Sejarah dari bawah.

Pengertian social history (sejarah sosial) adalah Cabang se­jarah ini muncul setelah studi profesional atas sejarah makin terspesialisasi di abad ke- 20. Ia diberi banyak definisi berbeda, mulai dari “sejarah dengan mengabaikan politik” hingga ke “ekonomi dengan me­masukkan politik.” Pada awal abad ke-20 isi dari sejarah sosial sering bertentangan, terkadang men­dukung, terkadang tidak, dengan isi sejarah konstitusional, politik dan militer. Berbeda dengan mereka, sejarah sosial dikatakan bukan membahas orang yang punya kekua­saan atau tindakan negara atau peperangan, tetapi membahas “orang awam” dan ke­hidupan sehari-harinya. Menurut para kri­tikus, masa lalu diremehkan: menurut juru bicara pendekatan sejarah ini, terutama se­jarawan Inggris setelah J. R. Green, adalah benar untuk mengganti pisau dan garpu dengan drum, terompet dan pedang. Masa lalu akan tampak lebih hidup jika sejarawan fokus pada sejarah “manusia.” Ketika G. M. Trevelyan memublikasikan Social History yang laris di masa perang 1942, dia lebih tertarik mendeskripsikan adegan, mencerita­kan, menangkap mood dan memberi inspi­rasi pada pembacanya, ketimbang menyu­sun teori atau menjelaskan tentang mengapa masyarakat berubah. Pendekatan ini tetap populer, khususnya di negara berbahasa Inggris, di mana selama 20 tahun workshop sejarah telah mengeksplorasi apa yang dise­but oleh E. P. Thompson dan sejarawan lain sebagai “sejarah dari bawah.”

Praktik sejarah sosial. Pengertian social history (sejarah sosial) adalah

Sejarah sosial terkait langsung dengan pengalaman dan persepsi dan komunikasi. Tetapi jelas ada variasi pendekatan setelah pencarian akan bukti-bukti diperluas den­gan memasukkan lanskap, bangunan, me­sin, artefak, dokumen dan literatur, dan setelah teori dimasukkan sebagai penjela­san. Beberapa sejarawan sosial berkonsen­trasi pada tema yang terbatas. Yang lainnya membuat perbandingan lintas waktu dan wilayah. Karenanya ada kontras antara se­jarah “mikro” dengan sejarah “makro.” Sejak awal abad ke-20 muncul cabang­cabang berbeda dalam praktik sejarah sosial di beberapa negara, dan ada usaha ambisius untuk menyusun teori dan menjelaskannya. Karl Marx membahas “ilmu masyarakat” melalui sejarah. Hal ini memunculkan pan­dangan tentang sejarah sosial yang tidak dilihat dalam term cabang sejarah tertentu, tetapi merupakan sintesis sejarah. Ini adalah sejarah makro yang bertemakan seluruh sejarah masyarakat pada tahap perkem­bangan yang berbeda-beda. Ada perhatian serupa terhadap perkembangan sejarah uta­ma dalam tulisan Max Weber. Interpretasi Marxis masih berpengaruh di akhir abad ke­20 dalam hubungannya dengan perjuangan kelas seperti yang diidentifikasi Marx, dan juga berpengaruh terhadap analisis umum atas struktur sosial dan perubahan sosial. Da1am pendekatan Marxis dan non­Marxis terhadap sejarah sosial, subjek ini sering dipadukan dengan sejarah ekonomi, dan studi cara hidup dengan studi standar hidup. Tetapi cara penggabungannya men­jadi perdebatan yang bukan hanya berkisar pada isi tetapi juga metodologi dan ideologi. Perbedaan antara substruktur dengan su­prastruktur adalah perbedaan dasar dalam sejarah Marxis dan pandangannya tentang tahapan perjuangan kelas. Pengertian social history (sejarah sosial) adalah Tetapi ada va­riasi Marxisme, dan pengaruh dari Antonio Gramsci cukup besar saat muncul minat ter­hadap hubungan antara sejarah sosial dan sejarah kultural, termasuk sejarah budaya populer. Metodologi non-Marxis menjadi makin kuantitatif selama periode yang sama. Perkembangan DEMOGRAPHY memengaruhi beragam studi mulai dari sejarah keluarga hingga sejarah kota. Apa pun ideologinya, ilmu ekonomi, Marxis atau non-Marxis, memengaruhi se­jarah sosial. Bahkan sebagian dari argumen tentang peran sejarah akademik, terutama di Jerman, menyangkut hubungan antara se­jarah dan sosiologi. Sejarah sering dianggap sebagai “idiografis,” berkaitan dengan hal­hal khusus dan unik, sedangkan sosiologi dianggap “nomotetis,” berkaitan dengan hal-hal umum dan repetitif. Perbedaan ini tidak banyak membantu sebab dalant prak­tiknya sejarawan sosial sering melaktklit generalisasi, misalnya saat mereka menulis tentang “feodalisme,” “kapitalisme,” atau industrialisme,” sedangkan sosiolog sering melakukan partikularisasi. Tema lain dalam argumen ini berhubungan dengan penggu­naan “tipe” dan “model.” Menarik garis perbedaan antara sejarah sosial dengan Socu)I.oGY ternyata kurang atraktif bagi sebagian besar sejarawan sos­ial jika dibandingkan dengan usaha mencari perpaduannya. Adalah sulit untuk membe­dakan antara sosiologi historis dengan se­jarah sosial. Pengertian social history (sejarah sosial) adalah Tetapi perpaduan atau kemi­traan ini tidak sekadar kemitraan dua-arah. Ilmu sosial lain juga dimasukkan dalam apa yang kemudian dianggap sebagai pendekat­an ilmiah sosial untuk sejarah. Antropologi dan psikologi, khususnya antropologi, sa­ngat memengaruhi kerja sebagian besar se­jarawan sosial sejak 1960-an. Di Perancis geografi banyak berpengaruh di masa lalu; sejarawan sosial membentuk ANNALES SCH001. pada 1929. Nama ini ber­asal dari nama jurnal berkala mereka, yang mengembangkan pendekatan sejarah baru. Pendekatan ini menggunakan konsep dan teknik dari ilmu sosial, memperluas reper­toire sejarawan sosial dengan memfokuskan diri pada problem ketimbang pada kejadian dan keadaan pikiran yang diekspresikan dalam perilaku manusia. Sejarah lcejadian dipisahkan dari gerakan sejarah jangka pan­jang, dan telah dilakukan usaha, terutama oleh Fernand Braudel, untuk menyusun sin­tesis baru yang bisa menghadirkan “sejarah total.” Meski demikian, menurut Marc Bloch, yang mengeksplorasi banyak periode sejarah dan mengumpulkan banyak macam data, sejarah adalah ilmu dugaan. Di luar Perancis ada penjelajah “selu­ruh masa lalu,” terutama Gilberto Freyre di Brasil, yang mengintegrasikan seni dan sas­tra lce dalam sejarah sosial perkebunan dan perkotaan, namun dia menegaskan bahwa “dalam menghadapi masa lalu manusia ha­rus disediakan ruang untuk keraguan dan bahkan untuk misteri.”