Pengumpulan data.

Pengertian statistics (statistik) adalah Statistik adalah ilmu penanganan informasi kuantitatif. Statis­tik adalah tentang cara pengumpulan data dan cara analisisnya, serta tentang kesimpul­an apa yang dapat diambil secara sah dari analisis tersebut. Ilmu ini amat relevan ke­tika pola dasar dalam data dikaburkan oleh beragam variasi yang muncul dari faktor yang tak terkontrol, instrumen pengukuran yang buruk atau efek dari sampling. Metode statistik karenanya berperan penting di ham­pir semua cabang penelitian meskipun arti pentingnya akan tergantung pada tingkat ketidakpastian dan kemungkinannya.

Prosedur statistik. Pengertian statistics (statistik) adalah

Kata “statistik” itu sendiri mengandung beberapa makna spesifik lain. Misalnya, ia kerap dipakai sebagai sinonim untuk “ang­ka-angka.” Dalam bentuk tunggal ia menga­cu pada banyak angka, seperti rata-rata, yang dihitung dari anggota suatu sampel. Ia juga diasosiasikan dengan sejumlah ajektif yang mengindikasikan bidang aplikasi se­perti agrikultural, biologi, perkiraan, bisnis dan medis. Statistik matematika adalah ca­bang matematika yang memformalisasikan ide dan prosedur statistik, khususnya untuk menentukan prosedur “terbaik.” Statistik di dalam pengertian modern berasal dari sejumlah cabang yang berbeda yang mulai bergabung pada awal abad ke­20. Salah satu cabang itu berasal dari usaha di masa biblikal untuk “menghitung orang” guna tujuan militer dan tujuan lainnya. Setelah fungsi pemerintah semakin kompleks maka kebutuhan akan informasi kuantitatif mengenai “kondisi orang” semakin mende­sak. Pada abad ke-19 hal ini menimbulkan pembentukan masyarakat statistik, terutama Statistical Society of London pada 1834, yang kemudian berubah menjadi Royal Statisticial Society. Pendirinya antara lain tokoh publik seperti Marquis dari Lansdowne dan Uskup London, serta para pemikir seperti Charles Babbage dan T. R. Malthus. Mereka sama­sama ingin menyediakan informasi faktual yang dapat dipercaya mengenai semua as­pek masyarakat. Statistik di abad ke-20 sebagian besar merupakan pengembangan ide-ide besar itu untuk aplikasi yang lebih luas. Pergeseran penekanan terutama dipicu oleh Abram Wald (1902-1950), dan Jerzy Neyman (1894- 1981) melihat inferensi sebagai persoalan pengambilan keputusan di tengah ketidak­pastian dan ia berusaha menggabungkan konsekuensi tindakan dengan evaluasi atas strategi inferensi (Lihat juga DECISION THEO­RY). L. J. Savage (1917-1971) dalam Foun­dations of Statistics, menggeser ide dasar dari probabilitas objektif seperti frekuensi ke probabilitas personal yang dianggap sebagai pedoman untuk perilaku yang konsisten di tengah ketidakpastian. Karyanya diilhami oleh teorema menteri Prresbuterian abad ke-18, Thomas Bayes (1702-1761) yang namanya kini dipakai sebagai nama aliran inferensi ini. Pengenalan ide-ide probabilitas ke da­lam statistik menandai revolusi pertama bi­dang ini, sedangkan revolusi kedua dipicu oleh hadirnya komputer. Pengertian statistics (statistik) adalah Komputer bukan hanya memungkinkan banyak data dita­ngani dengan lebih cepat tetapi juga bisa dianalisis dengan lebih mendalam dan luas. Komputer memungkinkan periset untuk meneliti interdependensi dari banyak varia­bel dan menyusun model fenomena riil yang lebih realistis, khususnya dalam ilmu sosial. Kini software komputer untuk statistik su­dah banyak tersedia, dan periset dapat men­jalankan analisisnya tanpa mengandalkan saran ahli. Ini sebagian menguntungkan dan sebagian merugikan karena ia bukan hanya menimbulkan analisis yang kurang tepat tetapi juga mendorong merebaknya studi yang dirancang dengan buruk dan meng­hamburkan sumber daya. Banyak sistem biologi dan sosial berkem­bang secara acak. Hal-hal seperti mutasi dan kompetisi dalam populasi organisme atau pilihan bebas individu dalam soal pembelian atau voting membuat sistem evolusi sema­kin tidak pasti. Teori proses stokastik telah dikembangkan untuk menghadapi sistem jenis ini dan usaha penyediaan metode statis­tik untuk sistem seperti ini adalah salah satu tantangan tersulit di bidang riset. Meskipun ada ketidakpastian dan va­riasi, pengaruh pemikiran statistik di kul­tur Barat masih terbatas. Sekolah-sekolah mengajarkan statistik dasar tetapi sering hanya berupa teknik sederhana yang tidak memunculkan mode pemikiran yang dibu­tuhkan di dunia yang tidak pasti. Keinginan akan kepastian dan keyakinan pada mode deterministik sulit untuk dihapuskan. Meski demikian, beberapa perubahan sudah terli­hat. Pengertian statistics (statistik) adalah Kini jarang ada orang yang mengatakan, seperti pernah dilakukan wartawan televisi Malcolm Muggeridge, bahwa adalah absurd untuk menganggap bahwa jawaban dari be­berapa ratus orang dapat memberi tahu kita tentang pikiran jutaan orang. Pengalaman, juga teori, telah mengajarkan kepada kita bahwa ada hubungan yang dapat diukur an­tara apa yang kita temukan dalam sampel, yang diambil secara tepat, dengan populasi keseluruhan. Ilmuwan sering frustasi karena, meskipun hasil riset ilnliall mereka sudah banyak dinikmati, namun tak banyak yang mengenal cara berpikir mereka—seperti di­tunjukkan oleh masih kuatnya takhayul. Masyarakat masih belum memahami pan­dangan-pandangan yang dihasilkan oleh pa­ra ahli statistik.