PENGERTIAN PENANGANAN ADHD

By On Tuesday, August 27th, 2019 Categories : Bikers Pintar

PENGERTIAN PENANGANAN ADHD – Mungkin uji coba klinis terkendali secara random dengan disain terbaik terhadap penanganan ADHD adalah Multimodal Treatment of Children with ADHD, atau studi MTA. Studi tersebut dilakukan di enam lokasi yang berbeda selama 14 bulan terhadap hampir 600 anak dengan ADHD, membandingkan tiga jenis penanganan, yaitu (1) pemberian obat saja, (2) pemberian obat ditambah dengan penanganan behavioral intensif, melibatkan orang tua dan guru; dan (3) penanganan behavioral saja. Anakanak yang menjalani ketiga penanganan tersebut kemudian dibandingkan dengan kelompok keempat, anak-anak yang menjalani perawatan standar berbasis komunitas. Hasil-hasil yang diperoleh sepanjang periode 14 bulan mengindikasikan simtomsimtom ADHD yang lebih sedikit pada anak-anak yang hanya mendapatkan penanganan dengan obat dibanding pada anak-anak yang hanya menjalani p-e-nanganan behavioral intensif. Penanganan kombinasi sedikit lebih baik daripada penanganan dengan pemberian obat saja dan memiliki kelebihan dalam hal tidak dibutuhkannya dosis Ritalin yang begitu tinggi untuk mengurangi simtom-simtom ADHD. Selain itu, penanganan kombinasi lebih meningkatkan fungsi positif seperti keterampilan sosial dibanding penanganan dengan pemberian obat saja. Penanganan dengan pemberian obat saja dan penanganan kombinasi lebih baik dari perawatan berbasis komunitas, sedangkan penanganan hanya dengan terapi behavioral tidak demikian (MTA Cooperative Group, 1999a, 1999b).

Dalam analisis sekunder yang dilakukan untuk mengklarifikasi berbagai temuan utama dalam studi MTA, Swanson dkk. (2001) dilaporkan bahwa pemberian terap: behavioral saja lebih baik dari perawatan berbasis komunitas dalam 3 dari 6 lokas: penelitian. Selain itu, perbandingan lebih jauh antara penanganan kombinasi dengan penanganan dengan pemberian obat saja menunjukkan bahwa 20 persen lebih anakanak yang menjalani penanganan kombinasi mencapai hasil yang sangat baik_ Penanganan kombinasi juga dihubungkan dengan lebih sedikitnya masalah behavioral di sekolah dan analisis tambahan menunjukkan bahwa efek tersebut dapat memiliki kaitan dengan berkurangnya pola asuh yang nega tif dan tidak efekni.

ADHD umumnya ditangani dengan pemberian obat dan berbagai metode behavioral berdasarkan pengondisian operant.

Pemberian Obat Stimulan Obat-obat stimulan, khususnya metilfenidat, atau Ritalin, telah diresepkan bagi ADHD sejak awal tahun 1960-an. Obat-obat lain yang diresepkan untuk ADHD termasuk amfetamin, atau Adderall, dan pemolin, atau Cylert; namun Ritalin merupakan obat yang paling umum diresepkan. Selama tahun 1996-2000, 11 juta resep Ritalin diberikan setiap tahunnya di Amerika Serika t, dan 80 persen di antaranya diberikan bagi anak-anak yang didiagnosis mengalami ADHD. Pemberian obat tersebut kadang berlanjut hingga remaja dan dewasa sejalan dengan semakin banyaknya bukti bahwa simtom-simtom ADHD biasanya tidak menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia si anak.

Obat-obatan yang digunakan untuk menangani ADHD mengurangi perilaku mengganggu dan meningkatkan kemampuan untuk berkonsentrasi. Banyak studi terkendali yang membandingkan stimulan dengan plasebo dengan desain double-blind menunjukkan peningkatan jangka pendek dalam kemampuan konsentrasi, aktivitas yang bertujuan, perilaku di ruang kelas, dan interaksi sosial dengan orang tua, guru, dan teman-teman seusia dan berkurangnya agresivitas dan impulsivitas pada sekitar 75 persen anak-anak dengan ADHD.

Terlepas dari temuan yang menjanjikan mengenai kemampuan obat-obatan stimulan bagi ADHD, penelitian lain mengindikasikan bahwa obat-obatan tersebut tidak dapat meningkatkan prestasi akademik untuk waktu lama. Lebih jauh lagi, obat-obat stimulan memiliki efek samping. Selain hilangnya nafsu makan untuk sementara dan masalah tidur, efek samping yang riskan dari banyaknya pemberian resep stimulan telah terjadi. Majalah Newsweeh melaporkan pada pertengahan tahun 1990-an bahwa anak-anak mulai menggunakan Ritalin dan obat-obat stimulan lain yang mereka peroleh dari kakak atau adik mereka atau teman-teman sebagai obat rekreasional. Penggunaannya juga telah menyebar di kalangan siswa SMU dan mahasiswa yang tidak mengalami ADHD namun merasakan bahwa bila obat tersebut dihisap seperti kokain akan membantu mereka lebih terfokus pada tugas-tugas sekolah dan kuliah dan menghilangkan keletihan (Tennant, 1999). Meskipun penyalahgunaan Ritalin memang memprihatinkan, obat tersebut efektif untuk menangani ADHD, dan perlu dipertimbangkan sebagai komponen penting dalam program-program penanganan.

Terakhir, berbagai temuan dalam studi MTA tersebut mengindikasikan bahwa intervensi behavioral yang intensif dapat sangat membantu bagi anak-anak dengan ADHD. Dalam studi tersebut„ beberapa anak berpartisipasi dalam program musim panas intensif selama 8 minggu yang mencakup sejumlah intervensi behavioral tervalidasi. Di akhir program musim panas tersebut, anak-anak yang menjalani penanganan kombinasi mengalami perubahan signifikan yang sangat sedikit dibanding anak-anak yang menjalani penanganan perilaku intensif saja. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi behavioral intensif dapat sama efektifnya dengan pemberian Ritalin yang dikombinasikan dengan program operant yang kurang intensif.

PENGERTIAN PENANGANAN ADHD | ADP | 4.5