PENGERTIAN PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN

By On Tuesday, September 22nd, 2015 Categories : Bikers Pintar

Kepemimpinan merupakan topik yang menarik untuk dibicarakan, karena kepemimpinan menyangkut kemampuan seseorang. Kemampuan seseorang mempunyai kapasitas yang berbeda antara orang yang satu dengan orang lainnya. Namun demikian setiap orang yang ingin menjadi pemimpin harus mempunyai kemampuan dalam kepemimpinan.
Dalam memahami kepemimpinan banyak definisi atau batasan yang dikemukakan oleh para ahli di mana antara yang satu akan berbeda dengan yang lain, namun demikian yang menjadi inti dari pengertian kepemimpinan adalah : kemampuan untuk mempengaruhi orang-orang lain. Semerftara apa yang disebut dengan Kepemimpinan adalah kemampwan untuk mempengaruhi orang-orang lain agar mau mengikutinya, maka yang dimaksud dengan Pemimpin itu sendiri adalah orang yang menjalankan fungsi Kepemimpinan.
Dalam kaitan ini dapat kita lihat bahwa ada hubungan yang erat antara Pemimpin dengan Kepemimpinan, di mana Pemimpin adalah orang yang melaksanakan fungsi Kepemimpinan.
Banyak orang yang masih ragu dalam memahami pengertian tentang Kepemimpinan, karena pengertian ini masih sering rancu dengan pengertian tentang apa yang disebut Pemimpin. Dalam hubungan ini barangkali perlu kita perhatikan kalimat yang mengatakan bahwa ada Pemimpin yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Tentu dengan menyimak kalimat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa antara Kepemimpinan dan Pemimpin mempunyai pengertian yang tidak sama.
Dalam memahami pengertian tentang Kepemimpinan, maka sepeti apa yang dikemukakan oleh Ralp M. Stogdill bahwa akan kita jumpai sejumlah definisi yang berbeda antara satu ahli dan ahli lainnya, sesuai dengan masingmasing orang atau ahli yang mengemukakan batasan atau definisi tersebut (Ralp M. Stogdill dalam James A.F. Stoner, 1986). Keith Devis misalnya, mengatakan bahwa yang disebut kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang-orang lain untuk mencapai tujuan dengan antusias (Sukanto Reksohadiprodjo dan T. Hani Handoko, 1986). Sementara menurut Edwin A. Fleishman, Kepemimpinan itu adalah suatu usaha mempengaruhi orang antar perorangan (inter personal), lewat proses komunikasi untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan (Gibson cs, 1986). G.R. Terry mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan Kepemimpinan adalah hubungan di mana satu orang yakni pemimpin mempengaruhi pihak lain untuk bekerjasama secara sukarela dalam mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai apa yang diinginkan (G.R. Terry, dalam Winardi, 1981). Sedangkan menurut Sondang P. Siagian bahwa Kepemimpinan adalah keterampilan dan kemampuan seseorang mempengaruhi perilaku orang lain, baik yang kedudukannya dalam berfikir dan bertindak agar perilaku yang semula mungkin individualistik dan egosentrik menjadi perilaku organisasional (Sondang P. Siagian, 1965).
Melihat pendapat beberapa ahli di atas ternyata memang menunjukkan adanya perbedaan antara yang satu dengan yang lain tentang apa yang disebut kepemimpinan. Namun kalau diperhatikan secara seksama dari perbedaan pendapat yang ada, sesungguhnya dapat diketemukan satu hal yang sama atau senada yaitu : kemampuan mempengaruhi orang-orang lain, namun apa yang disebut kemampuan untuk mempengaruhi orang lain tersebut tidaklah sesederhana seperti definisi yang ada. Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain tersebut mengandung makna bahwa seseorang untuk mampu mempengaruhi orang lain, maka dia harus memiliki : Social power yang dirinci lagi sebagai reward power, coercive power, legitimate power, reference power dan expert power (John R.P. Franch & Bertram Raven dalam Gibson cs, 1986). Reward power (kemampuan karena imbalan), kemampuan mempengaruhi orang lain yang disebabkan karena kemampuan mempengaruhi orang lain yang disebabkan karena kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan. Coercive power (kemampuan karena paksaan), seseorang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain karena dia dapat memberikan hukuman, kepada orang yang tidak patuh kepadanya. Legitimate power (kemampuan karena wewenang formal), seseorang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain karena dia memiliki wewenang formal. Reference power (kemampuan karena pengaruh hubungan dalam kelompok), yaitu seseorang mempunyai kemampuan mempengaruhi orang lain karena dia memiliki kemampuan untuk menjadi teladan bagi orang-orang lain. Sedangkan Expert power (kemampuan karena keahlian), adalah seseorang mempunyai kemampuan untuk mempe-ngaruhi orang lain karena dia mempunyai keahlian tertentu.
Dalam melaksanakan social power tadi bagi masing-masing orang akan berbeda, hal ini disebabkan oleh perbedaan-perbedaan latar belakang, pendidikan, pengalaman dan tujuan dari masing-masing orang tersebut. Perbedaan dalam melaksanakan social power inilah yang akan menyebabkan timbulnya perbedaan dalam gaya kepemimpinan dari masing-masing pemimpin.

PENGERTIAN PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN | ADP | 4.5