PENGERTIAN KESENJATAAN INFANTERI TNI-AD

By On Monday, March 31st, 2014 Categories : Bikers Pintar

PENGERTIAN KESENJATAAN INFANTERI TNI-AD, Dalam ling­kungan TNI-AD khususnya, salah satu dari tiga ca­bang kesenjataan terpenting di tubuh organisasi kesatuan-kesatuan tempur TNI-AD (Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat). Dua cabang Kesenjataan lainnya adalah Korps Artileri dan Korps Kavaleri.

Dalam organisasinya sebagai sebuah unit tempur yang terpenting, unit-unit infanteri diorganisasikan ke dalam wujud batalion-batalion infanteri, yang dalam format standar organisasi tempur TNI-AD berpersonel sekitar 700 orang menurut kualifikasi dan tugas po­kok batalion yang bersangkutan. Dalam ketentuan or­ganisasi TNI kini, sebuah batalion dikomandani oleh seorang Letnan Kolonel.

Dalam peringkat organisasi yang lebih besar, biasa­nya tiga batalion diorganisasi menjadi satu brigade infanteri, yang dikomandani oleh seorang kolonel. Sebutan resimen, yang semakin kurang lazim, juga dipakai untuk menyebut kesatuan setingkat brigade tersebut.

Perkembangannya Kini. Dalam perkembangannya kini, TNI-AD telah memiliki berbagai kualifikasi ke­satuan infanteri, yang didesain, disusun, dan ditata dalam gelar taktis sesuai dengan tugas pokok masing- masing. Sesuai dengan pengembangan doktrin taktis selama kurun tahun 1945 hingga awal tahun 1980-an, TNI-AD mensyaratkan beberapa kualifikasi, yaitu: (1) raider, yang diberikan bagi setiap personel batalion infanteri dengan tambahan kualifikasi; (2) para, yang diberikan bagi personel batalion lintas udara yang te­lah meraih brevet terjun payung militer; (3) komando, yang diperoleh setelah para personel menempuh pen­didikan Komando TNI-AD. Lazimnya para prajurit berkualifikasi Komando juga diharuskan berkualifi­kasi Para. Kualifikasi Komando merupakan kualifi­kasi jurit terberat dalam kesenjataan infanteri.

Batalion-batalion para-raider lebih lanjut diorgani­sasikan ke dalam bentuk brigade-brigade lintas udara, yang sebagai kesatuan tempur terutama tergabung di dalam Komando Cadangan Strategis/Kostrad TNI- AD; sedangkan batalion-batalion Para-Komando le­bih lanjut-diorganisasikan ke dalam grup-grup Ko­mando Pasukan Khusus/Kopassus TNI-AD. Dalam jajaran Kopassus, grup merupakan kesatuan seting­kat brigade, tetapi format organisasi dan personel per batalionnya biasanya lebih kecil. Menurut standar TNI-AD, komandan grup berpangkat kolonel.

Sejak lahirnya, tahun 1945, kesatuan-kesatuan in­fanteri TNI-AD telah meraih standar kualitas tempur yang relatif baik. Pengalaman tempurnya, antara lain, dalam Operasi Seroja di Timor Timur pada tahun 1978-1979 dan berbagai operasi Kamtibnas dalam for­mat relatif kecil di propinsi tersebut.

Pusat Kesenjataan Infanteri, Bandung. Batalion- batalion Infanteri TNI-AD secara organik berada di bawah Komando Daerah Militer/Kodam, Kostrad, atau langsung di bawah Markas Komando Kopas­sus bagi batalion-batalion yang berkualifikasi para- komando. Pusat Kesenjataan Infanteri TNI-AD (di. singkat Pussenif TNI-AD) yang berada di Bandung berada di bawah Komandan Pusat yang berpangkat mayor jenderal TNI, yaitu pangkat yang setingkat dengan panglima Kodam maupun Kostrad. Pussenif ini tidak memiliki pasukan tempur, dan hanya me- miliki unit-unit penelitian dan pengembangan, serta pendidikan dan latihan, selain unsur-unsur adminis­tratif.

Pasukan-pasukan infanteri Indonesia, dalam per­kembangannya kini, telah terlatih dalam melakukan gerakan dan pemindahan dengan berbagai transpor­tasi militer modern, seperti pesawat terbang, dan heli­kopter. Khusus bagi Kopassus, para personel dilatih untuk menggunakan segala macam sarana transpor­tasi.

Incoming search terms:

  • perbedaan kostrad dan raider
  • perbedaan tugas kopassus dan kostrad
  • perbedaan kostrad dan kopassus
  • arti raider
  • pendidikan raider tni ad
  • perbedaan raider dan infanteri
  • Arti raider tni
PENGERTIAN KESENJATAAN INFANTERI TNI-AD | ADP | 4.5