PENGERTIAN PERUBAHAN BERENCANA

By On Friday, November 21st, 2014 Categories : Bikers Pintar

Sejauh ini kita telah membahas perubahan sosial pada umumnya, tanpa memperhatikan apakah perubahan itu direncanakan atau tidak. Di bawah ini akan dibicarakan sedikit mengenai beberapa aspek perubahan sosial yang direncanakan.

Yang dimaksud dengan perubahan sosial berencana ialah suatu perubahan masyarakat untuk mewujudkan suatu keadaan tertentu berdasarkan rencana tertentu. Istilah lain yang lazim dipakai dewasa ini ialah pembangunan masyarakat, atau pengembangan masyarakat;

keduanya mengandaikan adanya suatu rencana. Sedangkan istilah pembangunan berencana khusus digunakan untuk negara-negarayang sedang berkembang, yakni negara-negara di luar Amerika Serikat dan Eropa Barat yang disebut negara maju.

Pembangunan di negara maju dilaksanakan dengan rencana yang cermat dan disempurnakan dari waktu ke waktu sehingga menghasilkan masyarakat yang terus mengalami kemajuan. Proses pembangunan di negara-negara sedang berkembang oleh para ahli ilmu sosial disebut modernisasi, karena kegiatan ini dimak-sudkan untuk menciptakan negara modern yang kemajuannya setaraf dengan kemajuan di negara-negara barat. Namun, para saijana dari negara-negara sedang berkembang sendiri tidak setuju jika pengertian modernisasi disamakan dengan westernisasi, karena modernisasi tidak berarti mengambil segala unsur budaya yang dimiliki negara maju. Keterbelakangan negara-negara sedangberkembangtidakmencakup segala bidang, melainkan hanya dalam beberapa hal. Dalam bidangkebuday aan dan rohani, negara-negara ini tidak dapat dikatakan terbelakang.

Ciri-ciri yang menandai negara-negara sedang berkembang sudah dipelajari oleh PBB dan saijana-saijana barat maupun timur, antara lain: kekurangan pangan, struktur agraria rendah, industri kurangber- kembang, tenaga mesin sedikit, struktur sosial feodal, ketergantungan ekonomi, angka kelahiran tinggi, kesehatan buruk, tingkat pengajaran rendah, kelas menengah tidak begitu maju, angka pengangguran tinggi, tingkat pendidikan rendah, orientasi pada tradisi dan kelompok sangat ketat. Dalam konteks tersebut, modernisasi berarti suatu usaha untuk mengejar ketinggalan dengan menggunakan rencana tertentu. Dalam usaha tersebut negara yang bersangkutan sadar penuh bahwa ilmu pengetahuan memainkan peranan penting. Oleh karena itu pendidikan merupakan usaha yang menduduki tempat utama, khususnya di Indonesia.

Dengan mengingat pentingnya unsur pendidikan (memajukan ilmu pengetahuan) maka modernisasi dapat didefinisikan sebagai penerapan pengetahuan ilmiah pada semua bidang kehidupan manusia. Ditinjau dari perlunya usaha untuk mengubah bentuk-bentuk kehidupan gaya lama ke dalam bentuk-bentuk baru, maka modernisasi dapat didefinisikan pula sebagai suatu transformasi kehidupan masyarakat dalam segala seginya.  Sedangkan dilihat dari segi perlunya diadakan pembangunan unsur- unsur masyarakat berdasarkan rencana tertentu, maka modernisasi dapat dirumuskan sebagai suatu proses pembangunan masyarakat, menurut suatu pola yang direncanakan. Atau singkatnya suatu pembangunan masyarakat yang direncanakan.

Dari kaca mata sosiologi suatu pembangunan masyarakat yang direncanakan adalah suatu perubahan sosial berencana. Dalam kaitan dengan kenyataan yang kini sedang dilakukan oleh negara sedang ber kembang, dapat dikatakan bahwa suatu perubahan sosial berencana sama dengan proses modernisasi. Dari segi legitimasi, pengkajian sosiologis dalam topik ini dianggap sah, apabila tema pembangunan masyarakat berencana itu telah merupakan fenomena sosial yang nyata, bukan hanya suatu rencana pembangunan yang masih berupa cita-cita atau gambaran di atas kertas, melainkan sudah dilaksanakan dalam situasi yang konkret Contoh: pembangunan masyarakat dan negara Indonesia yang dilaksanakan mulai tahun 1945 hingga sekarang merupakan suatu kenyataan sosial yang konkret.

Seperti yang terkandung dalam GBHN, realitas pembangunan bangsa Indonesia dewasa ini mempunyai pangkal tolak yang jelas, titik tujuan yang telah ditentukan dan proses transformasi menurut suatu rencana nasional. Kalau kita mengambil GBHN 1978 sebagai contoh, situasi masya rakat Indonesia secara keseluruhan setelah Repelita II selesai adalah pangkal tolak untuk melaksanakan Repelita III (1978-1983). Keadaan konkret yang menjadi pangkal tolak itu adalah ekonomi nasional yan^ sudah membaik tetapi belum merata, kehidupan beragama membaik tetapi belum memuaskan, situasi politik bangsa Indonesia dalam Ordo Baru, keadaan pertahanan nasional dengan ABRI sebagai intinya.

Titik tujuan yang hendak dicapai bangsa Indonesia dirumuskan dalam GBHN, dengan pokok mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara merata baik material maupun spiritual dan pelaksanaan delapan jalur pemerataan (pangan, sandang, perumahan, kesempatan keija, kesempatan mendapat pendidikan dan kesehatan, kesempatan berusaha, kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan dan kesempatan memperoleh keadilan). Proses transformasi masyarakat Indonesia dilaksanakan dengan rencana jangka panjang dan jangka pendek. Rencana jangka panjang meliputi kurun waktu 25 sampai 30 tahun dimulai sejak Repelita I tahun 1969. Rencana jangka pendek dibuat untuk masa lima tahun. Setiap akhir tahap diadakan penilaian sejauh mana tujuan tercapai. Adapun tujuan setiap tahap ialah meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat serta meletakkan landasan untuk tahap berikutnya. Demikianlah dengan Repelita bangsa Indonesia mengadakan perubahan berencana yang memberi hasil positif bagi masyarakat Indonesia.

Incoming search terms:

  • perubahan Berencana
  • pembangunan berencana
  • apa yang dimaksud dengan perubahan berencana
PENGERTIAN PERUBAHAN BERENCANA | ADP | 4.5