah atau lebih kata sifat. Selain itu juga ditemui bahwa ada kata sifat dalam frasa harus lebih dulu diartikan daripada kata pokoknya seperti kata sifat yang menyatakan batas (limiting adjective) jumlah misalnya “many executives”, “some students” dan Iain-Iain, tetapi selain itu biasanya tetap kata bendanya (kata pokok) yang diartikan lebih dahulu.

Frasa kata benda merupakan frasa yang paling sering muncul dalam wacana dibandingkan dengan frasa-frasa lainnya. Frasa kata benda ini dapat terdiri dua kata atau lebih, dan kata benda yang terakhir pada frasa itu adalah kata pokoknya sedangkan yang lainnya berperan untuk mensifati kata pokok ini. Agar dapat menguasai frasa kata benda ini dengan baik kita dituntut untuk mengenali jenis-jenis kata (parts of •speech) dengan baik pula dan juga dituntut untuk memiliki kosakata yang cukup.
Untuk memiliki kemampuan memahami bacaan dengan baik dan benar, jelas tidak cukup hanya dengan pengetahuan tentang frasa kata benda saja. Frasa hanyalah bagian dari unsur-unsur bahasa. Apabila diurut maka untuk mampu memahami wacana/bacaan seseorang harus menguasai kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, dan wacna itu sendiri. Walaupun demikian, dengan dibicarakannya frasa pada tulisan ini diharapkan akan dapat mendorong kita untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang memang sangat dibutuhkan bagi orang yang berkecimpung di perguruan tinggi.

PENGERTIAN FRASA KATA BENDA | ADP | 4.5