Kriteria dasar.

Pengertian prediction (prediksi) adalah Sebagai penentuan keadaan masa depan dari suatu sistem so­sial atau fisik, prediksi adalah isu episte­mologis penting karena kemampuan untuk memproduksi prediksi yang akurat dan reliabel sering dianggap sebagai kriteria dasar yang membedakan sains dengan tipe aktivitas intelektual lainnya. Telah diakui bahwa kadang-kadang pre­diksi dapat benar di dalam ilmu sosial: misalnya prediksi pengangguran jangka pendek dan menengah, angka kematian dan kelahiran atau peluang pendidikan sering kali dapat diandalkan (lihat juga SOCIAI, STATISTICS). Secara keseluruhan ilmu sosial berhasil mengembangkan dimensi actuarial. Namun perbedaan krusial antara prediksi dan ramalan tidak selalu dijelaskan oleh ilmuwan sosial. Di awal abad ke-20, W. Sombart memprediksikan bahwa ge­rakan sosialis yang kuat akan berkembang di AS. Pada pertengahan 1980-an banyak sosiolog dan ilmuwan politik memprediksi­kan rezim komunis di Eropa Timur masih akan bertahan lama. Seperti ditunjukan oleh Anthony Giddens (1990), prediksi Karl Marx dan Max Weber tentang masyarakat modern harus dianggap relatif.

Fakta sosial. Pengertian prediction (prediksi) adalah

Di masa belakangan, ilmuwan sosial semakin menyadari sulitnya prediksi dalam ilmu sosial. Ini dapat dilihat dari fakta bah­wa “futurolog” tidak lagi mengklaim bahwa mereka dapat memprediksi perubahan sosial secara akurat, dan mereka mengembangkan beberapa “skenario” (script) tahapan sistem sosial di masa depan. Pengertian prediction (prediksi) adalah Sikap lebih moderat terhadap prediksi ini sebagian disebabkan melemahnya positivisme dalam ilmu sosial dan kemajuan ide bahwa fakta sosial adalah produk dari tindakan individu, perilaku individu dan/atau keyakinan individual. Sementara beberapa sistem interaksi dapat diprediksikan seperti halnya sistem fisik, na­mun ada juga yang tidak. Jadi “permainan kerja sama” dapat diprediksi dengan akurat, sedangkan struktur interaksi dari “dilema ta­hanan yang diulang” atau tipe “the chicken” adalah sangat sulit diprediksi (Boudon, 1986; Boudon dan Bourricaud, 1989). Di lain pi­hak, riset perubahan sosial menimbulkan pandangan bahwa faktor kontingen tidak bisa diabaikan. Lebih jauh, banyak ramalan pada dasarnya sudah ditentang sendiri lebih dulu; jika diprediksikan bahwa akan datang bencana sosial, maka sesuatu akan dilaku­kan untuk mencegahnya, sehingga ramalan bencana itu kemungkinan tidak akan ter­jadi. Pengertian prediction (prediksi) adalah Secara keseluruhan, tendesi lama untuk mendefinisikan sains berdasarkan kapasitas prediktifnya kini dianggap naif: tujuan ilmu pengetahuan terutama adalah mendapat­kan pengetahuan dan pemahaman tentang dunia dan prediksi masa depan hanyalah tujuan sekunder. Perlu diketahui, misalnya, bahwa sebuah interaksi struktur tertentu ti­dak dapat diprediksi atau arahsuatu proses dapat dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat sementara. Pengetahuan semacam ini mem­buat prediksi menjadi mustahil.