PENGERTIAN STRATIFIKASI SOSIAL (SOCIAL STRATIFICATION)

By On Saturday, November 15th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Stratifikasi sosial ialah tatanan vertikal berbagai lapisan sosial berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan. Telah dijelaskan di atas bahwa lapisan sosial adalah sejenis “stasiun”; di situ dikumpulkan semua kedudukan sosial yang setingkat. Karena di dalam masyarakat terdapat berbagai kedudukan yang tidak sama tingginya, maka berbagai lapisan sosial yang terdapat di dalamnya pun tidak sama tingginya. Untuk memperoleh suatu ikhtisar yang jelas, minimal dalam suatu sektor kehidupan kultural tertentu perlu dibuat suatu tatanan yang baik dari lapisan-lapisan sosial yang berbeda-beda itu. Masyarakat secara spontan menyusun lapisan-lapisan itu dalam jenjang vertikal. Tiap-tiap lapisan ditempatkan pada tangga yang sesuai dengan tinggi-rendahnya kedudukan, berdasarkan kriteria yang telah dibicarakan di muka (kelahiran, harta kekayaan, pekeijaan, agama dan lain-lain). Maka terciptalah suatu tatanan yang dalam istilah teknis disebut stratifikasi sosial (social stratification). Gambaran stratifikasi itu dapat juga disebut “tangga masyarakat” yang tiap-tiap anak tangganya dari atas ke bawah menampung kategori orang yang mempunyai status sosial yang setingkat. Untuk memperoleh gambaran tangga masyarakat yang lebih lengkap dan lebih sesuai dengan kenyataan, setiap mata tangga hendaknya diperpanjang, ditarik mendatar (horisontal) ke kiri atau ke kanan. Maka, kerangka keseluruhan yang diperoleh adalah suatu susunan yang berlapis-lapis, dari lapisan terbawah hingga lapisan teratas seperti bangunan sebuah gedung yang bertingkat banyak. Dengan gambaran konstruksi konseptual dari masyarakat, kita dapat mengenal ketidaksamaan manusia dipandang dari segi status sosialnya.

Usaha manusia untuk menyamakan semua manusia dalam satu kedudukan sosial yang sama menurut cita-cita demokrasi tampaknya sulit dicapai. Akan lebih sulit lagi untuk menciptakan suatu masyarakat yang bersih dari lapisan-lapisan sosial menurut cita-cita komunis. Bahkan di negara-negara maju, meskipun asas demokrasi telah lama dilak-sanakan, ternyata lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat mereka tidak dapat ditiadakan. Cita-cita demokrasi sampai kini masih lebih merupakan semboyan daripada kenyataan positif.

Apabila satu lapisan sosial yang terdiri dari segolongan orang yang berkedudukan sama diamati lebih tajam, akan kelihatan bahwa di dalam lapisan yang sama itu pun didapati stratifikasi yang timbul secara spontan. Satu keluarga dari kelas yang sama tidak suka dikatakan sama dengan keluarga yang lain karena keluarga itu mempunyai kelebihan (berupa gigi emas, jam tangan, dan sebagainya). Keluarga lain memiliki ciri khas tertentu yang dianggap sebagai lambang status yang sedikit lebih tinggi daripada rekan yang lain walaupun keduanya dari lapisan yang sama.

Dalam setiap organisasi, satuan, kelompok didapati hal yang sama: munculnya stratifikasi yang halus di dalam tubuh yang sama. Di dalam sebuah pabrik, gereja, sekolah, di kalangan para pemain sandiwara dan sebagainya selalu ada stratifikasi sosial, ada subordinasi dan superordi- nasi dalam arti yang sesungguhnya.

Yang penting dalam stratifikasi sosial ialah sifat vertikal dari pe-nempatan lapisan-lapisan itu. Lagi pula stratifikasi sosial tidak meng-atur bagaimana hubungan antarlapisan harus dilakukan. Yang khas pada struktur sosial bukan sifat vertikal dari penempatan unsur-unsur masyarakat, walaupun kemungkinan untuk membuat tatanan vertikal itu tidak tertutup, karena dalam kenyataan manusia lebih banyak berpikir dan bertindak menurut pola vertikal. Namun di samping itu dalam masyarakat luas didapati pula pola berpikir dan bertindak menurut pola lingkaran yang mendatar. Misalnya, dalam permainan sepak bola skema penempatan 11 pemain tidak berbentuk vertikal, bahkan bukan lingkaran mendatar, tetapi segi tiga yang mendatar. Yang dipentingkan di situ bukan unsur kekuasaan yang beijenjang dari atas ke bawah, bahkan di situ hierarki kekuasaan tidak ada. Pola pergaulan bangsa-bangsa anggota PBB berbentuk lingkaran yang mendatar. Prinsip yang dipegang organisasi itu adalah kesamaan kedudukan bangsa-bangsa dari ras dan warna kulit mana pun. Adanya keistimewaan hak dari sejumlah negara besar dengan hak veto telah menjadi persoalan yang cukup luas.

Incoming search terms:

  • pengertian social stratification
  • apa yang dimaksud social stratification
PENGERTIAN STRATIFIKASI SOSIAL (SOCIAL STRATIFICATION) | ADP | 4.5