PENGERTIAN INSTITUSI SOSIAL

By On Saturday, November 15th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Dari lahir hingga mati manusia di tengah masyarakat tidak bisa bebas dari pengaruh institusi-institusi sosial; ia harus menaati peraturan-peraturan. Manusia tidak bebas dari kehadiran institusi tersebut. Manusia dilahirkan dari dalam keluarga, yang merupakan insti-tusi. Tanpa tahu menahu, dan dengan pertolongan orang lain, ia mela-kukan serangkaian tindakan yang sudah ditentukan, misalnya pusarnya harus dipotong dengan pertolongan orang lain. Kalau ia dilahirkan di rumah sakit, di situ pun sudah tersedia tenaga medis dari lembaga rumah sakit. Mereka harus menolongnya menurut cara tertentu, menurut resep kesehatan. Di rumah, kalau si anak sudah berumur satu tahun, harus menjalani upacara adat. Tanpa tahu menahu apa maksud semua itu, ia harus menaati upacara “turun tanah”. Kalau si anak masuk sekolah, di situ pun ia kena “perangkap” lembaga pendidikan. Dalam masa dewasa, kalau ia mau kawin sah, bermacam-macam institusi ikut mencampuri urusannya: Catatan Sipil, institusi keagamaan. Lembaga adat dalam masyarakatnya menuntut dia menaati peraturan adat tertentu. Pada waktu ia mati, walaupun ia telah menjadi mayat, ia terpaksa berurusan lagi dengan institusi keagamaan dan lembaga- lembaga adat.

Semua itu sesungguhnya menguntungkan manusia individu. Kalau tidak ada satu institusi pun yangmau mengusik kita, kita menjadi orang yang tidak dapat mencapai tujuan hidup karena kita tidak diarahkan kepada yang baik.

Di negara kita digunakan banyak istilah seperti institut, lembaga, yayasan, koperasi, pesero, badan-badan hukum dan sebagainya. Semua istilah ini mengandung satu esensi yaitu mengusahakan kebutuhan dasar maupun kebutuhan penting manusia. Semua istilah tersebut sesungguhnya dapat disebut dengan satu kata: institusi.

Institusi berasal dari kata Latin   artinya “mendirikan”. Kemudian dibentuk kata benda institutyang diindonesiakan menjadi “institusi”, berarti “pendirian” atau: apa yang didirikan oleh manusia. Kata “institusi” sering diganti dengan “lembaga”, namun sesungguhnya kurang tepat karena lembaga mengandung pengertian luas yakni institut dan yayasan. Dalam buku ini penulis akan memakai kata “institusi”.

Institusi sosial dapat didefinisikan sebagai: suatu bentuk organi-sasi yang secara tetap tersusun dari pola-pola kelakuan, peranan- peranan dan relasi-relasi sebagai cara yang mengikat guna tercapainya kebutuhan-kebutuhan sosial dasar.

Definisi di atas diangkat dari data-data empiris yang dikumpulkan dari pengamatan atas aneka bentuk organisasi yang menamakan diri institusi. Unsur-unsur penting yang melandasi definisi tersebut antara lain:

—           Kebutuhan sosial dasar (basic nKebutuhan sosial dasar terdiri atas sejumlah nilai material, mental dan spiritual, yang pengadaannya harus teijamin, tidak dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor kebetulan atau kerelaan seseorang. Misalnya: kebutuhan akan sandang pangan, perumahan, kelangsungan jenis/keluarga, pen-didikan. Kebutuhan-kebutuhan ini harus dipenuhi.

—           Organisasi yang relatif tetap. Dasar pertimbangannya mudah di-pahami, karena kebutuhan yang hendak dilayani bersifat tetap. Memang harus diakui bahwa apa yang dibuat oleh manusia tunduk pada hukum perubahan. Tetapi berdasarkan pengamatan dapat dikatakan bahwa institusi pada umumnya berubah lambat, karena pola kelakuan dan peranan-peranan yang melekat padanya tidak mudah berubah.—           Institusi merupakan suatu organisasi yang tersusun atau ber-struktur. Komponen-komponen penyusunnya terdiri dari pola-pola kelakuan, peranan sosial dan jenis-jenis antarrelasi yang sifatnya lebih kurang tetap. Kedudukan dan jabatan ditempatkan pada jenjang-jenjang yang telah ditentukan dalam struktur yang terpadu.

—           Institusi sebagai cara (bertindak) yang mengikat. Keseluruhan komponen yang dipadukan itu dipandang oleh semua pihak yang berkepentingan sebagai suatu bentuk cara hidup dan bertindak yang mengikat. Mereka menyadari bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu institusi harus disesuaikan dengan peratur-an institusi. Pelanggaran terhadap norma-norma dan pola-pola kelakuan dikenai sanksi yang setimpal. Dalam institusi keterikatan pada norma dan pola begitu penting bahkan diperkuat dengan sanksi demi tercapainya kelestarian dan ketahanan secara kesinambungan.

Sesungguhnya faktor-faktor yang mendasari berdirinya institusi- institusi sudah dikatakan di atas. Jadi di sini dapat dihimpun kembali faktor-faktor yang penting dalam beberapa pengertian: stabilitas (kelestarian) dan kesinambungan pencapaian kebutuhan sosial dasar.

Incoming search terms:

  • institusi sosial
  • pengertian institusi sosial
  • pengertian institusi
  • institusi sosial adalah
  • arti institusi
  • apa itu institusi
  • apa itu institusi sosial
  • definisi institusi
  • arti institusi sosial
  • pengertian dari institusi sosial
PENGERTIAN INSTITUSI SOSIAL | ADP | 4.5