PENGERTIAN KESATUAN TEMPUR INFANTERI

By On Monday, March 31st, 2014 Categories : Bikers Pintar

PENGERTIAN KESATUAN TEMPUR INFANTERI – Sebuah or­ganisasi kesatuan tempur bermatra tugas darat, yang menjadi salah satu cabang kesenjataan terpenting da­lam organisasi angkatan bersenjata suatu negara. Da­lam kesatuan tempur infanteri, para prajuritnya, baik perwira, bintara, maupun tamtama, diorganisasi, di­latih, dan diperlengkapi agar mampu bertempur de­ngan daya maksimal, terutama sebagai prajurit yang berjalan-kaki dalam gelar taktisnya.

Kemajuan teramat pesat dalam teknologi transpor­tasi militer menyebabkan kesatuan infanteri kini menggunakan kendaraan perang. Akan tetapi, secara konsepsional, daya tempur maksimal suatu kesatuan tempur infanteri tetaplah dipahami dalam format taktis prajurit-prajurit yang berjalan-kaki.

Pada dasarnya, kini infanteri didesain dan dikate­gorikan ke dalam dua jenis, yakni: infanteri berat dan infanteri ringan, berdasarkan persenjataan dan per­lengkapan tempur organiknya. Persenjataan infanteri berat lebih berat daripada infanteri ringan. Batalion para/terjun payung, misalnya, mempunyai banyak ke­terbatasan dalam kemampuannya membawa persen­jataan. Keterbatasannya itu dikompensasi dengan be­berapa hal, terutama: (1) ketepatan penggunaan/pe­nugasan taktisnya; (2) kecepatan gerak; dan (3) ke­mampuan personel yang tinggi.

Sejak Perang Dunia II, dikembangkan konsepsi pe­nyerbuan para dan lintas udara, yang pada awalnya terutama terdiri atas batalion-batalion infanteri ringan yang dilatih untuk diterjunkan dengan payung udara (batalion para) atau batalion-batalion infanteri berat yang dilatih untuk digerakkan ke medan tugasnya de­ngan pesawat terbang layang (glider) jenis transpor (batalion lintas udara). Tetapi, sejak helikopter di­operasikan, pesawat terbang layang nyaris tidak lagi digelar, kendatipun dalam Perang Dunia II pasukan lintas udara yang menggunakan pesawat terbang la­yang terbukti berperan efektif.

Khusus di Indonesia, kini sebutan lintas udara di­pergunakan bagi pasukan-pasukan para, kendatipun di Indonesia telah diterapkan pula konsepsi lintas udara, khususnya dengan helikopter, baik bagi ser­buan taktis konvensional dalam suatu pertempuran, maupun bagi perkuatan pasukan dalam gelar penin­dakan huru-hara (disingkat Dakhura), yang terjadi di tengah kota besar seperti Jakarta.

Sesuai dengan kebutuhan pokok medan dan pe­nugasannya, di Indonesia, Korps Infanteri, yang ter­utama disusun dalam jajaran tempur TNI-AD, me­rupakan cabang kesenjataan yang terpenting. Se­bagai perbandingan, misalnya, di Israel yang ter­utama menghadapi gurun pasir sebagai medan utama, korps kesenjataan yang terpenting dalam angkatan daratnya adalah korps kavaleri. Perwira terbaik di­salurkan terutama untuk korps kesenjataan tersebut.

Infanteri Bermotor, yakni kesatuan infanteri de­ngan kendaraan pengangkut personel berlapis baja, yang sering kali terintegrasi dengan kesatuan tank ber­lapis baja, telah digunakan dalam Perang Dunia dan dikembangkan lebih lanjut hingga kini. Tetapi, sesuai dengan kebutuhan pokok TNI secara keseluruhan, ter­dapat pula kesatuan tempur bersifat infanteri dalam tubuh angkatan-angkatan lain, terutama dalam jajar­an Korps Marinir TNI-AL dan Pasukan Khas TNI- AU. Tetapi tugas pokok kesatuan infanteri dalam Korps Marinir TNI-AL maupun Pasukan Khas TNI- AU berbeda dengan tugas kesatuan infanteri TNI- AD pada umumnya. Perbedaan tugas pokok tersebut, antara lain, juga menjadi salah satu sebab perbedaan format antara batalion yang bersifat infanteri dalam TNI-AD dan batalion dalam Korps Marinir maupun Pasukan Khas.

Umumnya sebuah batalion infanteri TNI-AD ku­rang lebih berformat 700 orang prajurit. Jumlah per­sonel batalion infanteri Korps Marinir lebih besar dari­pada itu. Batalion-batalion, yang disebut skadron (Pa­sukan Khas) lebih kecil. Jumlah personel tiap batalion disesuaikan dengan desain taktis, latihan, per­senjataan dan perlengkapan organiknya.

PENGERTIAN KESATUAN TEMPUR INFANTERI | ADP | 4.5