PENGERTIAN INSTITUSI ATAU INSTITUTION

978 views

Konsep norma-norma dan kebutuhan masyarakat kiranya menjadi landasan bagi para ahli sosiologi untuk menjelaskan konsep struktur sosial yang disebut institusi (“institutions”). Petikan dari beberapa pengertian institusi di bawah ini akan dapat memperjelas dan membenarkan pernyataan di atas, sebagai berikut:

  1. Alvin L. Bertrand menyatakan bahwa institusi-institusi sosial, pada hakekatnya adalah kumpulan- kumpulan dari norma-norma sosial (struktur-struktur sosial) yang telah diciptakan untuk dapat melaksanakan fungsi masyarakat. Institusi-institusi tersebut meliputi kumpulan-kumpulan norma-norma dan bukan norma-norma yang berdiri sendiri- sendiri.
  2. Soeijono Soekanto menyatakan bahwa lembaga-lembaga kemasyarakatan (“social institutions”) adalah himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat.30,
  3. Roucek dan Warren mengemukakan bahwa institusi adalah pola-pola (“patterns”) yang telah mempunyai kedudukan tetap atau pasti untuk mem-pertemukan bermacam-macam kebutuhan manusia yang muncul dari kebiasaan-kebiasaan dengan mendapatkan persetujuan dari cara-cara yang sudah tidak dipungkiri lagi, untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan menghasilkan suatu struktur.Dengan demikian institusi (“institutions”) tidak saja merupakan persetujuan dari pola-pola aktivitas untuk memenuhi kebutuhan manusia, akan tetapi juga merupakan pola-pola yang berhubungan dengan assosiasi (“organisasi”) untuk menjalankannya. Hor- ton dan Hunt menyatakan bahwa institusi itu sebagian besar mucul dari kehidupan bersama dan ia merupakan hal yang tidak direncanakan. Para warga masyarakat pada awalnya mencari cara-cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kemudian mereka menemukan beberapa pola yang dapat digunakan dan dalam proses selanjutnya diperkuat melalui kebiasaan yang dibakukan.Kebutuhan manusia pada dasarnya sangat beragam dan adanya keragaman kebutuhan tersebut menimbulkan keragaman institusi dalam masyarakat. Misalnya kebutuhan masyarakat yang tidak pernah hilang karena perjalanan waktu, seperti kebutuhan untuk mengembangkan dan meneruskan keturunan, merupakan basis dariinstitusiyang dinamakan keluarga. Dengan demikian, keluarga di sini bukan sebagai kelompok sosial, melainkan serangkaian pola perilaku untuk dan yang berhubungan dengan berbagai kebutuhan manusia.

Kebutuhan lain adalah kebutuhan untuk mendapatkan dan mendistribusikan sandang, pangan dan lain- lain; yang merupakan dasar untuk timbulnya institusi ekonomi (“Economic institutions”); Kebutuhan yang lain pula, adalah kebutuhan untuk melakukan hubungan dengan Tuhan atau alam gaib; yang menimbulkan institusi religi (“religious institutions”). Ketiga institusi di atas oleh Roucek dan Warren dikategorikan sebagai institusi utama (“primary institutions”), sebab mereka merupakan institusi fundamental dan sangat penting di dalam semua masyarakat. Apabila ketiga institusi ini ditambah dengan institusi pemerintahan (“govermental institutions”), disebut sebagai “mayor institutions”.

Kebutuhan-kebutuhan lain yang dapat menimbulkan institusi, misalnya kebutuhan akan rekreasi (“reactional institutions”), kebutuhan akan pendidikan (“educational institutions”), kebutuhan akan transport dan komunikasi (“transportation and communication institutions”), dan berbagai kebutuhan lainnya. Semakin kompleks suatu masyarakat, mungkin semakin banyak kebutuhan, dan ini juga akan menimbulkan institusi juga.

Incoming search terms:

  • institusi adalah
  • pengertian institution
  • arti institution
  • institution artinya
  • institusi
  • pengertian arti institusional
  • pengertian institutions
  • Apa artinya institutio
  • arti institution sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *