Hegemoni kekayaan.

Pengertian secularism (sekularisme) adalah Doktrin ini bisa didefinsikan sebagai usaha untuk mem­bangun prinsip yang berhubungan dengan perilaku manusia yang didasarkan pada pengetahuan rasional dan pengalaman ke­timbang pada THEoLoGY atau hal-hal supra­natural. Sekularisme ini pada dasarnya beru­saha meningkatkan kondisi manusia dengan sarana material saja, dan theraih kekuasaan terbesth- di Inggris di abad ke-19 setelah pengesahan UU Reformasi 1832. Sekular­isme adalah gerakan protes, yang menyertai teori pengetahuan positivistik yang terkait dengan filsafat utilitarian, dan merupakan reaksi terhadap hegemoni kekayaan dan kemapanan agama di pertengahan abad itu. Proponen utamanya adalah G. J. Holyoake (1817-1906) yang meskipun besar di keluar­ga religius dan seniman, menjadi pendukung “misionari sosial” Owenite dan agnostik, berhubungan erat dengan Gerakan Koperasi (Waterhouse, 1920).

Agama kemanusiaan. Pengertian secularism (sekularisme) adalah

Sekularisme sebagai sebuah doktrin bu­kanlah bersifat ateis, meski beberapa kesuk­sesannya diakibatkan oleh gerakan anti­agama di akhir abad ke-19 dalam melalui karya Charles Bradlaugh. Dalam beberapa hal sekularisme lebih baik dilihat sebagai bagian dari penolakan tesis dari reformasi. Ada kemiripan dengan konsep laicization Prancis yang berasal dari Pencerahan dan revolusi Perancis (Bosworth, 1962). Pengertian secularism (sekularisme) adalah Gere­ja dan negara menjadi entitas terpisah, di mana negara netral dalam soal agama, ti­dak mengikuti filsafat anti-agama. Di Perancis, pemisahan konstitusional gereja dengan STATE baru selesai pada awal abad ke-20. Pelajaran agama di sekolah negeri telah dihapuskan pada 1882 dan diganti dengan pelajaran etika umum. Kejadian serupa terjadi di tempat lain, terutama di beberapa negara “Dunia Ke­tiga” (Smith, 1971), Turki (Beckes, 1964), Jepang (Bellah, 1970) dan tentu saja AS (Parsons, 1958). Sekularisme yang dilihat sebagai laicization karenanya dianggap se­bagai doktrin kebebasan penuh dan non­intervensi dari agama. Akan tetapi, di tempat lain sekularisme lebih berkaitan dengan usaha sadar untuk menggantikan agama dengan nalar dan pengalaman manusia. Ini bisa dijumpai, misalnya, di karya Saint-Simon dan Auguste Comte di akhir abad ke-19, yang mengem­bangkan agama kemanusiaan dan melihat masyarakat mesti clireorganisasi berdasar­kan prinsip positivis dan rasional. Max Weber melihat perkembangan teknologi bu­kan hanya mengubah dunia ruang fisik dan materi tetapi juga manusia itu sendiri. Pengertian secularism (sekularisme) adalah Ini berarti individu menguasai lingkungan tan­pa perlu menggunakan daya supranatural. Proses rasionalisasi ini bersifat anti-agama, dan merupakan bagian dari perkembangan masyarakat yang berakar di dalam tradisi Yahudi-Kristen. Masyarakat dewasa ini masih memiliki orang-orang yang tak bisa merasakan peng­alaman sakral atau tak mau tunduk pada otoritas suci. Belum diketahui secara pasti seberapa jauh orang-orang jenis ini berasal dari gerakan sekularis. Gerakan sekular se­perti komunisme, atau humanisme, disebut­sebut sebagai contoh dari manifestasi seku­larisme modern (Glock, 1971; Campbell, 1971). Akan tetapi, kemiripan fungsi antara contoh-contoh itu dengan agama membuat sulit untuk menentukan apakah ketidakper­cayaan pada agama atau ketidakberimanan ini benar-benar merupakan warisan dari Holyoake.