Organisasi sosial.

Walaupun ini adalah salah satu konsep paling penting di dalam ilmu sosial, namun karena hampir semua ilmu sosial tidak mendefinisikannya secara persis, maka adalah sulit untuk mem­bedakannya dalam penggunaannya dari isti­lab lain seperti organisasi sosial dan sistem sosial. Penggunaan pertama yang eksplisit is­tilah struktur sosial mungkin dilakukan oleh Herbert Spencer (1858). Akan tetapi,1«msep struktur sosial sudah ada sejak periode sebe­lumnya dan merupakan aspek sentral dari pandangan Ibn Khaldun dalam bukunya yang berjudul Muqadimmah yang ditulis pada akhir abad ke-14. Struktur bisa didefinisikan sebagai or­ganisasi bagian-bagian yang saling bertau­tan. Dalam struktur sosial bagian-bagian itu adalah hubungan antar-orang-orang dan susunan tatanan bagian itu bisa dikatakan bagian dari masyarakat secara keseluruhan. Yang juga tersirat dalam konsep struktur sosial adalah ada tingkatan kepermanenan tertentu. Di sini penekanan akan diberikan pada teoretisi yang karir profesionalnya dimulai atau diakhiri di abad ke-20. Akan tetapi, pemikiran abad ke-19 berutang budi kepada pemikiran orang-orang yang hidup di abad sebelumnya. Kontribusi mereka ti­dak bisa diabaikan. Dalam bagian di bawah saya akan fokus pada dua pertanyaan dasar tentang hakikat dari struktur sosial yang amat penting bagi teoretisi sosial. Kesepakat­an akademik untuk masing-masing perta­nyaan ini belum lagi tercapai.

Masyarakat terintegrasi. PENGERTIAN SOCIAL STRUCTURE (STRUKTUR SOSIAL) ADALAH

Pertanyaan pertama berhubungan de­ngan sejauh mana struktur sosial itu di­dasarkan terutama pada kesepakatan atau persetujuan (consent) atau pada paksaan (koersi). Pada 1858 Herbert Spencer me­masangkan istilah struktur dengan istilah fungsi. Dia menggunakan metafora ma­syarakat sebagai sesuatu yang mirip dengan organisme manusia. Analogi ini mengim­plikasikan bahwa semua bagian masyarakat terintegrasi dan masing-masing bagian ber­tindak untuk mempertahankan keseluruhan. Karena tidak ada ruang untuk konflik dalam analogi in, maka menurut pendapat ini basis masyarakat adalah CONSENSUS bukan COER­CION. Teori Karl Marx (1845-6; 1848), yang diajukan pada pertengahan abad ke-19, bertentangan langsung dengan pandangan tersebut. Menurut Marx, setiap bentuk ma­syarakat yang ada (seperti feodalisme atau kapitalisme) didasarkan pada koersi yang dilakukan oleh kelas dominan terhadap ke­las bawahan.