Oposisi loyal.

Pengertian symbolic interactionism (interaksionisme simbolik) adalah Cabang sosiologi Amerika, k.e­turunan dari CHICAGO SOCIOLOGY. Selama beberapa dekade ia adalah “oposisi loyal” terhadap teori Talcott Parsons (lihat FUNC­TIONALISM) dan pendekatan empiris lainnya. Pada 1960-an minat pada interaksionisme simbolik amat besar dan ia dilcaitkan dengan pendekatan fenomenologi dan yang lainnya. Sekarang, teori ini, di satu sisi, berlanjut dan relatif utuh, dan di sisi lain ada kecenderungan, pertama, mengatasi konsentrasi fenomena mikrososiologi dan, kedua, mendapatkan pemahaman historis atas dirinya sendiri. Istilah “interaksi simbolik” diciptakan oleh Herbert Blumer pada 1937. Istilah menunjukkan bahwa cabang sosiologi dan psikologi sosial ini berfokus pada proses interaksi—tindakan sosial timbal balik lang­sung—dan bahwa ia menggunakan kon­sep dasar interaksi yang menekankan pada karakter yang dimediasi secara simbolis. Di sini kita tak boleh menganggapnya sebagai relasi sosial di mana tindakan hanyalah ak­tualisasi aturan yang telah ada, namun seba­gai relasi sosial di mana definisi umum dan resiprokal dari relasi itu diusulkan dan diba­ngun. Relasi sosial, karenanya, tidak muncul sebagai relasi yang pasti dan menyeluruh, tetapi sebagai relasi terrbuka dan bergan­tung pada persetujuan umum terus-menerus. Prinsip dasar interaksionisme simbolik ini menunjukkan afinitas metodologisnya den­gan metode kualitatif, terutama pendekatan observasi partisipan dan penggunaan data biografis. Di level isi, proses interaksi keluar­ga, proses kemunculan dan definisi perilaku menyimpang dan subkultural, telah menjadi bidang penelitiannya.

Struktur personalitas. Pengertian symbolic interactionism (interaksionisme simbolik) adalah

Akan tetapi, akan tidak cukup hanya mendeskripsikan pendekatan ini dengan karakterisasi samar dari asumsi dasarnya. Perlu dicatat bahwa program Blumer adalah semacam pemadatan karya teoretis kom­pleks dari G. H. Mead, yang dibaca dari perspektif psikologi sosial. Tanpa meng­gunakan istilah tersebut, Mead mengelabo­rasi 1«msep interaksi yang dimediasi secara simbolik dalam kerangka teori komunikasi antropologis, misalnya dalam perbandingan mode komunikasi dan sosialitas hewan dan manusia, menekankan pada makna persep­si-diri dan antisipasi perilaku dan menun­jukkan bagaimana hal ini mengubah isyarat vokal menjadi simbol yang bermakna. Ber­dasarkan hal ini dia memperkenalkan pan­dangan struktur personalitas dan konsep baru tentang pikiran. Kemampuan individu untuk menunjukkan sesuatu dan berinter­aksi dengan dirinya sendiri. adalah penting. Kemudian diikuti dengan analisis asa mula onto dan phylogenetik dan perkembangan diri, pemi.kiran refleksif dan tindakan inten­sional. Mead memandang integrasi perilaku individu ke dalam aktivitas kelompok me­lalui antipasi perilaku mutual merupakan karakteristik dari sosialitas manusia. Pengertian symbolic interactionism (interaksionisme simbolik) adalah Kritik terhadap interaksionisme simbo­lik terutama diarahkan pada program me­todologi Blumer, yang menunjukkan (a) dugaan adanya reduksi fenomena sosial ke bentuk relasi interpersonal langsung; (b) pengabaian kekuasaan dan dominasi; (c) konseptualisasi proses makrososial hanya dalam bidang dunia-kehidupan; (d) peng­abaian terhadap dominasi manusia atas alam dan meningkatnya independensi proses sosial dari niat dan orientasi aktor individu atau kolektif. Banyak dari keberatan ter­hadap program Blumer dan pengikutnya ini punya dasar yang kuat, setidaknya sebagian, namun kritik itu tampak aneh jika seluruh kontribusi teoretis dan empiris dari pende­katan ini ikut disertakan, misalnya dengan memasukkan karya Everett Hughes dan ali­rannya pada sosiologi kerja dan profesi. Arti penting dan potensi interaksion­isme simbolik hanya dapat dipahami dalam konteks aliran Chicago lama. Dalam satu pengertian ia menandai penurunan jaringan teoretisi, periset sosial dan pembaru lintas disipliner di Universitas Chicago, yang me­ngandung keutuhan meskipun koherensi dari berbagai elemen di dalamnya telah me­lemah dan bahkan tidak diakui. Koherensi ini harus dipahami sebagai hasil dari, perta­ma, konsep tatanan sosial yang dipedomani oleh cita-cita demokratik; kedua, keutamaan sosialitas yang berasal dari teori tindakan; dan ketiga, konsep tindakan yang dikem­bangkan oleh pragmatisme. Pengertian symbolic interactionism (interaksionisme simbolik) adalah Tetapi kita harus mengakui bahwa analisis atas problem sosial di AS pada saat itu menghasilkan—misalnya dalam karya R. E. Park–dualisme dari dua tipe tatanan sosial; yang satu didominasi oleh kompetisi dan yang lainnya didominasi oleh CommumcKnoN. Ini adalah poin penting untuk merekons­truksi sejarah interaksionisme simbolik un­tuk melihat apakah dualisme ini telah larut atau hanya ditutupi oleh riset terbatas pada tipe kedua, tatanan sosial yang diciptakan secara komunikatif. Produktivitas tradisi ini—di luar fenomena mikrososiologi—telah ditunjukkan dalam analisis pembagian kerja dalam kasus organisasi sosial dan dalam analisis perilaku kolektif dan gerakan sosial. Ini mungkin sudah cukup untuk memberi pendekatan sosiologis ini sebuah pemahaman teoretis yang koheren, yang akan memberi kontribusi pada debat teoretis dewasa ini.