PENGERTIAN KEADILAN

75 views

(Kemampuan Bertindak Adil)

  1. Keadilan adalah kualitas yang tak dapat dipisahkan dalam hubungan-nya dengan memberikan komando. Keadilan termasuk pemberian hadiah dan pemberian hukuman sebagai akibat dari suatu peristiwa. Kemarahan dan emosi lain tidak boleh masuk dalam keadilan. Kecurigaan yang buruk terhadap suku atau asal-usul harus dihindari. Beberapa hal dapat merusak moral suatu organisasi lebih cepat melalui ketidakadilan atau pembedaan sikap oleh pemimpin pada orang-orang atau kelompok tertentu.
  2. Sebagai pemimpin, anda diperlukan untuk menunjukkan keadilan dalam memberikan penghargaan atau hukuman. Keputusan-keputusan anda merupakan ujian bagi rasa keadilan anda. Untuk membentuk reputasi dalam keadilan memerlukan waktu yang lama. Satu kesalahan yang tak disengaja atau ketidakadilan akan menghancurkan reputasi yang baik yang telah memerlukan waktu lama untuk membentuknya.

Untuk melaksanakan keadilan, anda harus mengerti sifat-sifat manusia. Pelajari manusia dengan pemikiran mengapa orang-orang tertentu bersikap seperti yang dikerjakan pada keadaan tertentu, sedangkan yang lain bersikap berbeda pada keadaan yang sama. Analisalah kasus yang telah diputuskan, dan pikirkan apa yang akan anda kerjakan apabila anda yang membuat keputusan tersebut. Hal ini, tentu saja, merupakan proses mental perseorangan dan tidak boleh dipakai dalam memberikan kritik pada keputusan pemimpin lain.

Untuk mengembangkan “sikap keadilan” adalah:

  1. Adil, terbatas, segera, dan tidak secara pribadi apabila memberikan hukuman.
  2. Perlakuan setiap kasus pada akibatnya sendiri.
  3. Hukumlah dengan terpisah, dengan pengadilan diri dan dengan pengertian kemanusiaan.
  4. Carilah sikap mental diri sendiri adakah mempunyai kecurigaan buruk, dan jika benar ada, berbuatlah dengan sadar agar tidak memakainya dalam mempengaruhi keputusan anda.
  5. Analisalah kasus-kasus yang diselesaikan oleh pemimpin-pemimpin yang mempunyai reputasi adil.
  6. Janganlah menghukum satu kelompok untuk kesalahan perorangan.
  7. Jujur pada diri sendiri.
  8. Mengenali anggota-anggota muda/baru sebagai yang berharga untuk penghargaan atau hadiah. Jangan menganggap mereka sebagai orang-orang yang hanya berharga untuk dihukum.
  9. Mengenali anggota-anggota muda/baru sebagai yang berharga untuk penghargaan atau hadiah. Jangan menganggap mereka sebagai orang-orang yang hanya berharga untuk dihukum.
  10. Janganlah mempunyai “anak emas”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *