Pengetahuan va­lid.

Pengertian sociology of science (sosiologi sains) adalah Cabang studi ini mengeksplorasi karakter sosial dari sains, dengan referensi pada produksi sosial dari pengetahuan ilmiah (lihat SOCIOLOGY bF KNOWLEDGE). Di masyarakat saat ini, istilah “science” (sains) sangat kuat. “Sains” bukan hanya disamakan dengan “pengetahuan va­lid” tetapi juga dipadukan dengan “teknolo­gi,” yakni aplikasi pengetahuan yang ber- manfaat (lihat SCIENTIF1C-TECHNOLOGICAL IZEVOLUTION). Konsekuensinya, orang-orang yang dikenal sehagai “scientist” (ilmuwan) dianggap sebagai penyebar pengetahuan unggul yang merepresentasikan dunia riil dengan tepat dan dapat dipercaya sehingga dimungkinkan untuk mengontrol proses naturalnya. Dalam konteks ini, sesuatu yang dipandang “tidak ilmiah” akan diabaikan secara intelektual dalam dunia ide-ide, dan juga dianggap tak relevan dengan persoalan praktis dunia ini. Sosiologi itu sendiri muncul dan berkembang sebagai salah satu bagian dari gerakan ilmiah di dalam masyarakat modern. Meski ada banyak keberatan dan perbedaan opini di kalangan praktisinya, sosiologi sebagian besar mengadopsi kon­sep pengetahuan yang diasosiasikan dengan ilmu fisika dan biologi yang “maju.” Aki­batnya, sosiologi sains selalu memuat unsur referensi-diri; yakni, praktik sosiologi berada dalam cakupannya sendiri dan kesimpulan umum mengenai proses sosial dari produksi pengetahuan harus diaplikasikan pula un­tuk sosiologi. Sosiologi sains adalah area analisis yang penting, bukan hanya karena ia berkaitan dengan bentuk pengetahuan dominan dalam masyarakat kita, tetapi juga karena temuannya mungkin menimbulkan implikasi penting bagi disiplin itu sendiri dan bagi penelitian sosial lainnya.

Analisis sosiologis. Pengertian sociology of science (sosiologi sains) adalah

Sepanjang tiga dekade terakhir, para so­siolog telah mendalami produksi sosial dan aplikasi dari pengetahuan ilmiah. Mereka pada awalnya berkonsentrasi pada ilmu fisi­ka yang maju seperti fisika astronomi dan ra­dio. Kemudian mereka memerhatikan pada ilmu biologi. Disiplin yang ilmiah ini dipilih untuk dipelajari sebagian karena ilmu-ilmu itu tampaknya dapat dianalisis oleh sosiologi secara penuh. Tentu saja telah lama diakui bahwa banyak aspek dari ilmu pengetahuan bersifat sosial: misalnya, bentuk organi­sasinya, pola komunikasinya, hierarki in­ternalnya dan alokasi imbalan simboliknya, dengan penekanan pada komitmen kolektif pada kerangka intelektual tertentu. Tetapi penerimaan sosiolog terhadap keya­kinan bahwa sains adalah bentuk pengeta­huan istimewa menyebabkan mereka me­nyampingkan produk intelektual sains dari investigasinya. Pengertian sociology of science (sosiologi sains) adalah Ketika para sosiolog pada akhirnya menerima tantangan untuk mem­berikan penjelasan sosiologis dari isi penge­tahuan ilmiah, mereka tampaknya melihat pada kasus yang tersulit lebih dahulu. Sebab jika sains yang paling maju ternyata bisa dianalisis, maka semua disiplin ilmu lainnya akan bisa dianalisis pula. Analisis sosiologis atas pengetahuan miah menerima banyak dorongan dari luar disiplin ini. Tesis historis Thomas Kuhn yang berkaitan dengan kejadian pergolakan rev­olusioner dalam sains (lihat Merton, 1973) adalah analisis penting dalam membebas­kan sosiolog dari asumsi tradisional bahwa pengetahuan ilmiah kebanyakan tergan­tung pada pengaruh sosial. Analisis Kuhn memampukan sosiolog untuk melihat ke­mungkinan perbaikan interpretasi sosial atas perubahan kognitif dalam sains. Lebih jauh, sejak akhir 1960-an, ada gelombang peneliti ilmiah yang masuk ke dalam sosiologi, di mana mereka ini mampu mengatasi tuntutan intelektual kultur sains. Para migran intelektual memberi kontribusi signifikan pada se­rangkaian studi detail area spesifik dari ilmu alamiah yang diselesaikan pada 1970-an, dengan menggunakan sumber wawancara dan dokumenter. Studi-studi kasus itu diiku­ti oleh gelombang investigasi detail praktik laboratorium oleh para ilmuwan, berdasar­kan observasi panjang. Sebagai hasil dari riset ini, model pe­ngetahuan ilmiah sosiologis tradisional dan MEMODOLOGY sains direvisi secara radikal. Pengetahuan ilmiah dianggap berasal bukan dari aplikasi imparsial dari kriteria teknik yang memadai yang jelas, tetapi dari faktor­faktor seperti keterampilan retorika praktisi dan dari pandangan mereka yang dinegosia­sikan secara sosial. Observasi yang cermat terhadap cara kerja ilmuwan menunjukkan bahwa pengetahuan ilmiah bukan repre­sentasi objektif dari dunia natural, tetapi merupakan penciptaan aktif pandangan du­nia melalui interaksi sosial. Konklusi sains adalah rumusan yang secara sosial bersifat kontingen (sementara) yang dianggap me­madai oleh kelompok tertentu dalam situasi sosial dan kultural tertentu. Pada 1980-an menjadi jelas bahwa ke­gagalan untuk memahami proses sosial dari sains adalah karena penggunaan bahasa yang fleksibel oleh ilmuwan. Dalam seting yang dapat diakses secara umum, ilmuwan cenderung menggunakan bentuk diskursus yang menggambarkan kegiatan dan keya­kinan mereka sebagai medium netral untuk menunjukkan realitas dunia. Pengertian sociology of science (sosiologi sains) adalah Tetapi dalam konteks yang lebih privat, yang baru keli­hatan belakangan ini, mereka sering meng­gunakan ungkapan yang membuat mereka bisa memperbaiki penjelasan aktivitas sains secara sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa penulis mencoba mengeksplorasi implikasi temuan itu untuk praktik sosiologi tekstual. Mereka berpendapat bahwa teks univokal dari ilmu sosial, yang didasarkan pada bentuk literatur ilmiah konvensional, adalah tidak cocok untuk mengekspresikan diversitas dunia sosial. Mereka berpendapat bahwa bahasa analisis sosiologis yang se­ragam telah menyembunyikan kontingensi sosial dan ketergantungan kontekstual dari representasinya mengenai dunia; dan bahwa jenis dalih tekstual ini tidak cocok dalam disiplin yang berkomitmen pada perspektif sosiologis. Mereka mulai menyusun format multivokal baru yang dimaksudkan untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi multiplisitas interpretatif dunia sosial dan untuk menempatkan sosiolog dalam dialog aktif dengan subjek studi mereka. Bentuk analisis baru ini adalah usaha untuk men­cari bahasa alternatif yang bebas dari keter­batasan pandangan sains dominan dalam pendekatan kita terhadap dunia sosial.­