PENGERTIAN PERCOBAAN APERSEPSI TEMATIK (TAT)

18 views

Percobaan Apersepsi Tematik (TAT) mempergunakan suatu seri gambar- gambar. Sebagian adalah reproduksi lukisan-lukisan, sebagian lagi kelihatan sebagai ilustrasi buku atau majalah. Para peserta diminta mengarang sebuah cerita mfengenai tiap-tiap gambar yang diperlihatkan kepada mereka. Mereka diminta membuat cerita mengenai latar belakang dari kejadian yang menghasilkan adegan pada setiap gambar, mengenai pikiran dan perasaan yang dialami oleh orang-orang di dalam gambar itu, dan bagaimana episode itu akan berakhir. Sebagian kartu dari seri itu hanya ditunjukkan kepada kaum pria, sebagian lagi hanya kepada kaum wanita, dan sebagian hanya kepada anak-anak, sedangkan sebagian diperlihatkan kepada semua peserta. Ada gambar yang dimaksudkan untuk memancing cerita-cerita mengenai hubungan seorang pria dengan seorang yang berwajah ibu, yang menjadi tokoh ayah, atau dengan teman wanita, dengan pekerjaan dan ambisi, dan tema-tema lain. Dalam membuat cerita tersebut, sukar bagi yang bersangkutan untuk tidak mengungkapkan sedikit riwayatnya. Dia cenderung untuk mengemukakan nilai-nilainya, sikapnya serta aspirasinya. Cerita-cerita ini dapat dianalisa untuk melihat tema-tema apa yang timbul berulang-ulang, tema-tema yang agak lain dari yang biasa, macam-macam konflik yang dipaparkan, dan bentuk penyelesaiannya.

Sebagian dari gambar-gambar itu memperlihatkan keadaan dalam rumah orang Amerika kelas menengah, pakaian pada gambar adalah pakaian orang Amerika, dan orangnya berwajah kulit putih (Caucasian). Gambar-gambar semacam ini sulit untuk diperlihatkan kepada masyarakat yang bukan berasal dari Barat, yang rumahnya, pakaiannya dan wajah rupanya berlainan. Untuk mengatasi kesulitan ini hanya diperlihatkan gambar-gambar yang tidak terlalu terikat kepada sesuatu kebudayaan. Ini misalnya dilakukan dengan hasil yang baik sekali dengan anak-anak dari suku Ojibwa, yang telah mengalami proses asimilasi kebudayaan. Usaha lain untuk mengatasi kesukaran itu ialah mempergunakan seri TAT yang telah disesuaikan, di mana gambar-gambar dari seri yang asli diubah dengan penyesuaian kepada kebudayaan dan tempat-tempat di mana percobaan itu diberikan, seperti yang dilakukan dengan anak-anak suku Hopi dan Navajo, penduduk Mikronesia, petani-petani Jepang, dan berbagai kelompok Afrika. Pada umumnya diperoleh cerita-cerita yang cukup memuaskan. Marilah kita dalami secara singkat beberapa percobaan TAT pada anak-anak Indian Hopi, Navajo, Ojibwa. William E. Henry membuat analisa mengenai cerita-cerita dari 102 orang anak-anak Hopi golongan umur 6-18 tahun, dibagi sama banyak menurut jenis kelamin. Ditemukannya bahwa gambar wanita dewasa memainkan peran yang besar sekali dalam cerita-cerita tersebut, dan juga bahwa banyak rasa permusuhan yang tidak disadari ditujukan kepada wanita-wanita dewasa itu. Gambar berupa ayah tidak begitu menonjol sebagaimana gambar berupa ibu, dan tidak menjadi sasaran rasa permusuhan seperti terhadap gambar berupa ibu. Ditekankan penguasaan emosi dan dikebelakangkan keinginan-keinginan pribadi demi kepentingan kelompok. Berdasarkan bukti-bukti dari TAT, Henry mengemukakan bahwa rasa agresi yang tersimpan erat itu bisa mencari jalan keluar melalui desas-desus yangjahil, pencurian, perusakan-perusakan dan keganasan terhadap binatang. Dari uraian etnografis mengenai suku Hopi, ternyata bahwa banyak dari analisa tersebut sesuai dengan hasil di atas, walaupun meluasnya rasa permusuhan terhadap gambar berupa ibu tidak disangka.

Henry juga menganalisa TAT mengenai 104 anak-anak Indian Navaho yang seumur dengan anak-anak Hopi di atas. Ditemukannya bahwa tekanan terhadap rasa tanggung jawab kurang, dan terdapat lebih banyak kebebasan dan spontanitas dari yang ditemukannya pada anak-anak Hopi. Bukti mengenai persaingan antara anak-anak kurang ditemukan dan begitu pula kurang terdapat fluktuasi emosi dalam hubungan keluarga. Rasa bersalah terhadap pelanggaran- pelanggaran peraturan kurang dirasakan.  Clyde Kluckhohn, seorang ahli terkemuka mengenai soal-soal orang Navayo setuju dengan gambaran umum yang diutarakan oleh Henry. William Caudill membuat analisa TAT dari 88 orang anak-anak Ojibwa di Wisconsin, yang telah mengalami perubahan-perubahan dalam kebudayaan akibat terbukanya hubungan dengan kebudayaan lain. Ditemukannya bahwa cerita-cerita mereka sedikit sekali memperlihatkan emosi mengenai apa pun. Agresi fisik, keadaan mabuk dan masuk penjara mereka terima sebagai aspek hidup yang normal. Tidak ada cerita-cerita yang memperlihatkan ambisi, tidak ada ucapan-ucapan mengenai pertimbangan moral atau nilai. Selalu disebut-sebut mengenai rasa lapar dan makan.  Gambar yang menyedihkan ini cocok dengan hasil tes Rorschach dan analisa-analisa melalui gambar oleh kelompok anak-anak yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *