PENGERTIAN MEDIA KOMUNIKASI MASSA

By On Tuesday, November 11th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Yang dibahas di sini ialah media massa yang memiliki ciri khas, yakni berkemampuan memikat perhatian khalayak secara serempak (simultaneous) dan serentak (instantaneous), yakni pers, radio, televisi, dan film. Mengapa hanya dibatasi pada media tersebut? Jawaban terhadap pertanyaan itu, ialah karena media itulah yang paling sering menimbulkan masalah dalam semua bidang kehidupan dan semakin lama semakin canggih akibat perkembangan teknologi, sehingga senantiasa memerlukan pengkajian yang saksama.

Dalam menyusun strategi komunikasi sifat dari media yang akan di-gunakan harus benar-benar mendapat perhatian, karena erat sekali kaitannya dengan khalayak yang akan diterpa. Pers memiliki ciri khas dibandingkan dengan media massa lainnya. Yang penting bukan hanya sifatnya yang merupakan media cetak, tetapi khalayak yang diterpanya bersifat aktif, tidak pasif seperti kalau mereka diterpa media radio, televisi dan film. Pesan melalui media pers diungkapkan dengan huruf-huruf mati, yang baru menimbulkan makna apabila khalayak menggunakan tatanan mentalnya (mental set) secara aktif. Karena itulah berita, tajuk rencana, artikel, dan lain-lain, pada media pers harus disusun sedemikian rupa, sehingga mudah dicerna oleh khalayak. Oleh karena itulah pers memerlukan susunan bahasa yang khas yang disebut bahasa pers. Menurut Dr. Yus Badudu, ahli bahasa terkenal, bahasa pers adalah bahasa ragam resmi baku yang mengandung arti bahasa pers bukan ragam bahasa santai seperti yang dipergunakan secara santai dalam percakapan sehari-hari, melainkan tunduk pada kaidah bahasa yang berlaku. Bahasa pers, seperti halnya dengan ragam bahasa lainnya tetap harus baik dan benar, yang dalam penyusunannya meng-hindarkan kata-kata yang mubazir, singkatnya harus komunikatif dan efektif. Kelebihan pers dari media massa iainnya, ialah bahwa media cetak itu dapat didokumentasikan, diulangkaji, dihimpun untuk kepentingan pengetahuan, dan dijadikan bukti otentik yang bernilai tinggi.

Radio, dalam hal ini radio siaran, sebagai media massa yang sifatnya khas dibandingkan dengan media massa lainnya, untuk strategi komunikasi perlu mendapat perhatian kekhasan cirinya itu. Kekhasannya ialah sifatnya yang audial, untuk indera telinga. Karena itu, khalayak ketika menerima pesan-pesan dari pesawat radio dengan tatanan mental yang pasif. bergantung pada jelas tidaknya kata-kata yang diucapkan penyiar. Oleh sebab itu dalam dunia radio siaran dikenal istilah Easy Listening Formula atau disingkat ELF, yang berarti bahwa naskah radio atau pengucapan kata-kata dalam siaran radio harus ditata, sehingga mudah ditangkap dalam sekilas dengar. Kelebihan radio siaran dari media massa lainnya, ialah pesan yang disiarkan oleh komunikator dapat ditata menjadi suatu kisah yang dihiasi dengan musik sebagai ilustrasi dan “efek suara” (sound effect) sebagai unsur dramatisasi, dan oleh khalayak dapat dinikmati dalam segala situasi: sedang makan, bekerja, berjalan, bahkan sedang mengemudikan kendaraan. Televisi yang muncul di masyarakat di awal dekade 1960-an semakin lama semakin mendominasi komunikasi massa dikarenakan sifatnya yang memenuhi kebutuhan dan keinginan khalayak. Kelebihan televisi* dari media massa lainnya, ialah bersifat audio visual. dapat dilihat dan didengar, “hidup” menggambarkan kenyataan, dan langsung menyajikan peristiwa yang tengah terjadi ke tiap rumah para pemirsa. Tetapi, Marshall Mc.Luhan dalam bukunya “Understanding Media, The Extentions of Man” menjuluki televisi sebagai “Timid Giant”, atau “Raksasa yang Malu-malu”, karena katanya, tidak cocok untuk isu-isu yang panas dan untuk topik- topik yang tajam. Dalam pada itu Mc.Luhan memasukkan televisi ke dalam kategori “cool medium” berlainan dengan radio yang merupakan “hot medium”, karena, menurut dia televisi itu “high in participation” berkadar tinggi dalam partisipasi. Film, yakni film teatrikal, film yang dipertunjukkan di gedung bioskop, mempunyai persamaan dengan televisi dalam hal sifatnya yang audiovisual; bedanya mekanik atau non elektronik dalam proses komunikasinya dan rekreatif-edukatif persuasif atau non informatif dalam fungsinya. Dampak film pada khalayak umat kuat dalam menimbulkan efek afektif, karena medianya berkemampuan untuk menanamkan kesan; layarnya untuk menayangkan cerita relatif besar, gambarnya jelas, dan suaranya yang keras dalam ruangan yang gelap membuat penonton tercekam.

Demikianlah sifat-sifat media massa yang dalam strategi komunikasi perlu menjadi bahan pemikiran. Pada bab-bab terdahulu : media massa pers, radio, televisi dan film telah dibicarakan secara khusus. Mengapa hanya media itu saja yang diketengahkan? Alasannya telah disinggung di muka, yakni karena semakin lama semakin canggih akibat perkembangan teknologi dan sebagai konsekuensinya acapkali menimbulkan dampak sosial yang memerlukan pengkajian secara saksama dari para ahli, bukan saja ahli komunikasi, tetapi juga ahli-ahli disiplin ilmu lainnya.

Incoming search terms:

  • alasan media massa disebut pers
PENGERTIAN MEDIA KOMUNIKASI MASSA | ADP | 4.5