PENGERTIAN LIBERTARIAN THEORY (TEORI LIBERAL)

By On Tuesday, November 11th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Seperti halnya teori Otoriter, Teori Liberal juga dikemukakan oleh Fred S, Siebert. Ditegaskan olehnya bahwa untuk memahami prinsip- prinsip pers di bawah pemerintahan demokratik, seseorang harus mema-hami filsafat dasar dari liberalisme yang dikembangkan pada abad 17 dan 18. Prinsip-prinsip filsafat liberal seperti halnya otoriterisme didasarkan pada jawaban terhadap pertanyaan mengenai sifat manusia, sifat masya rakat dan hubungan manusia dengannya, serta sifat pengetahuan dan kebenaran.

Manusia menurut paham liberalisme adalah hewan berbudi pekerti dan merupakan tujuan bagi dirinya sendiri. Kebahagiaan dan kesejahtera-an seseorang adalah tujuan masyarakat; dan manusia sebagai organisme berpikir mampu mengorganisasikan dunia sekelilingnya dan mampu membuat keputusan-keputusan untuk memajukan kepentingannya. Perbedaan manusia dengan hewan adalah dalam kemampuannya dalam berpikir, mengingat-ingat, memanfaatkan pengalaman dan meng ambil kesimpulan. Disebabkan kemampuannya yang khas inilah, maka manusia itu khas. la adalah selain unit utama dari peradaban, juga pe nerus peradaban. Oleh karena itu, maka pemuasan perorangan menjadi tujuan akhir manusia, masyarakat dan negara.

Bagi kehidupan pers abad 18 merupakan abad yang penting dalam hubungannya dengan paham liberalis itu. Pada abad tersebut terdapat dua hal penting, yakni pertama, perihal fitnah yang mengandung hasutan; dan kedua, perihal hak pers untuk memberitakan kebijaksanaan peme rintah. Perjuangan untuk mengakui prinsip-prinsip liberal yang mempe ngaruhi pers itu, mencapai puncaknya dengan diformulasikan dan di terimanya Bill of Rights yang mencakup peraturan-peraturan yang me netapkan kebebasan pers, meski tidak tegas sehingga menimbulkan ber bagai interpretasi. Dari sejumlah butir yang tercakup oleh Bill of Rights itu, hanya satu butir yang tampaknya diterima tanpa interpretasi, yakni bahwa kebebasan pers tidak mutlak, melainkan dapat dikenakan pembatasan yang bagaimana yang dapat dikenakan pembatasan; tetapi pembatasan yang bagaimana yang dapat dikenakan kepada pers, dalam liberalisme menjadi permasalahan.

Fungsi pers menurut teori liberal dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Mengabdi kepada sistem politik dengan menyajikan informasi, diskusi dan debat mengenai peristiwa umum;
  2. Menyebarkan penerangan kepada khalayak agar mampu ber-pemerintahan sendiri;
  3. Mengawal hak-hak asasi pribadi dengan mengabdi kepadanya sebagai penjaga dalam menghadapi pemerintah;
  4. Mengabdi kepada sistem ekonomi, terutama dengan jalan memper-satukan para pembeli dan penjual barang dan jasa melalui media periklanan;
  5. Menyajikan hiburan;
  6. Mengusahakan dana bagi kebutuhan sendiri sehingga bebas dari tekanan pihak yang berkepentingan.

Teori liberal menitikberatkan superioritasnya pada prinsip kebebasan per-orangan, penilaian dan aksioma bahwa kebenaran, jika diberi kebebasan, akan muncul sebagai pemenang dalam setiap perjuangan. Slogannya adalah proses tegakkan diri (selfrighting process) dan wahana pertukaran gagasan (market place of ideas), la telah menjadi bagian integral dari jajaran demokrasi yang telah menghasilkan kemajuan yang menakjubkan bagi kesejahteraan umum manusia.

Itu menurut paham liberalisme. Kenyataan menunjukkan bahwa sejak dekade 1970-an teori ini menjadi sasaran para peneliti. Rasionalisme telah diserang, khususnya oleh para ahli ilmu jiwa; teori hak-hak alamiah dikritik sebagai slogan persuasif semata-mata tanpa dasar politik dan sosial; dan hak perorangan dituding sebagai ancaman terhadap kesejahteraan mayoritas masyarakat.

 

Incoming search terms:

  • pers dalam masyarakat liberal mengabdi kepada
  • pengertian pers libertarian
  • teori liberal
  • teori libertarian
  • pers libertarian
  • teori pers libertarian
  • pengertian libertarian
PENGERTIAN LIBERTARIAN THEORY (TEORI LIBERAL) | ADP | 4.5