Rezim Soviet.

Pengertian Stalinism (Stalinisme) adalah Iosif Vissarionovich Stalin (nama aslinya Dzhugashvil) (1879- 1953) adalah politisi yang kejam, yang memimpin transformasi negara petani Ru­sia menjadi negara adidaya industri, yang mengalami kelaparan besar-besaran pada 1930-an, dan memimpin Rusia melawan Nazi Jerman 1941-5. Dia sering digambar­kan sebagai orang yang secara intelektual biasa saja, tetapi ideologinya yang dike­nal sebagai Stalinisme memainkan peran utania dalain membentuk rezim Soviet dan gerakan komunis dunia di masa hidupnya dan selama dekade berikutnya.

Kolektivisasi agrikultur. Pengertian Stalinism (Stalinisme) adalah

Pada awal 1924, tahun kematian Lenin, doktrin politik Stalin mulai menunjukkan karakter tersendiri. Dia menegaskan bahwa LENINISM bukan hanya versi Marxisme yang bisa diaplikasikan untuk negara petani, teta­pi juga untuk seluruh dunia “di era imperia­lisme dan kediktatoran proletariat” dan dia menekankan karakteristik otoritarian dari partai politik Leninis. Pada tahun yang sama dia menyatakan bahwa adalah mungkin un­tuk melengkapi bangunan SOCIALISM di Uni Soviet tanpa revolusi sosialis di tempat lain, meski pandangan ini ditentang oleh Trotsky (lihat TRoisKYIsm). Saat Uni Soviet memulai industrialisasi secara paksa dan kolektivisasi agrikultur pada akhir 1920-an, Stalin memodifikasi doktrin Leninis dalam banyak hal. Pada 1928 dia ber­pendapat bahwa perjuangan kelas tidak akan mati tetapi semakin intensif selama transisi ke sosialisme, dan dua tahun kemudian dia menyatakan bahwa meski dikepung kapital­isme USSR tidak akan melemah namun justru menguat selama transisi.Pengertian Stalinism (Stalinisme) adalah Pada awal 1930-an definisi “sosialisme” Soviet juga berubah. Kaum Bolshevik, yang mengikuti Marx, menyatakan bahwa sosia­lisme akan menjadi perekonomian tanpa uang, tanpa komoditas atau perdagangan; tetapi sejak pertengahan 1930-an Marxis­Soviet berpendapat bahwa rencana petani kolektif, pasar bebas untuk produk petani, dan sistemm upah egalitarian di dalam in­dustri adalah bagian dari perekonomian sosialis, yang harus tetap berupa perekono­mian uang. Dengan demikian, pada Desember 1936 Stalin mengumumkan bahwa sosialisme “pa­da prinsipnya” sudah terbentuk di Uni So­viet. Pada saat ini dia juga mengembangkan doktrinnya bahwa tidak ada kontradiksi an­tagonistis di dalam masyarakat sosialis, se­hingga semua tindakan dan keyakinan yang bermusuhan (yang dalam praktiknya herarti kritik terhadap Stalin) adalah munctil karena pengaruh dari dunia kapitalis. Ini menjadi justifikasi ideologis untuk menindas di era 1936-8. Namun dalam tahun-tahun tera­khir sebelum kematiannya dia berpendapat bahwa bahkan di dalam masyarakat sosialis mungkin ada kontradiksi tertentu, dan dia menegaskan arti dari “benturan opini”; na­mun perubahan doktrin ini tidak melunak­kan kekuasaan despostisnya yang kejam. Pada 1956 Khrushchev melancarkan serangan pada “kultus individual,” dan me­nolak doktrin Stalin mengenai intensifikasi perjuangan kelas selama transisi ke arah sosialisme. Tetapi definisi sosialisme Soviet tetap dianggap suci, dan sistem Soviet harus dikendalikan oleh partai tunggal. Setelah pengangkatan Gorbachev seba­gai Sekretaris Jenderal pada 1985, eksistensi ideologi “Stalinisme” secara resmi diakui di Soviet dan Stalinisme menjadi sasaran kritik karena dianggap sebagai pengkhianatan ter­hadap, atau penyimpangan dari, sosialisme. Ciri-ciri Stalinisme dikritik sebagai keliru atau usang, termasuk penekanannya pada kekuasaan negara dan properti negara se­bagai bentuk tertinggi dari properti sosial; penggantian demokrasi dengan birokrasi; dan pembentukan apa yang oleh Gorbachev diistilahkan sebagai “sistem komando-admi­nistratif manajemen partai negara.” Pengertian Stalinism (Stalinisme) adalah Setelah ambruknya komunisme pada Agustus 1991, rekan dekat Yeltsin untuk pertama kalinya menyatakan bahwa Stalinisme pada dasarnya adalah kelanjutan dari Leninisme atau bahkan Marxisme, dan menentang se­luruh perkembangan Soviet sejak Oktober 1917. Sejak pertengahan 1990-an Yeltsin dan penerusnya, Putin, mengambil sikap yang lebih akomodatif terhadap aspek na­sionalis Stalinisme.