PENGERTIAN INOKULASI RHIZOBIUM

By On Wednesday, July 8th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Bahan yang mengandung Rhizobium (inokulasi) yang digunakan untuk penularan (inokulasi) Rhizobium yang telah dikenal adalah inokulan tanah, inokulan bintil akar dan inokulan biakan murni. Secara umum, aplikasi inokulam dapat dilakukan melalui benih (perlakuan benih) atau melalui tanah (disebar merata, diletakan dalam alur tanaman atau dalam lubang tanaman).

Inokulan tanah berasal dari tanah yang pernah ditanami kedelai dan menunjukkan bintil-bintil akar yang efektif. Penggunaannya dapat dilakukan melalui benih yaitu inokulan dicampur benih dengan perbandingan sama berat atau dilakukan melalui pemindahan tanah dengan cara menyebar-ratakan inokulan tanah tersebut pada tanah yang akan ditanam kedelai dengan dosis anatara 3-4 kuintal/ hektar.

Inokulan bintil akar berupa bintil-bintil akar yang diambil dari tanaman kedelai, yang penggunaannya dengan cara memasukkan benih ke dalam suspensi (larutan bintil akar yang telah digerus). Inokulan bintil akar juga dapat diperoleh secara alami dengan menanam kedelai secara berturut-turut di suatu daerah sehingga populasi Rhizobium membentuk bintil akar pada kedelai akan berkembang.

Inokulasi dengan menggunakan biakan murni strain hizobium sebagai inokulum pada tanaman kedelai dapat berupa kultur agar, kultur cair dan kultur padat. Inokulum cair dan agar biasanya diaplikasikan melalui benih dan banyak digunakan untuk penelitian baik di laboratorium maupun di rumah kaca. Inokulum padat merupakan biakan murni Rhizobium dalam bahan padat atau bubuk yang berfungsi sebagai bahan pembawa (carrier). Bahan pembawa padat dapat digunakan antara lain : gambut, sekam gergaji, kompos atau campuran gambut dan liat. Inokulan ini digunakan baik untuk peneiitian maupun praktek di lahan para petani. Keuntungan penggunaan inokulan padat antara lain : ketahanan hidup bakteri Rhizobium dalam media pembawa cukup tinggi, kemasan mudah sehingga memudahkan distribusi dan penyimpanan serta aplikasinya cepat dan praktis. Contoh inokulan padat yang telah lama dikenal adalah Legin produksi UGM, Rhizogen (CV Rhizogen Indonesia) dan Rhizobin (IPB).

Menurut Yutono (1985), inokulasi Rhiszobium diperlukan untuk : 1) penanaman kedelai pada tanah yang belum mengandung populasi Rhizobium yang serasi atau pada tanah yang baru pertama kali ditanam kedelai ; 2) penanaman kedelai baru di suatu daerah yang menggunakan strain-strain Rhizobium yang paling serasi untuk varietas kedelai ; dan 3) penanaman kedelai pada tanah yang me-ngandung faktor-faktor yang menganggu perkembangan Rhizobium dan bintil akar. Sebaiknya perlakuan benih dengan kultur Rhizobium dilakukan sebelum tanam setiap tahun (Pandey, 1987). Pada lahan kering, inokulasi benih kedelai terutama diperlukan untuk daerah-daerah bukaan baru yang belum pernah diatanami kedelai. Tanpa inokulasi, nodulasi tidak terbentuk. Kedelai membutuhkan N dalam jumlah besar. Untuk memperoleh 2.750 kg biji diperlukan kira-kira 215 kg N dan untuk mencapai hasi! 1/2 3/4 dari total N yang diperlukan dapat diperoleh melalui penambatan nitrogen. Pemberian N dalam jumlah yang tidak terlalu banyak sebagai starter pada waktu tanam dapat dianjurkan. Disarankan dengan tafcaran sekitar 25 N kg/ ha. hal ini diperlukan untuk menstimulir pembentukan bintil akar menjadi aktif dan dianggap cukup untuk dapat meningkatkan hasil kedelai.

Dari beberapa percobaan yang dilakukan pada tahun 1987, inokulasi rhizobium dari bebarapa nama dagang tidak dapat meningkatkan hasil kedelai secara nyata walaupun pada percobaan tersebut diberi pupuk Pdan K serta pengapuran (Sumarno, et al; 1989). Inokulasi Rhizobium pada varietas No. 29 tidak mempengaruhi jumlah bintil akar, tetapi bintil akar lebih efektif (Soebowo, 1982). Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti Rhizobium asal inokulan kalah bersaing dengan Rhizobium alami, kandungan N-tanah cukup tinggi dan Rhizobium asal inokulan kurang efektif;

Incoming search terms:

  • inokulasi rhizobium
  • pengertian inokulasi
PENGERTIAN INOKULASI RHIZOBIUM | ADP | 4.5