PENGERTIAN KECENDERUNGAN SOSIAL DARI STRATIFIKASI

44 views

Salah satu akibat yang nampaknya tidak dapat dihindarkan dari kristalisasi strata adalah bahwa orang cenderung untuk bergaul terutama dengan orang- orang yang mempunyai status dan dalam stratum yang sama. Pergaulan pribadi dipermudah oleh kesamaan-kesamaan dalam latar belakang minat dan pengalaman. Misalnya, kesamaan dalam pendapatan menimbulkan standard-standard kehidupan yang sama, kesamaan-kesamaan dalam pekerjaan menimbulkan kesamaan dalam pengalaman dan minat, dan kesamaan dalam pendidikan memberikan latar belakang intelektual yang sama.

Namun, pergaulan dengan melintasi garis stratum, tidak pula harus dikatakan tidak terdapat, namun demikian, frekuensi dengan mana pergaulan itu terjadi akan tergantung pada beberapa faktor, antara lain tingkat sampai di mana strata terkristalisasi, mempengaruhi pergaulan antar stratum. Makin tinggi tingkatan kristalisasi stratum, maka makin kuatlah pergaulan yang bersifat stratum selektif. Tambahan lagi, tingkatan perbedaan status atau jarak vertikal antara dua stratum adalah suatu faktor yang berkorelasi. Makin jauh jarak status suatu stratum dari yang lain, makin kuranglah pergaulan terjadi di antara anggota-anggotanya. Jabaran ini mungkin dapat dipersingkat menjadi “pergaulan stratum yang berlainan adalah salah satu fungsi dari kristalisasi stratum dan jarak vertikal di antara strate.

Gejala di atas ini mungkin pada saat ini telah tidak demikian lagi atau dalam keadaan yang telah longgar. Namun, dari deskripsi di atas telah mengungkapkan setidak-tidaknya pada masa lalu terdapat kecenderungan dari stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat. Selain gambaran tentang kecenderungan stratifikasi, deskripsi di atas menunjukan pula gambaran hubungan antara stratifikasi dengan hak-hak dan kewajiban, artinya bahwa tiap sistem stratifikasi akan melahirkan semacam hak-hak dan kewajiban dari setiap stratum. Beberapa dari hak golongan penghulu telah digambarkan oleh pernyataan di atas.

James C. Scott dalam The Moral Economy of The Peasant, menyatakan bahwa “yang penting di sini adalah bahwa di dalam semua sistem hubungan kelas di pedesaan, kecuali sistem yang berdasarkan paksaan semata-mata, terdapat semacam pola resiprositas, semacam pola hak-hak, yang oleh kaum tani dianggap sebagai tugas kewajiban mereka yang menguasai sumber-sumber kekayaan yang langka. Tradisi-tradisi normatif yang demikian itu tercermin di dalam konsepsi- konsepsi rakyat tentang tuan yang baik, raja yang adil, tuan tanah yang sopan. Dengan demikian maka pembenaran dari setiap hirarki status dan kekuasaan mengimplikasikan penetapan kewajiban-kewajiban peran yang berbobot moral. Dalam pengertian ini maka sikap yang menerima perbedaan-perbedaan dalam status dan kekayaan itu selalu tergantung kepada keadaan dan tidak pernah mutlak sifatnya.”

Selanjutnya dinyatakan bahwa suatu studi ten-tang hubungan-hubungan antara buruh tani dan ma-jikan di Inggris masa kini berkesimpulan bahwa,” Selama yang pertama (yakni pemilik tanah) sesuai dengan citra buruh mengenai “petani yang baik”, maka nampaknya hubungan majikan-buruh akan tetap serasi, bagaimanapun besarnya perbedaan dalam penghasilan dan cara hidup.

Incoming search terms:

  • kecenderungan sosial
  • pengertian kecenderungan
  • kecenderungan sosial adalah
  • pengertian kecenderungan sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *