PENGERTIAN PANAS

By On Tuesday, November 25th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Sebagai suatu cabang Fisika, mempelajari suhu, pemuaian oleh panas, pengukuran kalor atau energi panas, perubahan fase, dan proses aliran termal. Di dalam bahasa Inggris dikenal kata benda heat, dan kata sifat hot, warm, dan thermal (berkaitan atau bergantung pada suhu). Sebagai padanan kita gunakan kata kalor (dari bahasa Latin calor) atau energi panas atau energi termal, panas, hangat, dan termal. Sementara itu kata “panas” dapat digunakan sebagai padanan kata heat maupun thermal.

rmometri, cabang ilmu panas, mempelajari pengukuran suhu (temperatur). Pengukur suhu disebut termometer; cara kerjanya didasarkan pada suatu perubahan Fisika bila suhu berubah. Dikenal beberapa skala suhu, misalnya Celsius, Fahrenheit, Kelvin, Rankine, dll.

Hendaknya orang membedakan antara suhu (intensitas panas) dan kalor (kuantitas panas), yang saling dihubungkan oleh kalor jenis atau panas jenis bahan: Q = C(T2 – Ti) ialah banyaknya kalor yang diserap oleh benda bila suhunya naik dari Tx k e 72 ; C ialah ka; jenis bahan benda itu. Benda yang terbuat dari m g; am bahan itu mempunyai kapasitas panas sebesar mC.

Sejak abad ke-17 Filsuf dan peneliti seperti Francis Bacon, Thomas Hobbes, Robert Boyle, John Locke, dan Robert Hooke memandang kalor sebagai pengejawantahan makroskopik gerakan cepat dan kian kemari partikel-partikel dalam suatu benda. Namun dalam abad ke-18 teori kalor dari kimiawan Perancis, Antoine Lavoisier, mendapat pasaran karena sifat-sifat hantaran panas sangat mirip dengan sifat hantaran listrik, yang terbukti disebabkan oleh mengalirnya elekcron. Maka kalor dianggap sebagai zat alir tak bermassa, lenting, saling menolak, dan menembus apa saja. Pada akhir abad ke-18 dan pertengahan abad ke-19 teori kalor ini digantikan oleh teori mekanika mengenai kalor sebagai suatu bentuk energi (Humphry Davy, Benjamin Thomson, dan James Prescott Joule).

Pemuaian termal merupakan gejala yang lazim pada bahan dan benda. Sebagai pendekatan, volume suafn bahan dapat dianggap sebagai fungsi kubik- sui

V = Vo(l + at + bt2 + ct3)

Gejala ini dimanfaatkan dalam pembuatan termometer dan harus diperhitungkan dalam berbagai cabang rekayasa, khususnya rancang bangun (mesin dan sipil).

Kalorimetri mempelajari secara kuantitatif serah terima kalor. Ilmu ini memerlukan pengukuran perubahan suhu yang cermat dan pengetahuan kalor jenis yam; cermat pula.

Peralihan fase: kalor yang diserahterimakan tidak diiringi perubahan suhu, asal proses itu cukup lambat. Seakan kalor itu tersembunyi. Oleh karena itu kalor yang dilibatkan pada perubahan fase disebut kalor laten, misalnya kalor pelelehan, penguapan, sublimasi, dan proses-proses sebaliknya, serta transisi antar- fase padat.

Proses aliran panas terjadi bila dua benda yang tidak sama suhunya disentuhkan langsung, lewat zat alir atau bahkan lewat ruang hampa. Yang pertama disebut hantaran panas atau konduksi termal, yang kedua konveksi termal, dan yang terakhir radiasi (termal).

Incoming search terms:

  • PENGERTIAN PANAS
  • definisi panas
PENGERTIAN PANAS | ADP | 4.5