Ekspansi kekuasaan kolektif.

Pengertian social change (perubahan sosial) adalah Abad ke-20 menyaksikan perubahan sosial mas­sif, dan tidak mengejutkan jika konsep ini telah mendominasi sebagian besar peneli­tian sosial modern. Ada ambivalensi dalam memandang bagaimana perubahan terjadi. Banyak teoretisi, di satu sisi, menyatakan adanya ekspansi kekuasaan kolektif Pro­mothean abad ke-19 yang disebabkan oleh revolusi industri; ini menyebabkan asumsi implisit bahwa perubahan adalah “baik” dan alamiah, sehingga tatanan sosial yang tidak mengizinkan perubahan dianggap “ca­cat.” Namun ada sejumlah teoretisi, di sisi 1ain, yang meragukan kebaikan perubahan, terutama dengan alasan bahwa stabilitas adalah lebih baik dan lebih layak diperta­hankan. Sudut pandang ini terutama men­arik hagi cendekiawan modern yang merasa tergusur oleh munculnya era literasi massa: hilangnya prestise menyebabkan kerinduan romantik dan naif akan berbagai tipe stabili­tas komunitarian.

Dunia industri maju.

Kebanyakan karya mengenai perubahan sosial berusaha menjelaskan sebab, sifat dan arah perubahan sosial. Beberapa indikasi dari beberapa debat terpenting dapat dilihat melalui beberapa teoretisi penting abad ke­20, kemudian pada beberapa teori belaka­ngan yang lebih maju dan pada perubahan sosial di luar dunia industri maju. Banyak konsep perubahan sosial telah dikemukakan di sepanjang abad ke-20; per­hatian diarahkan pada akulturasi, difusi, inovasi teknologi, DEmoGRAPI 1Y dail MR,RA­TION sebagai penyebab-penyebab utama dari perubahan sosial. Beberapa dari penyebab ini sudah tak diragukan lagi. Misalnya, adalah tidak mungkin untuk memahami pendirian negara Israel tanpa mengkaji migrasi atau adalah mustahil memKuliksi masa depan­nya tanpa memerhatikan tingkat kesuburan diferensial. Meski demikian, konsep per­ubahan sosial paling baik dipahami dengan mengkaji, .secara kronologis, beberapa teori penting. Pengertian social change (perubahan sosial) adalah Studi perubahan sosial pernah, dan mungkin masih, didominasi oleh asumsi evolusioner. Ini tidak mengejutkan sebab banyak pemikiran modern adalah anak dari Pencerahan. Dalam pemikir liberal yang op­timis seperti L. T. Hobhouse dan J. A. Hob­son, jalannya evolusi sosial akan menjamin perdamaian, kemakmuran dan penyebaran rasionalitas. Harapan-harapan ini pudar karena muncul konflik geopolitik dari 1914 hingga 1945. Sebaliknya, ide-ide Marxis (yang juga punya harapan dengan menga­sumsikan bahwa perdamaian dan kemakmu­ran hanya akan tercapai bersamaan melalui mode produksi sosialis) banyak dipercaya di paruh pertama abad ke-20, khususnya ketika periode krisis ekonomi tampaknya menun­jukkan bahwa Uni Soviet mungkin akan mampu memberikan kemakmuran dengan lebih baik ketimbang kapitalisme. Marxisme punya keunggulan ketimbang hampir semua teori evolusioner sebab ia menyebutkan suatu mekanisme, yakni konflik kelas, yang menyebabkan perubahan sosial. Periode an­tarperang juga menyaksikan kemunculan kekuatan revolusioner besar lainnya, yakni fasisme. Secara prinsip, teori ini, khususnya dalam karya Oswald Spengler, menentang perubahan sosial—atau, lebih tepatnya, ia menganggap semua perubahan hanya bersi­fat siklis, tanpa unsur developmental. Tetapi dalam praktiknya fasisme adalah modern­isme reaksioner yang berusaha mengombi­nasikan kepastian ideologis praindustri den­gan teknologi modern. Ini adalah campuran yang kuat tetapi tak stabil.

Kehidupan intelektual. Pengertian social change (perubahan sosial) adalah

Kehidupan intelektual bergantung pada kejadian geopolitik. Setelah 1945 studi p•riilmhan sosial (lidominasi oleh Ain•rik;1 (1.111 Marxis. Pemikiran Amerika, seperti di­contohkan oleh Talcott Parsons, mengakui reformasi bertahap tetapi tidak banyak ber­bicara tentang (dan kebanyak tidal< meny­etujui) perubahan sosial fundamental. Hal ini menimbulkan berbagai ilmu sosiologi konflik, yang walau sering kali dipengaruhi oleh Marx, namun lebih banyal< berutang budi kepada Max Weber. Akan tetapi, sta­bilitas era pasca perang menyebabkan tidak ada kemajuan berarti dalam studi perubah­an sosial. Pengertian social change (perubahan sosial) adalah Kini sedang terjadi kemajuan konsep­tual. Kemajuan pertama berkaitan dengan dampak kekuatan politik. Perubahan sosial tidak selalu berasal dari kondisi sosioeko­nomi seperti yang diyakini oleh evolusionis atau Marxis: sebaliknya, kejadian politik dapat memaksa masyarakat untuk berubah. Jadi kekalahan geopolitik pada masa perang menyebabkan demokratisasi di Jerman dan Jepang. Kita mulai memahami bahwa karak­ter gerakan sosial sering muncul dari rezim yang berhubungan dengan mereka: ada se­dikit revolusi di dalarn kapitalisme, namun revolusi itu, entah itu dalam situasi agraria atau industri, tampaknya disebabkan oleh penyingkiran politik. Kebanyakan pemikir­an sosial menentang ekonomi politik, dan berusaha melampauinya. Tetapi kecepatan perubahan dalam kapitalisme dan perlua­san sosialnya sangatlah mengejutkan. Relasi antara masyarakat kapitalis dengan negara bangsa—di mana negara bangsa menemu­kan cara untuk hidup di dalam masyarakat kapitalis—merupakan agenda untuk studi perubahan sosial dewasa ini.