PENGERTIAN PULAU IRIAN

By On Monday, March 31st, 2014 Categories : Bikers Pintar

PENGERTIAN PULAU IRIAN – Mempunyai keistimewaan sebagai pulau terbesar nomor dua di dunia setelah Tanah Hi­jau. Letaknya antara 0° 19′ sampai 10° 43″ lintang selatan dan 130° 45′ sampai 150° 48′ bujur timur. Panjangnya sekitar 2.400 kilometer atau hampir sama dengan jarak London-Istanbul. Lebar maksimum 660 kilometer.

Pulau ini dimiliki dua negara, Indonesia di sebelah barat dengan luas 414.800 kilometer persegi (termasuk beberapa pulau kecil di sekitarnya) mulai dari garis meridian 141° bujur timur ke arah barat dan Papua Guinea di sebelah timur dengan luas 461.691 kilometer persegi. Pulau ini di kelilingi banyak pulau, antara lain Pulau Dolak, Misool, Salawati, Waigeo, Biak, Yapen, Kelopom. Jumlah penduduknya sekitar 4.834.800 jiwa.

 

Keadaan alam.

Secara fisiografis, Pulau Irian da­pat dibagi menjadi beberapa wilayah. Semenanjung Barat meliputi daerah Kepala Burung yang dihubung­kan oleh celah yang sempit. Sejajar dengan pantai utara dari Kepala Burung terdapat rangkaian pegu­nungan yang membujur dengan arah timur – barat an­tara Salawati dan Manokwari.

Rangkaian ini terbagi menjadi bagian utara dan selatan oleh sebuah depresi memanjang. Pada depresi ini terdapat lembah-lembah dan daratan. Rangkaian Utara (busur vulkanis Arfak-Halmahera — Sistem Ternate) terdiri atas batuan vulkanis-neogen dan kwar- tair yang diduga masih aktif. Di sebelah barat mulai dari pulau Baganta dan Salawati, pegunungan ini naik mencapai hingga Pegunungan Tamrau dengan lebar 40 kilometer. Setelah terpotong daratan Wayori dan Prafi kelanjutannya di timur muncul di Pegunungan Arfak dekat Manokwari.

Rangkaian Selatan (busur yang tak vulkanis dari Kepala Burung) terdiri atas sedimen-sedimen tersier bawah dan pra-tersier yang terlipat kuat. Arahnya timur – barat kemudian melengkung ke bagian selatan hingga mencapai Pegunungan Lima.

Pada tanah genting di sebelah selatan Teluk Cen- derawasih terdapat sebuah sumbu depresi. Pada de­presi ini terletak Danau Yamur dan Lembah Omba.

Bagian Utara Kepala Burung dipisahkan dari ba­gian selatan oleh teluk yang luas tetapi dangkal. Hal ini ditandai adanya dangkalan yang berisi pulau-pulau, parit, dan bukit yang terpisah.

Pada leher Kepala Burung terdapat pegunungan yang menjorok ke laut, yaitu Pegunungan Fakfak yang mencapai ketinggian 1.450 meter dan di sebelah, selatannya terdapat Pegunungan Kamafa (1.489 me­ter).

Di utara daratan utama terdapat Pegunungan Cy- lope (1.950 meter) dan Pegunungan Bougainville. Pegunungan ini merupakan tepi selatan dari tanah batas Melanesia atau Melanesia Utara. Selanjutnya terdapat sebuah zone yang memanjang dari dataran rendah dan bukit, yaitu depresi Mamberamo -Bewani. Depresi tersebut membujur dari pantai Teluk Cen­drawasih di sepanjang Danau Rambebai dan Danau Sentani sampai ke pantai Pinch.

Di sebelah selatan depresi Mamberamo – Bewani terdapat rangkaian Pegunungan Kompleks. Rang­kaian ini pada umumnya merupakan deretan pegu­nungan dan punggung Teluk Cendrawasih di bagian barat dan muara Sungai Sepik di bagian timur. Pegu­nungan ini dimulai dari Gunung Dom (1.332 meter) di sebelah barat dan bergerak ke timur hingga Pegu­nungan Van Rees yang terpotong Sungai Mamberamo. Rangkaian ini diikuti Pegunungan Gauttier, Pegu­nungan Foya, Pegunungan Karamor dan Pegunungan Bonggo.

Zone selanjutnya yang merupakan sumbu utama dari Pulau Irian, ialah rangkaian pegunungan tengah, dan plato-plato yang tinggi (Lembah Baliem). Pada teritorial Indonesia, bagian yang tertinggi disebut rangkaian pegununga salju, sebab puncaknya yang ter­tinggi mencapai ketinggian batas salju abadi (di atas 4.300 meter). Rangkaian ini mempunyai penampan melintang sekitar 1.500 kilometer di bagian barat. Dj sini terdapat rangkaian Pegunungan Sudirman, dengan puncak tertinggi Puncak Jaya (Nga Pulu Cartenz) setinggi 5.030 meter, dan Pegunungan Jayawi. jaya. Pada bagian timur (melampaui batas Papua Nu­gini), lebar rangkaian pegunungan tengah ini ber­tambah sampai sekitar 250 kilometer, dan di situ ter­jadi pertautan dengan Pegunungan Victor Emanuel.

Di sebelah selatan rangkaian tengah dari dataran utama, terbentang depresi Digul – Fly. Dataran tanah rendah ini lebarnya 200 sampai 300 kilometer.

Di bagian timur, termasuk ekornya, terbentang rangkaian Pegunungan Adalbert, Fenisterre, Hahl dan Rawlison. Rangkaian tengah, rangkaian Victor Emanuel, merupakan bagian yang relatif sempit dari sistem pegunungan tengah Irian. Keadaan orografisnya me­nunjukkan bahwa di daerah itu terdapat pegunungan salju, yang dapat dijumpai di ujung timur. Di antara rangkaian timur laut dan rangkaian tengah terbentang sebuah zone depresi yang ditandai oleh Lembah Ramu dan Markham. Zone ini terus membentang ke arah timur, melintas sampai Teluk Huon.

Rangkaian berikutnya meliputi rangkaian Bismarck (Gunung Wilhelm 4.260 meter), rangkaian Kubor (Gunung Leahy 4.350 meter), rangkaian Krakte di sebelah selatan Wau. Rangkaian ini bersambung de­ngan rangkaian pegunungan di “ekor” Irian, seperti rangkaian Owen Stanley (Gunung Chapman, 3.470 meter; Gunung Edward, 4.030 meter; Gunung Vic­toria,-4.010 meter). Lebar bagian tengah itu sekitar 100 meter pada ekor.

Iklim.

Pulau Irian beriklim tropis, karena terletak di daerah khatulistiwa. Suhu rata-rata tinggi, dan cu­rah hujannya tinggi. Daerah pegunungan beriklim se­dang.

Satwa yang khas adalah binatang berkantung, seperti kanguru, kuskus, tikus berkantung. Satwa ter­bangnya adalah berbagai jenis burung yang langka, seperti betet, kakaktua, kaswari, cendrawasih, dan burung es hutan sebagian besar pulaunya tertutup hutan tropis. Wilayah sepanjang pantai tertutup hutan bakau. bidang pertambangan, ditemukan banyak mi­neral, seperti emas, perak, platina, tembaga dan mi­nyak bumi (terutama di semenanjung Kepala Burung bagian barat yang kaya akan minyak bumi). Di daerah pantai terdapat kekayaan ikan dan mutiara penambangan tembaga dengan hasil sampingan einas dan perak berpusat di kota Tembagapura.

Sejarah. Pulau Irian pertama kali ditemukan bang­sa Portugis pada tahun 1512, kemudian pulau ini diberi nama “Papua”. Nama New Guinea berasal dari Ynigo de Retes, seorang Spanyol yang berlabuh di Sungai Mamberamo (tahun 1945). Pemberian nama ini didasarkan atas kenyataan bahwa penduduk asli­nya mempunyai banyak persamaan dengan Guinea yang terletak di pantai barat Afrika. Nama Irian di­usulkan oleh Frans Kasiepo, di dalam Konferensi Ma- lino tahun 1946. Nama inilah yang kemudian selalu di pakai oleh Indonesia.

Incoming search terms:

  • pegunungan di papua nugini termasuk rangkaian pegunungan
PENGERTIAN PULAU IRIAN | ADP | 4.5