Filsafat Yunani kuno.

Pengertian semiotics (semiotika) adalah Istilah ini diciptakan oleh John Locke untuk menyebut tradisi panjang pemikiran Barat tentang tanda­tanda, dimulai dari filsafat Yunani kuno. Dalam pemikiran modern, semiotika di ahad ke-20 mengacu terutama pada teori tanda dan sistem tanda, dan perannya dalam COMMUNICATION. Walaupun beberapa pihak memasukkan semiotika ke dalam studi tan­da-tanda natural—zoosemiotics untuk ko­munikasi hewan, dan bahkan phytosemio­tics untuk komunikasi jaringan tanaman dan hewan (lihat Sebeok, 1976; Krampen, 1981; diskusi dalam Deely, 1990 Bab 5, 6)—se­miotika biasanya fokus pada studi sistem komunikasi manusia. Semiotika dalani hal ini memprioritaskan bahasa, atau kode nguistik, yang dipakai sebagai paradigma untuk tanda-tanda nonlinguistik lainnya dari mikro- dan makro-fenomena kultural. Jadi ia melintasi batas antara seni dan ilniu sosial, menciptakan kerangka luas untuk studi sistem tanda, yang selain linguistik juga mencakup antara lain “bahasa” isyarat, tari, fashion, musik, lukisan, tanda lalu lintas, ar­sitektur, adu ayam, sistem kekerabatan, dan sebagainya (lihat misalnya analisis semiotika dari Roland Barthes, Umberto Eco, Claude Levi-Strauss, Clifford Geertz, dan lain-lain). Eco (1976) membedakan antara semiotika spesifik dan umum. Semiotika spesifik di­maksudkan untuk memproduksi “tata ba­hasa sistem tanda spesifik,” “sebuah bidang fenomena komunikatif khusus, yang diartir oleh sistem penandaan.” Semiotika umum, se­baliknya, mencoba mencari kaidah sistematik umum untuk semua semiotika spesifik: “Se­miotika umum adalah filsafat bahasa yang menekankan pendekatan komparatif dan sistematis untuk bahasa dengan memanfaat­kan hasil-hasil dari penelitian yang lebih lo­kal” (Eco, 1976, pengantar).

Semiotika dan semiologi. Pengertian semiotics (semiotika) adalah

Belakangan ada tiga tren utama dalarn semiotika yang saling tumpang-tindih, khu­susnya dua di antaranya. Semiotika, dalam tradisi filsuf Amerika C. S. Peirce, adalah bagian dari logika dan filsafat (Iihat PRAG­mAfism). Peirce dan Morris (Morris, 1971) mempostulatkan segitiga semiotika tanda, objek dan intrerpretant. Tanda dibedakan menjadi simbol (= tanda untuk satu tipe, seperti ucapan verbal), indeks (misalnya: asap sebagai indeks api) atau ikon (peta atau diagram, yang punya kemiripan struktural dengan objek yang diwakilinya). Sebagai se­buah sistem keseluruhan, semiotika dipakai untuk menghubungkan tanda “natural” dengan “artifisial.” Semiologi biasanya mengacu pada tradi­si Eropa yang didasarkan pada karya linguis Swiss Saussure (Iihat L1NGUISTIC; STRUCTURAL­iSm). Saussure mempostulatkan ilmu semio­logi baru yang mempelajari sistem tanda di dalam masyarakat, meskipun dia sen­diri tidak mengembangkannya (Lihat edisi 1974 karya Saussure, yang didasarkan pada perkuliahannya dari 1906 sampai 1911). . Pengertian semiotics (semiotika) adalah Menurut Saussure, semiologi adalah bagian dari psikologi sosial. Istilah semiotika dan semiologi sering dipakai secara bergantian; kedua kata ini berasal dari kata Yunani untuk “tanda,” se­meion, meskipun keduanya berbeda dalam peran yang diberikan oleh Saussure terhadap paradigma linguistik dalam merumuskan hukum umum. Tanda linguistik Saussure dibagi dua bagian: “signifiant” (biasanya diterjemakan sebagai penanda/suara-gam­bar/ekspresi) dan signifie (diterjemahkan sebagai petanda/konsep/isi). Tanda adalah arbitrer, yakni, hubungan antara penanda dan petanda tidak mengandung motivasi dan didasarkan pada konvensi, bukan pada hubungan natural antara bentuk dan makna (lihat FoRmAtism). Kritik terhadap asuinsi independensi tanda linguistik dari konteksnya (latang dari semiotika sosial, sebuah perkembangan Anglo-Australia yang didasarkan pada li­nguistik Hallidayan (lihat misalnya Halliday, 1978; Hodge dan Kress, 1988). Pengertian semiotics (semiotika) adalah Semiotika sosial mengeksplorasi peran konteks, inter­koneksi antara sistem sosial dan cara ia direa­lisasikan dalam bahasa (= teks) atau tanda semiotika lainnya. Realitas sosial (atau kultur) itu sendiri adalah bangunan makna–konstruk se­miotik. Da1am perspektif ini, bahasa ada­lah salah satu dari sistem semiotika yang menyusun kultur; sistem yang khas karena ia juga memberikan sistem pengkodean untuk banyak (meski tidak semua) sistem lainnya    “bahasa sebagai semiotika sosial” berarti menginterpretasikan ba- hasa di dalam konteks sosiokultural, di mana kultur itu sendiri diinterpretasikan dalam term semiotik—sebagai sistem in­formasi (Halliday, 1978,111m. 2). Semiotika sosial menelusuri korespon­densi antara sistem sosial dengan teks/dis­kursus di mana teks dianggap sebagai reali­sasi sistematis dari “potensi makna” (lihat DiscouRsE). Semiotika sosial di masa be­lakangan ini dipengaruhi oleh karya V. Volo­sinov dan kritiknya terhadap “objektivisme abstrak” (yakni strukturalisme) yang terbit 1929 namun baru diterjemahkan dalam Ba­hasa Inggris pada 1973 (Hodge dan Kress, 1988).