Kemajuan cepat sains.

Pengertian socialization of the economy (sosialisasi perekonomian) adalah Konsep perkembangan kapital­isme ini pertama kali diterangkan oleh Karl Marx dalam manuskrip Grundrisse (1857-8) dan jilid ketiga dari Capital (1861-79, terbit 1894). Dalam Grundrisse, Marx mengait­kan sosialisasi dengan kemajuan cepat sains dan teknologi dan datangnya produksi oto­matis. Dia berpendapat bahwa penciptaan kekayaan riil akan bergantung pada aplikasi sains ke produksi, bukan pada waktu kerja, dan bahwa dalam transformasi ini kekayaan riilnya adalah: pemahaman manusia tentang sifat dan penguasaannya berdasar kaneksistensinya sebagai entitas sosial—atau dengan kata lain perkembangan individual sosial—yang kini muncul sebagai dasar produksi dan kekayaan.

Proses kehidupan so­sial. Pengertian socialization of the economy (sosialisasi perekonomian) adalah

Berikutnya (1927) dia menganalisis “ka­pitalisme teroganisir” pada periode Perang Dunia I sebagai “ekonomi yang direncanakan dan diarahkan secara sadar” yang “mendu­kung kemungkinan tindakan masyarakat secara sadar” melalui negara. Tetapi bukan hanya pemikir Marxis yang mengadopsi konsep ini. J. A. Schumpeter (1942, hlm. 219) yang dipengaruhi oleh Hilferding dan Marx, mengamati bahwa sebagian besar argumennya tentang perkembangan kapital­isme “mungkin bisa diringkas dalam propo­sisi Marx bahwa proses ekonomi cenderung mensosialisasikan dirinya sendiri.” Pengertian socialization of the economy (sosialisasi perekonomian) adalah Setelah Perang Dunia II ide sosialisasi ekonomi gradual mulai menerima dorongan baru dari percepatan pertumbuhan kor­porasi besar, peran institusi finansial yang makin banyak, internasionalisasi ekonomi kapitalis yang makin meluas dan gelombang baru inovasi sains dan teknologi, semuanya diiringi dengan keterlibatan negara yang ekstensif dalarn perekonomian, termasuk berbagai bentuk perencanaan ekonomi, dan pengeluaran sosial yang besar di “negara ke­sejahteraan.” Standar hidup dan kesejahter­aan umum menjadi bergantung pada penge­luaran publik dan menjadi debat publik dan pembuatan kebijakan. Perkembangan ini dapat dianggap sebagai kecenderungan ke arah ekonomi sosialis, seperti dikatakan Schumpeter, dan juga kompatibel dengan pandangan dari apa yang oleh Touraine (1973) dinamakan “swa-produksi masyara­kat”—yakni kesadaran bahwa masyarakat adalah “produk dari relasi tenaga kerja dan sosial.” Namun sosialisasi ekonomi itu sendiri mungkin mengandung hasil berbeda ter­gantung pada konteks relasi sosialnya dan tindakan politik yang diambil. Hilferding berpendapat bahwa kapitalisme terorga­nisir membuka jalan bagi ekonomi sosialis di mana keputusan ekonomi utama akan dibuat oleh negara demokratis, sedangkan Schumpeter menganalisis “keusangan en­trepreneur” sebagai fungsi inovasi dan en­trepreneurship makin diambil oleh bentuk manajemen yang birokratis dan rasional, di mana kontrol atas alat-alat produksi dan proses produksi berada di tangan otoritas sentral. Tetapi sepanjang abad ke-20 per­tumbuhan korporasi besar, intervensi negara dan usaha untuk menciptakan ekonomi sosi­alis yang direncanakan secara terpusat telah menghasilkan tipe-tipe ekonomi yang berbe­da-beda. Pengertian socialization of the economy (sosialisasi perekonomian) adalah Di antaranya adalah apa yang dise­but “korporatisme” (Panitch, 1980), yang bercirikan campuran produksi privat dan pu­blik, diatur oleh negosiasi dan kesepakatan antara negara, korporasi kapitalis besar dan serikat buruh; ekonomi negara totalitarian seperti yang ada di USSR dan negara Eropa Timur; jenis kapitalisme baru di mana peran negara dalam manajernen ekonomi dibatasi untuk demi menjaga kondisi yang mengun­tungkan bagi perusahaan privat sembari menjamin level kesejahteraan sosial dasar; dan, pada skala kecil, usaha (seperti di bekas Yugoslavia) untuk mengomhinasikan peren­canaan terpusat dengan swa-manajemen. Dalam bentuk yang berbeda, dan dalam pemikiran sosial yang berbeda, ide sosialisasi ekonomi progresif juga ditolak, atau disisih­kan dari pertimbangan, oleh mereka yang menekankan pada tindakan individual dan evolusi masyarakat tanpa rencana melalui akumulasi pengalaman (Hayek, 1973-9). Yang tampak adalah setiap proses sosialisasi sejauh ini belum menciptakan kesadaran publik tentang ekonomi sebagai usaha so­sial, atau sebagai bentuk tindakan yang ber­hubungan dengan kesadaran itu, meskipun mungkin ini akan berubah sebagai akibat dari meningkatnya perhatian terhadap ling­kungan manusia.