Masa praindustri.

Pengertian suburb (suburban) adalah Ini adalah jenis pemu­kiman yang berada di luar kota dan terutama terdiri dari perumahan dan pertokoan dan terpisah dari zona industri. Suburban um­umnya didiami oleh kelompok masyarakat homogen dan biasanya dari kelas menengah ke atas di negara-negara Anglo-Saxon atau kelas pekerja di Eropa. Jenis pemukiman ini sudah ada sejak masa praindustri, seperti ditunjukkan oleh istilah Perancisnya, banlieue; istilah ini be­rarti ruang di luar tembok kota abad perte­ngahan tetapi di bawah yurisdiksi (ban) dari kota. Kemudian, gelombang urbanisasi industrial clan perkembangan jaringan trans­portasi dan telekomunikasi menimbulkan ekspansi luas kawasan suburban, sebuah proses “suburbanisasi” (Walker, 1981). Pemukiman suburban yang pertama kali dibangun secara sistematis muncul pada pa­ruh kedua abad ke-9 di Inggris (suburbia, dengan variasi “garden cities”), tetapi me­nyebar luas di AS pada abad ke-20 (Mum­ford, 1966). Pengertian suburb (suburban) adalah Ini adalah pemukiman untuk kelas menengah ke atas dan merepresenta­sikan sebuah kompromi antara kebutuhan untuk tinggal di dekat kota industri, tempat kerja dan pelayanan yang bermutu tinggi, dan kultur Arcadian yang bertujuan mere­produksi aspek kehidupan rural tertentu.Tren sosioekonomi terkini adalah de­sentralisasi pabrik dan perkantoran, pengu­rangan lapangan kerja di industri manufak­tur; restrukturisasi ekonomi dan teknologi yang menimbulkan pekerjaan yang fleksibel, dan gelombang imigrasi, serta dampak dari semua tren ini terhadap sistem urban (Scott, 1988; Soja, 1989), dan semua ini memodi­fikasi signifikansi suburbanisasi. Seperti dis­trik perkotaan yang memburuk dan kawasan kumuh di Inggris dan Amerika, beberapa suburban kini menjadi lokasi terpisah bagi populasi urban yang paling terpinggirkan (terutama minoritas dan imigran yang ter­kena diskriminasi), yang kesulitan men­cari kesempatan hidup layak. Konsentrasi spasial dan sosial kelompok miskin di area ini biasanya dalam literatur kontemporer didefinisikan sebagai bentuk eksklusi sosial (Mingione, 1996).