Totalitas manusia.

Pengertian society (masyarakat) adalah Barangkali penggu­naan paling sering untuk istilah ini dewasa ini adalah dalam merujuk pada totalitas manusia di muka bumi bersama dengan kulturnya, institusinya, keahliannya, idenya dan nilainya. Namun istilah ini bervariasi penggunaannya di sepanjang abad ke-20. Misalnya: masyarakat binatang, masyarakat primitif, masyarakat sipil, masyarakat nasio­nal, masyarakat politik, Society for Preven­tion of Cruelty to Animals, masyarakat kelas atas, dan sebagainya. Ada juga penggunaan umum untuk menegaskan pertentangan an­tara individu dan masyarakat, yang sering sampai pecah konflik antar keturunan, du­nia sosial atau kultural. Denominator umum dari kebanyakan penggunaan masyarakat adalah fakta sociation, hewan atau manusia. Ada masyarakat amuba tetapi tidak ada ma­syarakat batu-batuan.

Great society. Pengertian society (masyarakat) adalah

Text Box: r-NBuku Ferdinand Tonnies tahun 1887, Gemeinschaft und Gesselschaft, yang um­umnya diterjemahkan sebagai Community and Association, didasarkan pada penggit­naan pertama tadi. Komunitas merepresen­tasikan hubungan-hubungan yang dekat dan kohesif, berakar dalam keluarga, tempat daii tradisi. Masyarakat, di lain pihak, mengan­dung konotasi relasi yang berkarakter eko­nomis dan kontraktual, longgar, impersonal, umumnya urban, dan bersifat mobile dan individualistis. Perbedaan antara komunitas dan masyarakat yang dibuat oleh Tonnies dan yang lainnya bukan sekadar klasifikasi; ia juga merupakan basis tipologi historis dan developmental. Tonnies, Sir Henry Maine, Fustel. de Coulanges, Graham Wallas, John Dewey, dan Walter Lippman semuanya menyajikan. masyarakat Barat dalam term krisis yang melibatkan meluasnya penggan­tian ikatan komunitas lama dan tradisional oleh ikatan yang lebih impersonal dan ter­segmentasi di dalam industri, perkotaaan, demokrasi massa dan individualisme sekuler. Dalam The Great Society (buku yang didedi kasikan oleh Graham Wallas kepada Walt•i Lippman), Wallas mempertentangkan antara komunitas dan “great society” dan m•ngi – syaratkan bahwa masyarakat besar di dalam dirinya memuat benih perpecahan sosial dan erosi karena kurangnya ikatan sosial yang mendalam dan erat. Di Amerika, John Dewey, dalani The Public and its Problems (1927), berdasarkan pandangan Wallas, menulis: “Keprihatinan kita pada saat ini adalah mengapa ahad me­sin di Great Society yang tengah berkembang ini menginvasi dan memecah komunitas masa lalu tanpa menghasilkan Great Community.” Tema itu adalah tema penting dalam karya sastra dan filsafat di abad ke-20, dimulai setelah Perang Dunia I. Pengertian society (masyarakat) adalah Pemikiran utopian di abad 1ce-20 menempuh jalur selebrasi kohesi dan mutualitas interpersonal dalam masyarakat keluarga yang berbeda tajam dengan hubungan impersonal dan heterogen di perkotaan, pabrik dan tempat lain dalam Great Society. Pencarian akan komunitas yang kita jumpai dalam banyak pemikiran politik dan sosial di abad ke- ini menunjuk­kan bahwa “masyarakat” adalah sesuatu yang buruk. Selain makna peyoratif dari “masyara­kat” kita juga menemukan pemikiran lain­nya di abad ke-20 yang berfokus pada per­bedaan antara STATE dengan masyarakat dan pada perlunya menjaga masyarakat agar tetap sebebas mungkin dari kekuasaan negara, yakni demi kebebasan individu atau kelompok sosial. Dalam tulisan pluralis mulai dari Johannes Althusius hingga Mai­tland dan J. N. Figgis, problem kebebasan pertama kali dikemukakan dalam term hubu­ngan antara negara dan masyarakat—istilah masyarakat di sini mengandung arti asosiasi kecil dan kelompok kecil dalam tatanan so­sial—dan dalam term individu versus nega­ra. Figis pada 1911 menulis, “Semakin jelas bahwa kebebasan individu dari kekuasaan negara mungkin tak lebih baik ketimbang perbudakan; semakin nyata bahwa persoa­lan riil dari kebebasan di masa kita adalah problem kelompok-kelompok kecil untuk hidup di dalam negara.” Ketika totalitarianisme merebak di abad ke-20 yang menolak frasa despotisme, mo­narki atau kediktatoran, para penulis seperti Ortega y Gasset, Hermann Rauschning, Emil Lederer dan Hannah Arendt melihat esensi negara total sebagai kemampuan negara menyerap semua otoritas yang me­nyusun sebuah masyarakat, seperti keluarga, gereja, komunitas lokal, serikat buruh dan sebagainya. Pengertian society (masyarakat) adalah perlu ditegaskan di sini bahwa Edmund Burke dan Alexis de Tocqueville meramalkan potensi despotik dari demokrasi populer; yakni negara mencaplok masyara­kat dalam bentuk tradisionalnya. Mungkin bab paling terkenal dari karya Tocqueville, Democracy in America adalah bab mengenai “What sort of despotisme democratic nation have to fear.” jawabannya adalah: birokrati­sasi eksistensi manusia yang lambat dan terus-menerus melalui negara dan kemudian mengasimilasi semua otoritas sosial. Di bekas Uni Soviet dan negara Eropa Timur seperti Polandia, Hungaria, Jerman Timur dan Cekoslovakia, ide masyarakat, atau masyarakat sipil, muncul ke permu­kaan. Ini adalah negara-negara di bawah pengawasan sosialisme atau komunisme di mana masyarakatnya—termasuk ekonomi, pendidikan, gereja, keluarga, dan unit ma­syarakat lainnya—diperlemah, bahkan ka­dang-kadang dihancurkan. Pertanyaannya saat ini adalah: dapatkah negara-negara Eropa Timur dan negara-negara bekas Uni Soviet membebaskan diri dari kekuasaan politik yang terbirokratisasikan dan kembali ke masyarakat sipil?