PENGERTIAN MARJINALITA

26 views

Sehubungan dengan konsep kecenderungan sosial dari stratifikasi, perlu diperkenalkan suatu kondisi di mana seseorang mempunyai keinginan untuk mengidentikan dirinya pada stratum tertentu yang biasanya lebih tinggi dari stratum yang dipunyainya, yang disebut “maijinalita”.

Dengan demikian, maijinalita pada hakekatnya dapat dinilai sebagai suatu deviasi (“penyimpangan ) dan orang-orang marjinal biasanya adalah orang-orang yang gagal (walaupun tidak selalu). Suatu contoh mengenai gambaran tentang maijinalita ini diberikan oleh Berry, dengan mengambil cerita Anthony- Trapole, dalam novelnya Bachester Towers, sebagai berikut: “Di dalam sebuah pesta taman yang diselenggarakan oleh Tuan Tanah, keluarga yang terkemuka dijamu ditempat yang bagus dan di taman rumput, sementara petani buruh dan keluarganya ditempatkan di tenda yang sederhana. Seorang isteri petani bernama Mrs. Lookaloft yang telah begitu banyak mengadaptasi gaya berpakaian orang-orang kaya, dan telah menyekolahkan anaknya keasrama (kebiasaan orang-orang kaya di sana – red), berusaha untuk hadir di tengah-tengah keluarga yang terkemuka. MrsLooka- left sebenarnya tidak punya urusan dilingkungan orang-orang tersebut dan ia tidak diterima dengan baik. Akan tetapi penjaga tidak berani menegur wanita yang memakai gaun gaya orang terkemuka. Sementara itu Mrs. Lookaleft terus berjalan menyibukkan para penjaga kearah benteng. Bahwasanya ia akan mengalami perasaan tidak enak tak diperhitungkannya saat itu. Dan tidak ada yang mampu menahannya dari kebanggaan berada di tengah-tengah para tuan tanah, para petani bangsawan, uskup dan para penggede”. Ceritera ini sebenarnya mengungkapkan banyak aspek dari stratifikasi, misalnya mengenai ukuran untuk menentukan strata, hak dan kewjiban dari tiap strata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *