Politik internasional.

Pengertian strategic studies (studi strategis) adalah Studi stra­tegis berkaitan dengan peran kekuatan mi­liter dalam politik internasional, dan studi ini dapat difokuskan pada soal-soal mikro perkembangan angkatan bersenjata, pemi­liban perlengkapan, dan juga pada soal-soal makro seperti efisiensi cara militer diban­dingkan dengan cara ekonomi dan diplo­matik dalam meraih tujuan negara. Fokus utamanya adalah pada distribusi dan peng­gunaan cara-cara militer untuk mencapai tujuan kebijakan. Ini mencakup pencegaban perang, memperkuat aliansi dan melakukan negosiasi kontrol persenjataan dan melaku­kan perang. Studi ini bukan hanya melihat pada apa aktivitas militer yang mungkin membantu pencapaian tujuan tertentu tetapi juga bagaimana tujuan itu mungkin perlu diubah agar sesuai dengan cara-cara militer. Studi ini juga meneliti konsekuensi yang tak terduga.

Karakter inter­disipliner. Pengertian strategic studies (studi strategis) adalah

Studi strategis memiliki karakter inter­disipliner dan di periode pascaperang ia mendapat bantuan dari ilmu ekonomi dan teknik, ilmu sejarah dan ilmu politik. Studi ini juga bersifat aplikatif karena karya di bidang ini kadang sengaja dibuat untuk mendukung atau memengaruhi kebijakan nasional. Titik awal intelektual untuk pemikiran strategi adalah karya klasik On War oleh Carl von Clausewitz, yang menekankan pentingnya memandang perang sebagai kelanjutan dari politik. Sejak itu banyak pemikir lain yang mengikuti usahanya un­tuk mengembangkan teori sistematis yang menopang perkembangan strategi dalam praktiknya. Pengertian strategic studies (studi strategis) adalah Teoretisi terkemuka abad ke­ 20 di bidang ini adalah Basil I,iciclrll 1 Lu.t. Hingga era nuklir hanya ada sedikit karya akademik di bidang ini. Tantangan terhadap konsep kekuatan militer tradisional akibat datangnya senjata pemusnah massal pada perang dingin Barat-Timur menyebabkan perkembangan intelektual dalam teori strate­gis. Banyak dari pemikiran ini muncul di AS, termasuk karya dalam “think tanks” seperti RAND Corporation; ada pula karya dari International Institute for Strategic Studirs di Inggris dan juga studi penting oleh p•rora ngan, seperti Raymond Aron (1962). Mengingat perlunya upaya menghindari perang total yang destruktif, konsep kritlti dalam bidang ini adalah “pencegaltan.”Pengertian strategic studies (studi strategis) adalah ‘Fro ri pencegahan perang membahas persbalait seperti apakah mungkin mencegah perang cukup dengan ancaman bahwa konflik bisa berada di luar kontrol akibat “eskalasi” atatt apakah ancaman itu harus diciukung dengan opsi militer yang kredibel, dan, jika dentiki an, apakah ancaman dengan nuklir dapat berguna jika ternyata lawan juga punya ke­mampuan nuklir. Analisis isu ini pada IN.val­nya menggunakan metodologi seperti THEORY. Pada saat Perang Dingin mendekati akhir pada 1989 menjadi tampak bahwa ti dak ada cara teknis yang pasti untuk meng­atasi dilema pencegahan nuklir, dan banyak persoalan strategis kritis pada dasarnya bersifat politis. Untuk sementara, sebagian karena Perang Teluk 1991,  muncul kentimli perhatian pada perang konvensional. Datti pak dari teknologi senjata dan informasi me­nimbulkan klaim “revolusi militer.”