Ontologi klasik.

Pengertian structuration (strukturasi) adalah Definisi struktu­rasi kontemporer berasal dari teori kehidup­an sosial ontologis Anthony Gidden (1976, 1979, 1984, 1991). ONTOLOGY strukturasio­nis Giddens menyatakan bahwa semua ele­men kehidupan sosial tersusun dari keahlian pelaksanaan praktik sosial. Berbeda dengan pandangan dalam ontologi klasik (Thomas Hobbes, Adam Smith, Jean-Jacques Rous­seau), teori fungsionalis (Talcott Parsons) dan teori evolusi teleologis (Emile Durkheim, Karl Marx), teori strukturasi mempostulat­kan tidak adanya ketakterelakkan transhk toris, kontrak sosial, kebutuhan atau mekanisrne perubahan. Ini adalah on tologi potensi (Cohen, 1989).

Reproduksi sosial.

Potensi-potensi ini dimulai dengan kapa­sitas dasar manusia untuk mereproduksi atau merevisi praktik sosial. Beberapa va­riasi batasan material dan sosial memben­tuk reproduksi sosial (Giddens, 1984, Bab 4), hampir semua praktik membutuhkan beberapa improvisasi kontekstual yang tan­pa direncanakan, meskipun lebih banyak improvisasi adalah mustahil di dalam satu situasi ketimbang di situasi lainnya. Dalam tulisan Giddens mengenai MODERNITY (1991), praktik yang terstruktur secara longgar yang membutuhkan lebih banyak improvisasi ketimbang praktik terbatas dalam epos sebe­lumnya akan menciptakan kesempatan dan kesulitan dalam kehidupan Barat modern. Teori strukturasi mempertanyakan va­liditas ontologis dari pembagian dalam pe­mikiran sosial antara anggapan kolektivis dan individualis. Praktik sosial dianggap sebagai bentuk dasar kehidupan sosial. Morfologi kolektif dari jaringan dan sistem dianggap sebagai mata rantai penghubung berbagai macam praksis yang direproduksi dari waktu ke waktu oleh banyak individu selama beberapa tahun, dekade atau be­berapa generasi. Properti substantif kolektif dari kelompok sosial dianggap sebagai kode kultural dan sumber daya kekuatan yang clireproduksi melalui praksis sosial, sering dengan cara diam-diam, di semua jenis ke­lompok mulai dari organisasi formal hingga ke peradaban dan kultur informal. Kode dan sumber daya ini dianggap terus-menerus mereproduksi properti struktural dari ke­lompok sosial. Ketegangan dan kontradiksi struktural memunculkan problem luas dalam praktik sosial yang menimbulkan sekuensi perubahan yang lebih cepat. Apa yang oleh Giddens diistilahkan sebagai dualitas struk­tur adalah urutan pemunculan kode kultural dan sumber daya kekuasaan sebagai cara awal dan hasil dari proses reproduksi atau revisi dalam praktik sosial.

Teori strukturasi. Pengertian structuration (strukturasi) adalah

Dalam teori strukturasi individu dili­hat sebagai agen yang melakukan praktik sosial. Meskipun mengakui potensi impro­visasi dan revisi dalam praktik, Giddens me­nyatakan bahwa semua aktor sosial secara tak sadar terikat setidaknya pada beberapa elemen familier dalam rutinitas sehari-hari via kebutuhan psikis bawah sadar akan ke­amanan ontologis (1991, Bab 2). Ini adalah salah satu dari dua level psikologis di mana individu terikat dengan praksis sosial. Yang kedua adalah kesadaran praktis, yakni pen­getahuan tersembunyi dari aktor ahli yang diperlukan untuk melaksanakan praktik itu secara kompeten. Pengertian structuration (strukturasi) adalah Giddens mengakui ke­mungkinan persepsi, penalaran dan interpre­tasi penuh pada level psikologis ketiga yang disebutnya sebagai kesadaran diskursif. Gidens yang menulis di masa perge­seran-pergeseran epistemologis, tidak me­milih metodologi lengkap untuk teori struk­turasi. Tetapi kekurangan ini segera ditutupi pada tahun-tahun selanjutnya (lihat khusus­nya Stones, 1996). Untuk tujuan metodolo­gis, adalah penting untuk memerhatikan bahwa tidak ada isi substantif atau empiris yang dikemukakan dalam konsep Giddens. Ketika Giddens beralih untuk menulis teori modernitasnya pada 1990-an, dia merasa perlu untuk menetapkan bagaimana ide­ide substantifnya menggunakan konsep ontologisnya yang lebih generik (Iihat juga Kaspersen, 1995 (2000)). Karena ontologi strukturasionis mencakup kehidupan sosi­al pada umumnya, keranjang analitis yang menyaring beberapa elemen situasi sosial (misalnya, pelaksanaan praktik lokal) sam­bil melakukan riset empiris dan teoretis subs­tantif (misalnya, perubahan dalam struktur kolektif atau perubahan morfologis dalam kelompok spesifik) menghasilkan sarana metodologi yang dibutuhkan untuk melaku­kan investigasi tema-tema substantif. Teori strukturasi juga mengembangkan cakrawala teoretis dengan konsep relasi kekuasaan yang baru, dialektika kontrol, dan konsep baru tentang jarak ruang dan waktu dari praktik sosial sebagai basis morfologi sosial kolektif. Akan tetapi, seba­gaimana banyak teoretisi praksis lainnya (lihat Cohen, 2000), makna eksistensial dari tindakan adalah kelemahan dalam karya on­tologis Giddens. Pengertian structuration (strukturasi) adalah Secara khusus, penekanan Giddens pada keamanan ontologis sebagai landasan yang lemah untuk menyimpulkan emosi manusia dasar (Craib, 1992). Giddens juga tidak menyediakan akar konseptual bagi dorongan manusia untuk membentuk keterikatan sosial, dorongan yang didokti­mentasikan secara ekstensif oleh psikolog seperti Winnicott dan Bowlby. Mungkin karena kelemahan-kelemahan ini Giddens belum memherikan dasar teori SociAl tzmioN, Meskipun Giddens telah mengalihkan perhatiannya pacla bidang lain, penerimaan konstruktif dan kritis atas ontologi struktu­rasionisnya tidak menunjukkan penurunan. Tetapi, seperti istilah lain semisal solidaritas, legitimasi, dan peran sosial, ide strukturasi dewasa ini mengalami transisi menjadi kon­sep sosiologis generik. Proses ini kini menca­pai titik di mana ia dianggap sebagai istilah, yang didefinisikan sebagai konstruksi ke­hidupan sosial melalui praktik sosial tanpa mengutip pada sumber apa pun sama sekali.