PENGERTIAN HARAPAN RASIONAL

By On Saturday, August 24th, 2013 Categories : Bikers Pintar

rational expectations (harapan-harapan rasional)

Harapan-harapan masa depan memainkan peranan penting dalam ilmu ekonomi. Investasi, misalnya, dipengaruhi oleh harapan-harapan atas permintaan dan biaya-biaya. Nilai tukar mata uang asing dipengaruhi oleh harapan-harapan inflasi dan suku-suku bunga. Hipotesis mengenai harapan-harapan rasional menjelmakan asumsi bahwa rakyat tidak melakukan kesalahan-kesalahan secara sistematik dalam menggunakan informasi yang seharusnya mereka prediksikan masa depannya. Beberapa kesalahan dalam memprediksi pada umumnya disebabkan tidak adanya informasi dan adanya ketidakpastian inheren dari masalah ekonomik. Hipotesis mengenai harapan-harapan rasional mengemukakan dalil bahwa, sesuai dengan informasi yang dipergunakan, kesalahan prediksi bersifat acak dan tidak dapat dihindari.

Harapan-harapan rasional adalah pada swa-sembada rata-rata. Istilah keseimbangan harapan- harapan rasional digunakan untuk menggambarkan berbagai situasi di mana harapan-harapan menjurus kepada tindakan-tindakan yang meng-akui adanya harapan-harapan yang orisinal. Sebagai contoh, harapan akan kenaikan harga-harga pasar mungkin dengan sendirinya bisa menimbulkan kenaikan itu. Tidak adanya kesalahan dalam prediksi sistematik mengenai keseimbangan harapan-harapan rasional menunjukkan bahwa orang banyak tidak terdorong untuk mengubah cara mereka melakukan prediksi, dan karena itu keseimbangan mungkin sekali tetap bertahan bila tidak diganggu oleh peristiwa- peristiwa di luar.

Hipotesis tentang harapan-harapan rasional diamati oleh sejumlah pakar ekonomi, termasuk Muth (1961), yang menegaskan istilah harapan- harapan rasional sebagai pengembangan dari formasi harapan atas asumsi bahwa orang banyak bertindak “secara rasional”untukmemenuhi kepentingan pribadi mereka sendiri, yang merupakan landasan ekonomi neo-klasik. Namun keseimbangan harapan-harapan rasional mengisyaratkan bahwa para pelaku tidak hanya bersifat rasional, dalam pengertian bertindak secara optimal sesuai dengan keyakinan mereka sendiri, tetapi keyakinan mereka itu juga harus benar. Para pelaku dalam keseimbangan harapan-ha-rapan rasional bertindak seakan-akan mereka mengetahui baik bentuk struktural maupun nilai- nilai numerik berbagai parameter dari model yang menggambarkan perekonomian di mana mereka bekerja. Bagaimanapun juga tidak ada seorang pelaku pun diberi informasi dan pemahaman yang mereka perlukan, atau mereka harus mempelajari segala sesuatu mengenai model itu melalui beberapa proses inferensi statistik, yang dalam hal ini keseimbangan harapan-harapan rasional memberikan pengertian paling banyak dalam konteks keadaan tetap yang akhirnya akan terwujud. Masalah inferensi yang dihadapi oleh para pelaku itu sangat rumit karena ada asumsi bahwa harapan-harapan mempengaruhi hasil- hasilnya, karena itu cara belajar para pelaku akan mempengaruhi data yang mereka observasi, dan hasil-hasil baku mengenai kandungan asimptotik dari para juru taksir tidak dapat diterapkan. Ada beberapa contoh di mana para pelaku memungut aturan peramalan yang menggunakan segi-segi empat yang biasanya paling kecil, yang menggabungkan dengan aturan peramalan keseimbangan harapan-harapan rasional, meskipun ada fakta bahwa data itu didapat dari ekuasi [persamaan] yang parameter-parameternya berubah setiap saat para pelaku merevisi perkiraan-perkiraan mereka (Marcet dan Sargent 1988). Namun sama sekali tidak ada hasil-hasil umumnya. Namun demikian hipotesis harapan-harapan rasional lebih menarik perhatian banyak pakar ekonomi sehingga setiap alternatif yang didapat, asalkan ia merupakan deskripsi yang relatif sederhana dan masuk akal mengenai formasi harapan, yang dapat siap dipadukan dalam model-model ekonomi matematik.

Konsep keseimbangan harapan-harapan rasional sudah diterapkan secara luas, terutama dalam ekonomi finansial dan makroekonomi. Permintaan dan harga aset-aset finansial tergantung pada harapan-harapan para investor terhadap nilainya di masa depan. Dengan demikian harga itu sendiri merupakan sumber informasi mengenai aset itu. Gejala ini secara ekstensif dijadikan model sebagai suatu keseimbangan harapan-harapan rasional, yang telah memberikan wawasan-wawasan bermanfaat mengenai berbagai keadaan di mana berbagai bentuk hipotesis pasar efisien, yang menyatakan bahwa harga merupakan alat informasi yang sempurna mengenai berbagai aset, adalah sah.

Penggunaan keseimbangan harapan-harapan rasional dalam makroekonomi bersumber pada ulasan Lucas mengenai berbagai model ekometrik (Lucas 1976). Makalah yang berpengaruh ini mengemukakan bahwa hubungan yang diperkirakan dalam model-model makroekonomi Keynesian mungkin sekali hancur berantakan bila kebijakan berubah, karena model-model itu tidak mampu memperhitungkan efek dari perubahan-perubahan kebijakan mengenai harapan-harapan dan tindakan-tindakan dari para pelaku yang optimal itu. Hal ini mendorong timbulnya aliran makroekonomi “neo-klasik” atau “harapan-harapan rasional”, yang mengembangkan model-model keseimbangan harapan-harapan rasional yang memadukan hipotesis, bahwa karena tidak ada inflasi yang tidak diantisipasi, maka akan ada “tingkat alami” yang unik mengenai pengangguran. Ikatan antara tingkat alami dan hipotesis harapan-harapan rasional adalah landasan dari tuntutan atas netralitas kebijakan, bahwa kebijakan moneter bisa saja sama sekali tidak memiliki efek yang sistematik dan yang bisa diramalkan terhadap hasil dan kesempatan kerja, dan karena itulah tidak akan ada kebekuan perdagangan jangka panjang antara inflasi dan pengangguran itu.

PENGERTIAN HARAPAN RASIONAL | ADP | 4.5