Kemunculan gerakan mahasiswa.

Pengertian student movement (gerakan mahasiswa) adalah Meski kemunculan gerakan mahasiswa ber­kaitan erat dengan problem internal uni­versitas, mereka segera memfokuskan kri­tiknya pada problem masyarakat umumnya. Sepanjang 1960-an, gerakan mahasiswa menjadi fenomena sosial massif. Kampanye Free Speech pada 1964 di kampus Berkeley di California mengawali gejolak dan akti­visme gerakan mahasiswa di seluruh Ameri­ka Serikat, Eropa, Timur Jauh, dan Amerika Latin. Gerakan mahasiswa mengembangkan bentuk baru protes: duduk-duduk di jalan, mogok massa, merintangi jalanan, art hap­pening, dan pertemuan massa hampir se­tiap hari. Mahasiswa menjadi terlibat aktif dengan gerakan hak-hak sipil kulit hitam, mengorganisasikan pertemuan besar menentang perang di Vietnani, dan berdenionstrasi menduk ung gerakan keinerdekaan di Dunia Ketiga. Di Perancis, pemerintahan de Gaulle diganti setelah gerakan mahasiswa Mei 1968. Di tempat lain, London, Roma, Berlin Barat, Tokyo, protes mahasiswa sering me­mainkan peran penting dalam kehidupan so­sial dan politik dan mewujudkan pembaruan kultural. Akan tetapi, gerakan mahasiswa ditindas atau terpecah-belah setelah satu dekade, dan sejak itu mereka tidak terlalti memengaruhi masyarakat. Meski demikian, mereka meletakkan dasar-dasar bagi gera­kan pada 1970-an dan 1980-an. Teoretisi sosial dan aktor mahasiswa me­nawarkan interpretasi yang berlainan me­ngenai protes mahasiswa, yang dianggap mengekspresikan krisis dan konflik.

Krisis universitas. Pengertian student movement (gerakan mahasiswa) adalah

Analisis fungsionalis mencari penjelasan ke­munculan gerakan mahasiswa terutama dari sudut pandang krisis institusional di univer­sitas. Fungsi universitas yang berubah-ubah, dari institusi pendidikan elit ke produksi massa dan profesionalisme (Jencks dan Ries­man, 1968), menyebabkan problem univer­sitas, disfungsi dan penurunan komunitas akademik, yang dianggap memicu kegelisah­an mahasiswa. Mahasiswa mengkritik lem­baga universitas karena struktur teknokratik dan birokrasi impersonalnya—yang tidak memuaskan bagi pendidikan dan riset—clan karena sikap universitas yang tidak demo­kratis (Lipset dan Wolin, 1965). Secara ke­seluruhan, krisis universitas dianggap dipicu oleh proses modernisasi pendidikan tinggi. Pada 1960-an banyak diskusi panas yang melibatkan mahasiswa dan teoretisi sosi­al berhubungan dengan pertanyaan apa, termasuk aktor sosial manakah mahasiswa itu. Apakah mahasiswa hisa dikelompokkan dalam kelas sosial? Apakah mereka meru­pakan subjek revolusioner? Kontroversi ini menandai gerakan New Left dalam gerakan mahasiswa. Menurut beberapa pihak, ma­hasiswa dilihat sebagai mitra gerakan buruh. Banyak kelompok dalam gerakan mahasiswa mendapat inspirasi dari analisis teoretis neo­Marxis yang menganggap mereka sebagai aktor revolusioner yang terlibat dalam per­juangan antikapitalis, antinegara dan anti­imperialis. Gerakan mahasiswa tidak meng­gantikan gerakan buruh, namun berfungsi sebagai perintisnya, menjadi pengawal kesa­daran proletarian, dan mengambil signifi­kansi sosialnya dari fakta bahwa gerakan mahasiswa bergerak atas nama proletariat, bertujuan melawan institusi dan kultur bor­juis. Pihak lainnya memandang mahasiswa sebagai elemen pinggiran revolusioner po­tensial. Asumsi teori kritis (lihat FRANKFURT SCH001.) adalah bahwa, karena sains dan teknologi, kesengsaraan sosial telah banyak berkurang dan kondisi yang secara objektif memotivasi revolusi telah hilang. Masyara­kat kapitalis maju yang didominasi, diin­tegrasikan dan dimanipulasi oleh struktur teknokratik skala besar menyebabkan po­tensi-potensi kritik hanya muncul di pinggi­ran sistem yang terintegrasi. Mereka ini bisa jadi adalah mahasiswa, kelompok hippies, minoritas seksual atau kelompok marginal lainnya. Mereka berhasil melepaskan diri dari dominasi total, berani menolak struktur yang ada, sehingga mereka berpotensi men­jadi gerakan revolusioner (Marcuse, 1964). Pengertian student movement (gerakan mahasiswa) adalah Dalam pandangan lain, gerakan ma­hasiswa diletakkan dalam dunia simbolik, dalam pengertian bahwa ia dianggap men­ciptakan pemahaman baru dan memperluas ruang publik. Protes mahasiswa dipahami sebagai dasar simbolik yang signifikan, asal­kan ia tetap bersifat nonkekerasan dan ak­tivis mahasiswanya tidak menyalahpahami dirinya sebagai aktor revolusioner langsung (Habermas, 1969). Terakhir, protes mahasiswa diinterpre­tasikan sebagai gerakan sosial. Pendekatan teoretis ini berpendapat bahwa masyarakat modern sedang memasuki tahap postindus­tri, di mana yang menjadi fokus konflik so­sial bukan lagi pabrik, tetapi area kultural seperti pendidikan, kesehatan, media massa, dan informasi. Perspektif inilah yang incin­berikan signifikansi sosial sentral pada ge­rakan mahasiswa. Protes mahasiswa, kare­nanya, dimaksudkan untuk mengungkapkan kemungkinan gerakan sosial baru, yakni mempertanyakan apakah gerakan ini terli­bat dalam konflik ssoial mengenai kontrol bidang-bidang kultural. Analisis terhadap data gerakan Mei di Perancis menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa tetap signifikan. Ia tidak memenuhi kondisi gerakan sosial se­bab ia tidak memandang teknokrasi sebagai lawan utamanya, tidak mengembangkan pandangan yang jelas mengenai identitas­nya, dan tidak menganggap pengetahuan yang diperoleh dari universitas sebagai ru­ang konflik utama (Touraine, 1968). Beberapa teoretisi menganggap gerakan ma­hasiswa sebagai protes kontrabudaya yang menentang ciri kultural dan struktural dari masyarakat kontemporer. Pengertian student movement (gerakan mahasiswa) adalah Dengan cara ini, kultur politik baru dianggap dibentuk oleh gerakan mahasiswa era 1960-an. Demokrasi langsung menjadi kata kunci. Mekanisme dasar dari kultur politik baru ini adalah par- . tisipasi akar rumput. Gerakan mahasiswa berusaha mendemokratisasikan kehidupan sosial dan politik dengan cara menarik per­hatian publik. Mereka mendukung cara baru menciptakan ruang politik di luar sa­luran institusional. Kultur politik baru ini terkait erat de­ngan protes kultural yang mengecam sikap otoritarian dan struktur sosial. Gerakan mahasiswa berusaha mengubah hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Banyak kritik yang diarahkan pada sifat represif dari struktur keluarga yang represif, represi seksual, subordinasi wanita, nilai kerja dan masyarakat industri, sering didasarkan pada landasan psikoanalitik. Protes anti-otorita­rian ingin mengubah model kultur patriar­kis yang mengunggulkan nilai masyarakat maskulin dan struktur sosial hierarkis. Gerakan mahasiswa mengklaim bahwa universitas harus mengakui tanggung jawab sosialliya dan harus inewujudkan sosial dari pengetahuan ilmiah; dan mereka mengkritik pencaplokan universitas secara tidak sah oleh negara, militer dan organisasi besar lainnya.