PENGERTIAN SAHAM PERUSAHAAN

By On Saturday, September 19th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dapat didirikan olen lebih dari seorang yang modalnya terkumpul dari penyertaan para pendiri. Jumlah modal tersebut terbagi atas sejumlah saham yang besarnya tergantung dari nilai nominal saham tersebut. Artinya kalau PT. didirikan oleh 5 (lima) orang dengan modal misalnya Rp.1 Miliar maka setiap orang pendiri merupakan pemegang saham pendiri yang besarnya tergantung dari penyertaan mereka. Minimal 20%nya harus sudah ditempatkan dan pada waktu penandatanganan akte pendirian di depan notaris, 20% dari yang ditempatkan sudah harus disetorkan dalam bentuk tunai. Sehingga dibutuhkan minimal 4% dari seluruh modal dasar pada saat pendirian suatu PT. Sedangkan sisa saham dapat diselesaikan kalau perusahaan memerlukan tambahan modal kerja. Sedangkan kalau semua saham sudah terjual habis sedang dalam kegiatannya PT. yang bersangkutan masih memerlukan penambahan modal, dapat dilakukan melalui:
1. Perubahan Modal
2. Pinjaman
3. Obligasi
Mana yang akan ditempuh oleh suatu PT. dalam usahanya untuk memperoieh tambahan modal tergantung dari kemampuan perusahaan untuk melakukannya. Sebab setiap bentuk penambahan modal akan membawa konsekuensinya sendiri-sendiri. Misalnya melalui Perubahan Modal dalam bentuk pengeluaran saham baru. Usaha ini dapat dilakukan oleh suatu PT. melalui atau tanpa Pasar Saham. Tanpa melalui Pasar Saham berarti PT. hanya menambah atau memperbesar Modal Perusahaan. Tambahan tersebut dapat diperuntukkan hanya untuk para pemegang saham yang sudah ada. Penambahan Modal Perusahaan dapat pula dilakukan melalui perubahan Modal Statuter atau merubah nilai saham yang ada.
Bentuk lain yang dapat dilakukan oleh suatu PT. dalam menambah modal yaitu dengan menjual saham baru. Ini berarti bahwa PT. yang bersangkutan harus go publik terlebih dahulu dan untuk itu perusahaan harus dapat memenuhi syarat-syaratnya. Atau cara lain yaitu dengan tanpa melalui pasar saham seperti pinjaman dari pihak ke tiga. Pihak ketiga bisa melalui lembaga keuangan bank atau non bank. Dari mana tambahan modal tersebut diperoleh akan membawa pengaruh, baik terhadap proses mendapatkannya maupun dalam pemakaian atau penggunaannya.
Sedangkan sumber tambahan modal lainnya yaitu melalui apa yang dinamakan Penerbitan Obligasi. Penerbitan Obligasi berarti bahwa PT. yang bersangkutan harus membayar bunga tertentu dan melunasi kembali dalam waktu yang tertentu pula. Di samping itu kepercayaan masyarakat khususnya calon pembeli obligasi harus cukup tinggi untuk meyakinkan mereka bahwa di samping bunga juga nilai obligasi akan dibayar oleh PT. yang bersangkutan tepat pada waktu nya.
Ketiga cara tersebut mempunyai sisi keuntungan dan kelemahan. Semua cara penambahan modal umumnya ditentukan oleh kepercayaan masyarakat terhadap bonafiditas perusahaan. Semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan akan semakin mudah bagi perusahaan untuk menarik modal dari luar. Kepercayaan itu didasarkan atas beberapa persyaratan yang dikenal dengan 5C Marwan Asri dan John Suprihanto, 1993) yaitu :
1. Character yaitu watak atau tabiat orang yang bertanggung jawab dalam perusahaan.
2. Capacity yaitu kemampuan perusahaan secara umum.
3. Capital yaitu yang menyangkut modal perusahaan.
4. Collateral yaitu yang menyangkut besarnya asset perusahaan yang dapat dijadikan jaminan.
5. Conditions yaitu yang menyangkut mengenai kondisi ekonomi suatu negara secara umum. Tingkat kepercayaan tersebut
akan terlihat pada waktu penambahan modal dalam arti mudah tidaknya diperoleh. walaupun dalam praktek penilaian kepercayaan tersebut dilakukan melalui penggunaan bermacam penilaian yang bersifat teknis dan jelimet tetapi kepercayaan itulah pada umumnya yang diukur. Penilaian harta kekayaan yang berbentuk nyata dapat dilakukan sendiri maupun melalui bantuan pihak ketiga. Penilaian itu dapat dilakukan dengan menghitungnya berdasarkan harga sekarang atau Net Present. Sehingga nilai kekayaan per-usahaan yang berbentuk nyata tidak akan mengalami kesulitan dalam menentukannya.

Dalam hal ini, menurut Hampton (1980), ada beberapa aspek yang dapat diukur seperti:
1. Ratio Likuiditas bertujuan menguji kecukupan dana, solvency perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajibankewajiban yang segera harus dipenuhi. Yang termasuk dalam ratio ini misalnya ratio lancar (current ratio), ratio tunai (quick ratio), perputaran piutang (receivable turnover), perputaran persediaan (inventory turnover).

2. Ratio Profitabilitas, bertujuan mengukur efisiensi aktivitas dan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Dalam hal ini ada beberapa ratio yang dapat dipergunakan misalnya margin keuntungan (profit margin), margin laba
bruto (grdos profit margin), perputaran aktivitas (operating asset turnover), imbalan hasil investasi (return on equity).

3. Ratio Pemilikan, berkaitan langsung atau tidak dengan keuntungan dan likuiditas. Ratio ini membantu pemilik saham dalam mengevaluasi aktivitas dan kebijaksanaan perusahaan yang berpengaruh terhadap harga saham di pasar. Misalnya besarnya keuntungan per lembar saham (earning per share), ratio hutang dengan modal sendiri (capital structure ratio), nilai buku per lembar saham (book value per share), ratio deviden dsb.nya.
Tidak demikian dengan kekayaan yang bersifat abstrak atau yang tidak nyata, yang kadangkadang melebihi nilai harta kekayaan nyata. Sehingga ada perusahaan yang dijual dengan harga yang di luar dugaan walaupun kekayaan perusahaan dalam bentuk pisik tidak ada. Seperti perusahaan yang mempunyai merk yang sudah terkenal merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Selain itu kemampuan manajemen untuk menghasilkan laba juga ikut akan menentukan kepercayaan tersebut. Begitu pula dengan suatu perusahaan yang menjadi pemegang lisensi atau patent merupakan sumber potensi yang tidak kecil artinya pada zamari sekarang ini. Dilihat dari bentuk dan macam kekayaan yang tidak nyata di samping sulit memilahnya juga sulit menilainya. Bagaimana kita dapat menilai kemampuan manajemen dan relasinya dengan instansi atau orangorang lain. Hanya dengan memanfaatkan kemampuan manajemen tersebut kemungkinan perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang tidak kecil. Misalnya perusahaan yang bergerak dalam bidang Pasar Bursa Saham yang memanfaatkan Margin Trading yang mampu memperoleh keuntungan tanpa memerlukan modal merupakan nilai abstrak dari kemampuan manajemen. Kondisi tersebut dimungkinkan oleh adanya kemampuan manajemen dan adanya peraturan yang memungkinkan. Manajemen yang mampu melihat peluang dalam jual beli saham akan membeli saham suatu perusahaan yang prospeknya cukup menguntungkan. Proses pembelian saham tersebut dapat dilakukan melalui Pialang atau Perantara yang resmi. Pembeli saham dimungkinkan untuk membayar nilai saham yang dipesannya setelah 4 (empat) hari kerja. Kalau dalam empat hari kerja tersebut harga saham naik maka pembeli saham dapat pula menjualnya. Ini berarti bahwa pembeli saham sebelum mengeluarkan uang untuk membayar pembelian saham sudah dapat memperoleh keuntungan. Ini merupakan contoh betapa kemampuan manajemen dapat menjadi asset perusahaan. Untuk menjadi sales executif saja sering disyaratkan agar calon mempunyai relasi yang luas, merupakan suatu contoh yang dapat dibaca dari iklan-iklan di mass media.
Penjumlahan ketiga nilai di atas merupakan nilai kekayaan perusahaan pada suatu saat. Jumlah tersebutlah yang dipergunakan sebagai dasar dalam menghitung berapa besarnya nilai saham yang akan ditawarkan kepada masyarakat. Nilai saham yang ditawarkan biasanya lebih tinggi dari nilai nominal saham (nilai yang tertulis). Perbedaan nilai nominal dengan nilai saham yang ditawarkan merupakan keuntungan perusahaan. Keuntungan yang diperoleh tersebut menggambarkan besarnya kekayaan abstrak perusahaan yang pada dasarnya menggambarkan kepercayaan’masykrakat dan kemampuan perusahaan.

PENGERTIAN SAHAM PERUSAHAAN | ADP | 4.5